Pahit dan Manisnya Adaptasi Buku ke Layar Lebar

Source: chinalawblog.com

Halo Inspirator!

Semoga selalu dalam keadaan sehat dan bersemangat 🙂

Tahukah Inspirator, Adaptasi cerita buku ke layar lebar bukanlah sebuah hal yang baru. Seri Harry Potter, Lord of The Rings, hingga James Bond adalah beberapa judul yang sukses tak hanya dalam menaikki tangga blockbuster tetapi juga dalam menggambarkan cerita dalam lembaran buku tersebut menjadi nyata.

eragon-2006-free-full-download-movie-hd
Eragon, adaptasi ke layar lebarnya hanya terhenti di satu film saja | Source: kickasstoo.com

Tetapi, kisah sukses adaptasi buku ke layar lebar tak selalu berakhir sukses. Masih ingat Eragon? Film yang diadaptasi dari seri buku yang sukses ini bahkan tidak melanjutkan produksinya setelah film pertama. Film lain seperti seri The Hunger Games misalnya memang masih menduduki posisi dalam box office tetapi mendapat banyak kritik dan ekspresi ketidakpuasan, terutama dari para penggemar serial bukunya.

Hal yang paling sering ditemukan seorang penggemar buku yang penuh harap menonton cerita kesukaannya menjadi nyata adalah absennya berbagai aspek yang dirasa penting dibuku—hal tersebut tidak ditunjukkan atau dijelaskan di film. Declan Burke, seorang penulis dari Irlandia, menulis bahwa absennya aspek-aspek ini tak semerta-merta berasal dari motivasi komersial saja, tetapi pada dasarnya, bagaimana sebuah literatur dan film memiliki cara yang berbeda dalam menyampaikan sebuah cerita.

Maka, bagaimana sebuah buku diadaptasi ke dalam sebuah film sangat tergantung dari orang-orang yang ada dalam produksinya—lebih dari sekedar kemampuan, tetapi keinginan untuk menjadikan kisah di buku tersebut menjadi nyata.

godfather
Meski cerita bukunya dinilai buruk, adaptasi layar lebar The Godfather sukses dengan tiga film | Source: wallpapercave.com

Tidak ada rumus pasti, yang jelas. Sebuah buku yang buruk bisa diubah menjadi salah satu film paling legendary sepanjang masa, The Godfather. Sebaliknya, sebuah buku yang memiliki banyak penggemar dan best-seller bisa diubah menjadi sajian film yang mengecewakan.

Terdapat beberapa faktor yang dapat dilihat apabila kita mencoba mengetahui mengapa sebuah adaptasi bisa menjadi gagal. Salah satu faktor yang paling sering dirasa menjadi penyebab adalah ketika sebuah rumah produksi mengadaptasi sebuah cerita buku, mereka hanya membuatnya untuk profit semata.

Mempertimbangkan banyaknya penggemar sebuah buku, maka sangat rasional apabila membuat film berdasarkan buku tersebut dengan harapan para penggemar buku tersebut akan menontonnya. Kadang hal ini juga menjadikan sebuah cerita dapat dipanjangkan sedemikian rupa seperti seri The Hobbit yang dipanjangkan menjadi tiga buah film demi ambisi sutradara dan keuntungan rumah produksi.

Source: chinalawblog.com
Adaptasi cerita buku ke layar lebar, profit-oriented | Source: chinalawblog.com

Faktor mengutamakan profit ini juga berpengaruh pada hal-hal lainnya dalam pembuatan film adaptasi. Sebuah cerita yang populer (untuk memperoleh keuntungan) harus segera dibuat adaptasi filmnya meskipun para pembuat film tidak memiliki ketertarikan dengan materi yang akan dibuat ataupun pada dasarnya materi dari buku tersebut tidak cocok untuk dijadikan sebuah film. Perlu kembali diingat bahwa bercerita dalam film dan dalam buku memiliki pendekatan yang berbeda, maka meskipun ide ceritanya sama, hasil akhirnya jelas bisa berbeda.

Pada akhirnya, tren adaptasi dari buku ke film tidak akan berhenti dalam waktu dekat—dan itu sama sekali tidak masalah. Berdampingan dengan cerita-cerita yang memang khusus dibuat untuk film, adaptasi novel ke film memiliki ‘seni’-nya sendiri yang menarik. Para penggemar buku tetap menantikan karakter-karakter favoritnya menjadi nyata dan para penggemar film tetap terhibur dengan cerita-cerita adaptasi tersebut.

Namun, lebih dari itu semua, baik dan buruknya film yang diadaptasi dari sebuah novel tidak ditentukan dari novel itu sendiri tetapi ditentukan dari bagaimana film tersebut berhasil memberikan sentuhannya dalam membuat sebuah cerita menjadi nyata.

Keep Breathing, Keep Inspiring

Penulis: Seren Trihardja

Editor: Agung Tyanto

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here