kesalahan dalam hidup
linkedin.com

hidup Menurut orang bijak, hidup yang sukses itu bukan diukur dari pencapaian yang kita miliki saat ini, tetapi dari seberapa banyak pengalaman  pahit yang berhasil kita lewati. Bisa gak, nih, kita belajar dari pengalaman (pahit)? Sejatinya, dalam hidup kita tidak mungkin pernah dapat mencapai kesempurnaan, apalagi membuat seakan-akan hidup memang terasa asyik-asyik saja untuk dinikmati. Hidup merupakan perihal mengenai proses, kesalahan, belajar, dan selanjutnya berkembang. Jika kita mencoba untuk menikmati setiap langkah-langkah itu, bisa dipastikan kapasitas diri akan meningkat lebih baik dari sebelumnya. Nah, untuk menjadi lebih baik, harus ada perbaikan yang kita lakukan setiap harinya. Inspirator pernah bikin kesalahan? Gak masalah! Soalnya kita jadi bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang sudah kita perbuat. Berikut 5 kesalahan hidup yang “harus” kita buat supaya kita bisa belajar dan menjadi lebih baik di masa depan. Percayalah dengan orang yang salah percaya hidup Dunia ini penuh sama orang baik, tapi pasti ada aja orang jahat yang nyempil di antara mereka. Kalau kita sempat percaya sama orang yang salah (dengan kata lain, kita ditipu abis-abisan!), kita jadi bisa belajar kayak apa sih karakter orang yang bisa kita percaya di masa depan? Jadi, kalau kita pernah merasa ketipu—entah sama teman, pacar, atau bahkan online shop seller—kita sebenarnya sudah mendapat pelajaran berharga bagaimana mencari orang yang benar-benar bisa kita percaya. Selalu awali dengan optimis dan open minded, jangan terlalu cepat untuk memberikan penilaian atau judgement juga, yah. Hal yang seperti itu akan mengajarkan kita untuk memberikan penilaian extra hati-hati terhadap orang lain Punya keuangan yang berantakan

uang hidup
http://www.mobilecasinoparty.com
Kalau urusan uang jajan kita masih ditanggung oleh orang tua, coba deh, sekali-kali minta uang jajan sekaligus untuk sebulan, terus belajar atur sendiri keuangan kita selama sebulan itu. Lakukan segala hal yang ingin kita lakukan, misalnya, nongkrong di coffee shop mahal setiap hari demi ikut-ikutan teman, atau beli tas dan sepatu mahal yang sebenarnya gak kita butuhkan. Nanti, ketika tiba-tiba kita perlu uang di saat-saat genting dan kita lagi bokek karena menjalani gaya hidup diatas, kita jadi merasakan betapa pentingnya mengatur uang dengan baik dan bijaksana! Membuat keputusan yang egois
selfish hidup
jacobinmag.com
Ketika kita masih muda seperti sekarang, kita akan cenderung mengambil keputusan-keputusan egois. Wah, ini bukanlah tuduhan semata-mata. Faktanya, sejak kecil kita selalu diajarkan untuk berempati sama orang lain alias merasakan hal yang dirasakan orang lain, tentu saja hal seperti itu gak bisa dipelajari secara abstrak ataupun lewat teori doang. Empati harus diasah dengan pengalaman. Ketika kita mengambil keputusan yang egois, kita akan merasakan dampaknya, yang bakal bikin hidup kita berantakan. But no worries, karena setelahnya, kita jadi bisa belajar untuk memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Intinya, saling menghargai dan menghormati. Cari jalan pintas untuk keluar dari permasalahan Sisi-Positif-Mencontek2 Pusing sama ujian mata kuliah yang materinya gak kalian pahami? Bikin contekan aja. Pengen punya uang saku tambahan? Tinggal bohongin orang tua soal uang kuliah. Gak suka sama bos di tempat kerja baru? Gak usah bertahan lama-lama, lah. Cusss, cari kerja baru lagi! Hal-hal tersebut adalah contoh cara-cara kabur dari permasalahan lewat jalan pintas. People use shortcuts all the time, tapi setelah kita melakukan hal tersebut, kita akan belajar bahwa kabur dari permasalahan justru akan menciptakan masalah baru. Kita akan dicap sebagai orang yang berkualitas rendah dan mudah menyerah. Percaya deh, ujung-ujungnya, kita bakal menyesal. Apalagi kalau pas ketauan bohong! Ada baiknya kalau kita berhadapan dengan situasi buruk, kita harus menghadapinya. Hal tersebut justru akan mengantarkan kita menuju pintu kesuksesan Bekerja dan belajar terlalu keras
https://bobchoat.files.wordpress.com
https://bobchoat.files.wordpress.com
If you choose to work too hard once, and you burn out, that’s an awesome opportunity to learn. But you have to learn from it. Banyak sekali anak muda meng-abuse jargon “work hard” di masa kuliahnya. Dengan kata lain, mereka cuma belajar, belajar, dan belajar demi mendapatkan nilai bagus. Boleh aja sih kita coba hidup seperti itu, supaya kita sadar bahwa sebenarnya belajar gila-gilaan terus menerus gak menjamin hidup kita jadi lebih baik. Kalau kita work smart—alias belajar dengan efektif dan efisien—dan gak hanya sekedar work hard, kita bakal lebih bisa menikmati hidup. Misalnya, kita jadi punya waktu untuk berorganisasi untuk melatih soft skill, atau kalau gak kita cukup menikmati hari-hari bersama teman dan membangun networking yang kuat.

***

Jangan pernah takut bikin kesalahan ya, Inspirator. Yang harus kita takutkan adalah kalau kita gak belajar dari kesalahan-kesalahan yang sudah kita lakukan! Keep Breathing Keep Inspiring! Penulis : Rianda Rizky Permata Editor   : Kintan Lestari   Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

     

SHARE
Previous articleMenaker: Sektor Pariwisata Paling Siap Hadapi MEA
Next articleKetika Harus Memilih Kuliah atau Kerja?

LEAVE A REPLY