Duel Sumber Karbohidrat: Nasi vs Kentang, Mana Lebih Sehat?

Antara nasi dan kentang sebagai makanan pokok dan sumber karbohidrat, menurut kamu lebih sehat mana?

Randy Pangalila, model dan aktor peran Indonesia yang baru memenangi ajang MMA (Mixed-Martial Arts), belum lama ini memberikan pengakuan bahwa dia sudah berhenti total mengonsumsi nasi (putih, merah, cokelat) sebagai makanan pokok sejak 2011, bahkan juga mengurangi mi. Kebutuhan karbohidratnya dia penuhi dengan mengonsumsi roti gandum dan apel.

Aktor dan aktris Korea, juga beberapa model internasional papan atas, juga diketahui sudah sejak lama mengurangi, bahkan menghindari mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok–meskipun lebih karena alasan menjaga kecantikan dan bentuk tubuh daripada kesehatan.

Sebagian besar rakyat Indonesia, yang makanan pokoknya nasi, kerap berpikir sumber karbohidrat hanya dari nasi, padahal masih ada kentang, jagung, sagu, gandum, dan beberapa sereal atau umbi lain yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat.

Sumber karbohidrat alternatif

Seiring dengan kemajuan pendidikan dan pola pikir, semakin banyak orang (terutama warga perkotaan) yang mengurangi, atau total berhenti, mengonsumsi nasi dan beralih ke sumber karbohidrat alternatif. Kentang menjadi salah satu pilihan populer karena ketersediaannya cukup terjamin karena tidak bergantung pada impor.

Bagi orang yang lebih memprioritaskan kesehatan daripada sekadar perut kenyang, ketika berencana meninggalkan nasi sebagai sumber karbohidrat utama pasti bertanya-tanya mana lebih sehat: mengonsumsi nasi atau kentang?

Tergantung cara penyajian

Jawabannya sederhana, tapi mungkin tidak terlintas di pikiran banyak orang–yaitu tergantung cara penyajiannya. Untuk setiap 100 gramnya, nasi putih mengandung 27.9 g karbohidrat dan 129 kkal; kentang mengandung 15.71 g karbohidrat dan 70 kkal. Dari perbandingan ini terlihat kentang putih mengandung jauh lebih sedikit karbohidrat, yang memang dihindari orang-orang yang memperhatikan kesehatan fisiknya atau bagi penderita diabetes.

Tetapi, jika kentang digoreng, karbohidratnya akan bertambah menjadi 35.66 g dan kalorinya 274 kkal. Hal yang sama terjadi pada nasi, jika digoreng jumlah karbohidrat dan kalorinya juga meningkat.

Jadi, sebaiknya pilih mana?

Entah kamu penggemar berat nasi atau kentang, ada saran sederhana: hindari cara mengolah dengan menggorengnya. Pengolahan yang tepat bisa dengan mengukus, merebus, atau memanggang. Dan ingat, kesehatan tubuh kita dipengaruhi zat-zat gizi lain, jadi lengkapi makanan pokokmu dengan makanan pendamping seperti protein, lemak, serat, vitamin, mineral, dan air dalam jumlah seimbang.

Baca juga: makanan sehat untuk anak kos.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here