Pembiayaan Ekonomi Kreatif Makin Menggeliat, APPI Target 6,5 Triliun

ekonomi kreatif
Ilustrasi: Graphicriver.net

Bicara tentang ekonomi kreatif tentu tak lepas dari pembiayaan. Pembiayaan di sektor ekonomi kreatif dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif, utamanya pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per akhir 2016, pembiayaan industri kreatif semakin menggeliat. Nilai pembiayaan pada akhir 2016 Rp 5,1 triliun, meningkat 18,6% dibandingkan akhir 2015, Rp 4,3 triliun.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dumoly F. Pardede menyampaikan, porsi penyaluran pembiayaan multifinance untuk sektor industri kreatif masih jauh dibandingkan perbankan.

“Kami berusaha untuk meningkatkan pembiayaan ke industri kreatif, karena potensinya dahsyat, saya kira tahun ini bisa tumbuh sekitar 15 persen,” katanya seperti dikutip dari Bareksa.com.

Untuk itu, lanjutnya, OJK akan mengoptimalkan pemanfaatan investasi yang berasal dari asuransi dan dana pensiun (dapen). Dana investasi tersebut digunakan untuk pembiayaan infrastruktur, UMKM, ekonomi kreatif, dan perusahaan rintisan/start-up.

Sementara itu, Suwandi Wiratno Siahaan, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengatakan, saat ini terdapat 15 subsektor pembiayaan ekonomi kreatif yang disasar sekitar 10 perusahaan pembiayaan.

“Dari pembiayaan Rp 5,1 triliun tersebut, yang paling banyak berupa pembiayaan kuliner Rp 2,86 triliun. Tahun ini kami harapkan pembiayaan ekonomi kreatif Rp 6 triliun-Rp 6,5 triliun,” ujarnya dilansir dari Kontan.

Data APPI akhir 2016, pembiayaan terbesar lain setelah kuliner adalah pembiayaan kerajinan tangan senilai Rp 1,14 triliun. Pembiayaan fashion dan percetakan masing-masing sebesar Rp 399 miliar dan Rp 332 miliar.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here