Ilustrasi

Para pekerja profesional di Vietnam dinilai percaya diri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (Asean Economic Community/AEC). Perusahaan perekrutan pekerjaan di Vietnam telah melakukan survei terhadap 2.500 pekerja profesional dari perusahaan dengan berbagai skala bisnis di seluruh Vietnam, hasilnya sebanyak 92% melihat pemberlakuan MEA sebagai kesempatan untuk mengembangkan karir dan 70% merasa memiliki kemampuan cukup untuk bersaing dengan pekerja asing. MEA, seperti dilansir vietnamplus, diperkirakan bisa menciptakan 14 juta lapangan kerja baru di kawasan Asia Tenggara. Saat MEA diberlakukan, aliran bebas tenaga kerja terampil sangat mungkin terjadi. Hal itu terutama terjadi pada delapan profesi pekerjaan, yakni arsitek , insinyur, surveyor, dokter, dokter gigi, perawat, akuntan, dan pemandu atau pekerja profesional di bidang pariwisata. MEA akan resmi berlaku mulai 31 Desember 2015. Pyu Huynh, ekonom yang khusus menyoroti tenaga kerja dari Organisasi Butuh Internasional (ILO) yang berkantor di Bangkok menyatakan bahwa persepsi yang dimiliki pekerja profesional di Vietnam menunjukkan bahwa tenaga kerja di Vietnam sangat dinamis. Pekerja di negara tesebut sangat ingin mengejar kesempatan pekerjaan baru, mereka merasamemiliki pendidikan dasar yang baik, kemampuan literasi yang kuat, dan kemampuan akuntansi yang baik. “Namun demikian, pekerja di Vietnam tetap menghadapi pesaingan yang ketat dengan pekerja dari negara tetangga, terutama dari sisi penguasaaan bahasa yang lebih baik, kemampuan teknologi, dan keahlian profesi,” kata dia. Pada 2014, Vietnam memiliki 5 juta pekerja namun hanya 10% di antaranya memiiki kualitas tinggi atau tenaga kerja yang bisa secara langsung ditempatkan pada posisi tertentu. Dalam laporan yang dibuat ILO tahun lalu, produktivitas tenaga kerja Vietnam juga ternyata 11 kali lebih rendah dari Republik Korea, 12 kali lebih rendah dari Jepang, dan 18 kali lebih rendah dari Singapura. Bank Dunia juga menyatakan, angka partisipasi kasar di sekolah tinggi di Vietnam pada 2010 juga hanya 65% sedangkan di Republik Korea bisa mencapai 95%. Phung Quang Huy, dari Biro Pengusaha Kadin Vietnam menuturkan, perdagangan bebas MEA memang memberikan prospek atau harapan baru bagi Vietnam, meski hal ini menjadi tantangan bersama pekerja yang tidak cukup kompetitif. “Pekerja berkualitas dapat mengejar peluang pekerjaan yang lebih baik di luar Vietnam atau di negara Asean lainnya, tapi ada juga kemungkinan bahwa pekerja asing akan mengambil pekerjaan di dalam negeri Vietnam yang memang memiliki nilai tambah,” ujar dia.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak Sumber : Berita Satu Editor    : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY