Oleh: Sandi Iswahyudi

Tikus-tikus yang dianggap sebagai pemakan hama di sawah-sawah. Merusak apa saja yang ada dihadapannya. Ternyata juga sudah sejak lama berevolusi naik jabatan merusak dan memakan apa saja yang ada di Indonesia. Mulai dari lembaga tinggi sampai lembaga orang cilik pun, tikus tetap rakus untuk menghabiskan. Kalau di sawah bisa dimusnahkan dengan ular. Tapi kalau kondisi riil di lapang, apakah bisa tikus itu dibasmi. Malahan bisa-bisa tikus dan ular saling bersengkongkol untuk merusak / memakan segala hal yang ada di Indonesia. Hem, terus gimana solusinya ? Salah satunya dengan tetesan keikhlasan dan ketulusan dari sang tukang cukur. Ha ? Tukang cukur yang gak S1 itukan. Ya iya, kan memang gak ada jurusan tukang cukur. Tapi kalau jurusan korupsikan, dimana saja banyak peluangnya.

c Hari Kamis, 6/3/2014 jam 17.10 WIB saya berganti kepala. Yah dari kepala yang telah usang menjadi kepala lebih baru dan segar. Ternyata era sekarang untuk orang berganti kepala itu, tidaklah sulit mencarinya. Kalau era dulu satu kota hanya ada sekitar 1-5 orang saja. Namun sekarang sudah menjamur kemana-mana. Akses dan biaya pun mudah. Kita tinggal bilang, “Pak mau ganti kepala, yang lebih rapi dan nampak enak dipandang.”Orangnya pun langsung melaksanakan apa yang kita minta aja. Langsung deh, 10-15 menitan selesai pergantian kepalanya. Bagaimana tertarik untuk ganti kepala sahabat ? Agar lebih encer, lebih segar dan lebih tampan / cantik ? Cuma 7-8rb saja sudah bisa ko. :) Hihi…ganti kepala atau profesi wiraswasta yang disebut dengan tukang cukur. Merupakan profesi yang sangat hebatluar biasa dan prestisiusPertama mereka (tukang cukur) memegang kepala siapa saja, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Mulai dari buruh hingga kepala presiden pun dipegang. Hebat bukan ? Padahal, kepala itu adalah salah satu hal yang paling berharga. Banyak kejadian di lapang, yang hanya pegang kepala tanpa sengaja, darah bisa mengalir dari tubuh. Atau yang lebih parahnya lagi nyawa melayang. Hanya ditukang cukur kepala siapapun bisa dijamah, tanpa adanya darah yang mengalir. Tapi, walau seperti itu si tukang cukur juga tidak sombong dan menganggap dirinya hebat. Karena telah memegang kepala orang-orang penting. Mereka menyadari bahwa di atas langit masih ada langit. Kepala presiden saja dipegang sama tukang cukur. Apalagi kepala tukang cukur ?

 “Alhamdulillah mas, saya itu sudah bertahun-tahun menjadi tukang cukur. Sudah pernah pegang kepala petinggi negara sampai orang kecil. Tapi ya, buat apa bangga mas, wong saya hanya tukang cukur. Di atas langitkan, masih ada langit. Dulu rambut masih hitam legam sekarang hitamnya sudah bisa dihitung dengan jari. Hihi” Semua yang bernyawa pasti akan mati.

Kedua mereka tetap sudi melayani jikalau ada kepala yang tidak bersih. Seperti kepala yang banyak ketombe maupun lainnya. Mereka tetap memberikan pelayanan terbaik dengan hasil pekerjaan sesuai permintaan konsumen. Hem, hebat bukan ? Karena mereka menyadari bahwa dalam mencari nafkah itu pasti ada enak dan enggak. Ada yang berpenampilan bagus dan tidak. Ya itulah hidup. Poin terpentingnya kan halal ! Iyakan ? Kalau ingin hidup barokah dan damai ya harus cari yang halal dan selalu bersyukur itu sudah pasti. Paketnya kan yang baik sama yang baik dan yang buruk sama yang buruk. Hem, tukang cukur dengan upah yang segitu. Di tempat, kondisi dan keadaan yang sama bisa hidup hingga sekarang, bahkan mampu menyekolahkan anak-anaknya. Kenapa yang koruptor itu gak bisa ya ? Upahnya dan semuanya tinggi serta bagus. Masih saja korupsi. :( Saya dulu sempat berpikir, apa menekuni pekerjaan menjadi tukang cukur dapat menghasilkan penghasilan tiap harinya. Soalnya kan satu orang yang potong rambut tidak tiap hari, melainkan 3-4 minggu sekali. Ternyata setelah saya tadi tanya,“Alhamdulillah tiap hari ada saja yang cukur rambut mas.” Hem saya jadi sadar. Memang kalau yang namanya rezeki itu sudah diatur oleh Tuhan. Jadi yang penting kita seimbangkan antara doa dan usaha. Betul gak Inspirator?! Hem, tukang cukur saja bersyukur dengan profesinya yang dipandang sebelah mata sama masyarakat. Walaupun sebenarnya masyarakat sangat membutuhkan tukang cukur. Sedikit tapi halal dan barokah itu yang mereka cari. “Yang pentingkan halal dan barokah mas. Itukan yang bikin hidup tenang dan damai. Banyak uang kalau gak bikin hati tenang dan damai buat apa mas. Wong hidup itu hanya sekali saja.” Ucap tukang cukur asal Kota Batu. Maka yang namanya kedamaian, ketenangan dan kemudahan dalam menjalani hidup pun didapat. Beda sama tukang korupsi yang suka mencukur bukan hanya kepala tapi sampai ke hatinya masyarakat Indonesia. Bukan ketenangan yang mereka dapat. Melainkan keresahan dan kebimbangan dalam menjalani kehidupan iniHem jadinya, sahabat pilih yang mana ? Tukang cukur atau tukang korupsi ?

Segala hal itu berpasang-pasangan yang baik sama yang baik begitu juga dengan yang buruk. Jadi kalau dapat uangnya dari yang buruk dengan korupsi. Ya jangan minta kedamaian hidup, yang ada pasti keresahan dan masalah-masalah yang silih berganti tanpa jeda. Itulah Hukum Sebab Akibat.

Nah, ternyata kalau diliat dari cerita Inspiratifnya Sandi, banyak banget ya nilai-nilai pelajaran yang bisa kita ambil, mari jadi orang yang berusaha mencari keuntungan dengan cara yang halal dan bersih, kita jangan sampe jadi orang yang egois ketika berusaha mengambil keuntungan, apalagi korupsi itu sama aja kita ngerampas hak orang lain, kita tau kalo manusia itu gak pernah puas, tapi alangkah baiknya kita terus bersyukur sama Tuhan atas segala nikmat yang Dia berikan. So berpikir dan bertindak terpujilah seperti tukang cukur yang ada di cerita ini. Keep Breathing Keep Inspiring @InspiratorFreak Editor: Dylan Aprialdo Rachman Catetan: Gak usah ragu buat para pembaca Inspirator Freak buat ngirim karyanya, nanti kita publish asalkan itu punya nilai-nilai inspiratif dan bermanfaat banget buat anak muda. Mari kita meng inspire satu sama lain dengan karya kita 😀

LEAVE A REPLY