Model Dengan Down Syndrome Ini Membuktikan Kecantikan Itu Milik Semua Orang

down syndrome
Foto: Sorria.com.br

Untuk saat ini, singkirkan pakem wajib untuk menjadi model itu harus tinggi, kurus, putih, langsing dan serentetan stereotip lainnya. Pasalnya pakkem wajib seperti itu sudah gak berlaku lagi di dunia modeling. Saat ini justru banyak bermunculan model baru yang jauh dari hal stereotip diatas namun memiliki keunikan yang khas.

Sebelumnya di Inspirator Freak pernah mengulas tentang model dengan kecantikan unik dalam artikel Foto-foto Ini Tunjukkan Sisi Indah Kelainan Pigmen10 Model Ini Membuktikan Bahwa Kecantikan Tak Memiliki Batasan dan Lara Dan Mara, Model Kembar Albino Tunjukkan Makna Cantik Yang Unik. Kini giliran model dengan down syndrome, Katie Maede menunjukkan bahwa siapapun berhak menjadi model.

Dilansir dari metro.co.uk, sebelumnya Katie Maede adalah seorang atlet olimpiade khusus. Tumbuh dan besar di Des Miones, Iowa, Amerika Serikat, sejak kecil ia memimpikan menjadi seorang model. Ia pun kerap memakai berbagai jenis pakaian dan bermain dengan lipstik.

Sayangnya impiannya tersebut harus ia pendam lantaran harus berjuang melawan kesehatannya. Saat masih anak-anak, ia sempat menjalani dua operasi jantung terbuka. Tidak hanya itu saja, Katie kecil juga mendapat intimidasi dari teman-teman sekolahnya.

“Terlahir dengan down syndrome membuat anak-anak lain mengolok-olok saya. Saya tidak pernah diterima karena katanya saya “tidak normal”. Kebanyakan anak seperti saya tidak memiliki kesempatan menjadi bagian dari acara sekolah. Sebab, kami diberi label “anak terbelakang”.” ujar Katie.

Tak mau dianggap anak terbelakang, Katie pun menunjukkan kemampuannya. Ia ikut berkompetisi dan berhasil menjadi atlet di Olimpiade khusus di beberapa cabang olahraga dari bola basket sampai senam.

Namun kini, ia bekerja sebagai model. Katie menjadi model pertama dengan down syndrome yang membawa kampanye kecantikan. Tujuannya untuk memastikan semua orang merasa cantik. Usai menjadi atlet, Katie pun menemukan jalannya untuk kembali pada mimpinya dulu, menjadi seorang model.

Foto: Tribun.style.com

Pada 2016, Katie mendapat kontrak menjadi model dengan Beauty & Pin-up, sebuah salon kecantikan internasional. Sekarang, di usianya yang menginjak 33 tahun, Katie sangat bersemangat mendorong orang lain, terlebih mereka yang memiliki cacat atau tidak, untuk menganggap diri mereka layak mendapat tempat di dunia, termasuk di dunia mode dan kecantikan.

Katie ingin membuktikan bahwa “kecantikan itu milik semua orang”. Termasuk mereka ada ada di dalam industri kecantikan dan mode.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here