Nadiem Makarim, Kolaborasi Dorong Indonesia Menjadi Ekosistem Teknologi Terbesar di ASEAN

Nadiem Makarim, Kolaborasi Dorong Indonesia Menjadi Ekosistem Teknologi Terbesar di ASEAN
Foto: Dok. pribadi

Bagi para pelaku startup, nama CEO Gojek, Nadiem Makarim tentu sudah tidak asing lagi. Sepak terjangnya dalam membangun starup Gojek hingga sebesar saat ini selalu menjadi perhatian dan yang paling dinanti dalam seminar. Termasuk kehadirannya sebagai salah satu pembicara di Tech in Asia.

Di hadapan ratusan pengunjung dan pelaku startup, Nadiem berbagi pengalaman dan pandangannya mengenai regulasi yang diterapkan pemerintah. Menurutnya, inovasi regulasi dari pemerintah lebih prinsip dan Gojek menyambut sangat baik karena pemerintah sangat mendukung industry startup di Indonesia.

Hal-hal yang perlu menjadi fokus pemerintah adalah regulasi, melepas aturan, semakin membebaskan startup untuk tumbuh tanpa harus diribetkan birokrasi, perizinan yang lebih  mudah. Serta membuka pintu sebesar-besarnya kepada orang luar untuk datang agar saling berbagi pengetahuan dan talent Indonesia juga terekspose dengan talent dari luar.

“Kita tidak boleh sempit nasionalisme, perusahaan-perusahaan yang memiliki pengetahuan harus ada di Indonesia karena dengan sendirinya akan mendorong talent Indonesia maju.” ujarnya. Untuk itu, Gojek sudah membuka kesempatan itu dengan mempekerjakan talent dari Bangalore, India, untuk CTO (Chief Technological Officer) dan tim engineer. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong Indonesia menjadi ekosistem teknologi terbesar di Asean Tenggara.

Selain itu, Nadiem juga menyampaikan beberapa tips untuk para pelaku startup di Indonesia, khususnya untuk seorang owner startup. Menurutnya, seorang owner harus berpikir besar dan berani menjual besarnya potensi suatu usaha.

Dan satu hal yang tak kalah penting, pastikan tim inti dari startup memiliki kepemilikan saham sehingga ketika ada investor, owner percaya diri karena ada tim yang stay.

“Gak boleh pelit bagi2 saham. Jangan hanya CEO dan Founder saja yang punya saham. Harus dibagi-bagi ke tim intinya sehingga bisa meningkatkan startup kelevel berikutnya. Saat Gojek baru mulai, saya bagi-bagi saham udah kayak kacang. Saat ini terbukti semuanya mentalitasnya pemilik bukan pekerja.” tuturnya.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis : Ifa Ikah

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here