musa izzanardi
Foto: Tempo.co

Masih ingat Musa Izzanardi? Anak berusia 13 tahun yang menjadi peserta termuda Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 2016 lalu. Saat itu Izzan mengikuti SBMPTN agar masuk ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung (ITB). Sayangnya saat itu ia tidak lulus seperti yang diharapkan.

Meski gagal, bocah cerdas ini tak berputus asa. Apalagi keinginan untuk kuliah di ITB sudah dipendamnya sejak berusia empat tahun. Akhirnya setelah satu tahun, ia kembali mencoba mengikuti SBMPTN dan namanya pun masuk dalam daftar peserta yang lulus. Izzan pun diterima sebagai mahasiswa ITB seperti yang diharapkannya.

Yanti Herawati, ibu kandung Izzan, mendapat kabar dari Izzan melalui sambungan telepon bahwa anaknya diterima di Fakultas MIPA ITB. “Izzan memang bercita-cita menjadi ilmuwan fisika dan ahli nuklir,” kata Yanti kepada seperti dikutip dari Tempo.co (13 Juni 2017).

Sejak kecil Izzan sudah dikenal sebagai bocah yang cerdas. Psikolog mengatakan bahwa Izzan berpotensi sebagai anak jenius. Tingkat kecerdasannya di atas usia anak sebayanya. Padahal ia didiagnosa mengalami Autism Spectrum Disorder (ASD) atau gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi kemampuan IQ. Izza pun sempat menjalani terapi dalam kurun waktu tertentu bahkan menempuh pendidikan home schooling. Sang ibu yang mengajarinya sendiri.

Suatu ketika, Izzan bertanya kepada ibunya tentang sosok Sir Isaac Newton. “Bu kenapa Newton bisa menghitung gerak planet?,” kata Yanti menirukan pertanyaan anaknya. “Saya jawab, Newton menghitung dengan rumus matematika.” Tambahnya.

Nah, gagal bukan berarti menyerah pada impian kan, Inspirator. Buktinya Izzan. Meski memiliki keterbatasan dan sempat gagal di seleksi pertama, Izzan membuktikan bahwa kesempatan itu selalu ada. Selamat Izzan atas kelulusannya!

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY