Hari radio nasional
Sumber: mcqmedia.us

Media digital sudah merajalela di kehidupan semua orang. Tanpa Inspirator sadari, radio merupakan media elektronik yang paling populer di eranya saat itu. Radio Republik Indonesia (RRI) didirikan pertama kali pada tanggal 11 September 1945. Sejak saat itulah, diperingati sebagai Hari Radio Nasional atau Hari Radio Republik Indonesia. Hari radio nasional Mungkin bagi sebagian kalangan, Hari Radio Nasional tidak populer. Mengapa demikian? Berikut rangkuman yang dikutip dari www.romelteamedia.com.

Pertama, Hari Radio Nasional identik dengan RRI. Sayangnya, popularitas RRI sudah lama redup tergilas popularitas radio-radio swasta (komersial). Bahkan, RRI bagi sebagain kalangan identik dengan jadul dan para orangtua. Jarang banget kali ya, anak muda yang demen dengerin RRI?

Kedua, tidak ada konsep dan program yang jelas dan populis untuk merayakan Hari Radio Nasional. Minimal tidak tahu apa acara perayaannya yang bisa menarik perhatian publik. Kita bisa “nyontek” konsep World Radio Day 13 Februari.

Menurut UNESCO, is World Radio Day — a day to celebrate radio as a medium; to improve international cooperation between broadcasters; and to encourage major networks and community radio alike to promote access to information, freedom of expression and gender equality over the airwaves. As radio continues to evolve in the digital age, it remains the medium that reaches the widest audience worldwide. It is essential to furthering UNESCO’s commitment to promote gender equality and women’s empowerment. 

Nah, itu konsep Hari Radio Sedunia. Meskipun Hari Radio Nasional 11 September tidak populer, tetap kita wajib ucapkan Selamat Hari Radio Nasional. “Sekali di udara tetap di udara…”  jargon RRI yang kini berubah menjadi “Jaringan Berita Nasional”.

Riset Masyarakat Masih Mendengarkan Radio

Hari radio nasional
Sumber: twitter.com/shoutcap

Dalam voting yang dilakukan akun Twitter @ShoutCap, ternyata 73% masyarakat Indonesia masih suka mendengarkan radio dan sisanya, yaitu 27% melakukan sebaliknya.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis: Indah Nur Wijayanti

Editor  : Siti Ayu Handayani

Inspirator Freak

SHARE
Previous article7 Platform Karya Seni Ini Wajib Kreator Kunjungi
Next articleKesatuan Archipelago Dalam Rangkaian Acara U-Fest MMXVI

LEAVE A REPLY