Peduli Kesehatan Seksual Remaja, Campaign dan Kolaborator Gandeng Sensitif VIVO Luncurkan Kampanye #AkuDewasa

Sumber: Dokumentasi Pribadi - Walvenardo

Jakarta, 4 September 2018. Saat pendidikan seksual masih tabu di Indonesia, saat itu pula remaja Indonesia tidak akan pernah benar-benar paham, termasuk soal kesehatan reproduksi. Data Riskesdas menunjukkan bahwa hanya ada 25,1 persen remaja yang pernah mendapat penyuluhan kesehatan reproduksi di Indonesia dan 60,6 persen di lingkup Jakarta.

Rendahnya kesadaran terkait kesehatan reproduksi

Alhasil, hanya sebanyak 17,1 persen remaja perempuan dan 10,4 persen remaja laki-laki yang mengetahui secara benar mengenai masa subur dan resiko kehamilan, berdasarkan data BKKBN pada 2008. Laporan Kementerian Kesehatan RI tahun 2017 juga menyatakan hanya 20 persen remaja berusia 15 – 24 tahun yang mengetahui informasi tentang HIV. Hal ini menunjukkan bahwa remaja Indonesia belum cukup mengetahui perihal kesehatan reproduksi. Padahal, 28 persen total populasi Indonesia adalah remaja.

Kampanye #AkuDewasa

Data ini menjadi landasan Campaign bersama sekitar 20 komunitas sosial lainnya untuk meluncurkan kampanye sosial mengenai kesehatan reproduksi remaja bertajuk #AkuDewasa. Kampanye yang juga didukung Sensitif VIVO ini digagas sebagai bentuk dukungan dan tanggung jawab kami dalam memperingati Bulan Awareness Kesehatan Seksual setiap September, sekaligus Hari Kesehatan Seksual Sedunia yang jatuh pada 4 September.

Selain itu, kampanye ini juga lahir dari tanggung jawab atas banyaknya remaja yang menanyakan hal-hal seputar seksualitas dan reproduksi ke akun media sosial Sensitif VIVO.

“Dari sini, kami merasa bahwa sebenarnya mereka membutuhkan wadah yang cukup bertanggung jawab dalam memberikan informasi yang positif guna menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Dengan semakin terbukanya jaringan informasi digital, kalau dibiarkan, besar kemungkinan mereka akan mendapatkan informasi yang salah. Akibatnya, persepsi mereka terhadap kesehatan seksual dan reproduksi bisa saja mengarah kepada perilaku seks beresiko yang tidak bertanggung jawab,” tutur CEO Sensitif VIVO–Yoevan Wiraatmaja.

Bertujuan untuk mengedukasi

Lantas, kampanye #AkuDewasa ini diharapkan dapat menjadi wadah dan sarana edukasi kesehatan reproduksi pada remaja di Indonesia, serta menjadi esensi dari bentuk kedewasaan remaja dalam bertindak, berpikir, dan berperilaku.

Sumber: Dokumentasi Pribadi – Walvenardo

“Yang saya lihat kebanyakan dari program pendidikan yang ada, sifatnya menumbuhkan ketakutan remaja terhadap seksualitas, bahwa itu adalah sesuatu yang berbahaya. Nah, cara ini kurang efektif karena data hasil beberapa penelitian menunjukkan ketika ditakut-takuti, remaja justru tidak mengurangi perilaku seksualnya. Mereka tetap melakukan aktivitas seksual, namun dilakukan dengan cara yang tidak aman (tidak menggunakan pengaman fan mereka tidak memeriksakan diri secara berkala untuk screening infeksi menular seksual),” jelas Psikolog Klinik Angsamerah–Inez Kristanti.

Siap melibatkan banyak anak muda

Peluncuran kampanye ini juga menjadi awal dari sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan selama enam bulan ke depannya. Sejumlah kegiatan tersebut akan melibatkan remaja secara langsung, seperti roadshow ke sekolah dan universitas, pemilihan ambassador, dan peringatan Hari AIDS Sedunia.

“Kami merasa isu kesehatan reproduksi menjadi sesuatu yang sangat penting, dan kami melihat kebutuhan untuk membuat kegiatan yang melibatkan remaja secara langsung, dengan harapan kegiatan ini akan tepat pada sasaran dan dampaknya dapat dirasakan langsung oleh remaja,” tutur CEO Campaign–William Gondokusumo.

Mengingat pentingnya isu ini, William lantas mengajak masyarakat untuk turut terlibat dalam mendukung dan memberikan edukasi kesehatan reproduksi yang tepat. Dukungannya juga bisa disampaikan dengan beraksi di halaman kampanye #AkuDewasa di aplikasi Campaign atau kunjungi website resmi Campaign.com.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here