Meski Berbeda, Kisah Tiga Balerina Ini Sungguh Menginspirasi

Tiga balerina
(Foto: sbs.com.au)

Tarian balet identik dengan keanggunan dan keindahan. Menjadi balerina pun menjadi impian bagi banyak orang. Dibalik keanggunan dan keindahan tersebut, ternyata diperlukan kerja keras untuk menjadi seorang balerina profesional.

Karena rasa cintanya dengan dunia balet, tiga orang ini rela bekerja lebih keras lagi untuk menjadi balerina meskipun mengalami hambatan. Kisah mereka pun menjadi inspirasi banyak orang dan membuktikan bahwa jika kita benar-benar menginginkan sesuatu, pasti ada jalan bagi kita untuk meraihnya.

  • Ma Li dan Zhai Xiao Wei (Pasangan Balerina Difabel)

(Foto: muavietnam.com)

Penari balet identik dengan postur tubuh yang baik. Akan tetapi, bukan berarti mereka yang tidak memiliki tubuh sempurna tidak bisa menjadi balerina. Hal ini dibuktikan oleh pasangan Ma Li dan Zhai Xiao Wei. Ma Li adalah seorang balerina profesional dari Provinsi Henan, Cina. Tahun 1996 saat usianya 19 tahun, ia mengalami kecelakaan mobil sehingga lengan kanannya diamputasi.

Pada awalnya, ia merasa sangat terpuruk dengan kondisinya. Namun berkat dukungan penuh kedua orang tuanya, pada tahun 2001 Ma Li kembali ke dunia balet. Ia berlatih kembali dengan keras hingga akhirnya berhasil meraih medali emas dalam kejuaraan tari untuk penyandang disabilitas. Kepercayaan dirinya pun tumbuh kembali.

Pada tahun 2005, Ma Li bertemu Zhai Xiao Wei untuk pertama kalinya. Zhai Xiao Wei sendiri kehilangan kaki kirinya pada saat berusia 4 tahun karena jatuh dari traktor dan kakinya harus diamputasi. Tetapi, kedua orang tuanya terus memberikannya motivasi sehingga ia tumbuh penuh dengan keoptimisan, bahkan pernah menjadi atlet lompat tinggi, lompat jauh, berenang, dan balap sepeda.

Ma Li merasa yakin bahwa Zhai Xiao Wei dapat menjadi pasangan baletnya. Untuk meyakinkannya, Ma Li memberikan tiket pertunjukan dirinya menari balet. Karena Wei melihat Ma Li menari dengan begitu indah dengan keterbatasannya, Wei setuju untuk menjadi pasangan penari Ma Li.

Setiap hari mereka berlatih dari pukul 8 sampai 11 malam. Kerja keras mereka tidak sia-sia. Pada April 2007, Ma Li dan Zhai Xiao Wei berhasil mendapatkan medali perak di lomba tari “4th CCTV National Dance Competition”.

  • Stephanie Kurlow (Balerina Berhijab Pertama di Dunia)

(Foto: sbs.com.au)

Seorang balerina biasanya mengenakan leotard (pakaian ketat) dan rok tutu saat tampil, serta rambut yang diikat atau dicepol. Tetapi, bukan berarti hal tersebut menghalangi perempuan yang berhijab untuk menari balet. Hal ini yang dibuktikan oleh Stephanie Kurlow, remaja 15 tahun yang tinggal di Sydney, Australia.

Sejak kecil Stephanie menyukai dan aktif berlatih balet. Hingga pada tahun 2010 saat ia berusia 8 tahun, keluarganya menjadi mualaf. Stephanie dan ibunya pun memutuskan memakai hijab. Pada awalnya, ia memang sempat berhenti menari balet karena beranggapan bahwa tidak bisa lagi menjadi balerina dengan hijabnya.

Anggapan tersebut luntur setelah mendapat inspirasi dari atlet angkat berat yang berhijab, Amna Al-Haddad, pembaca berita berhijab pertama di televisi Amerika Serikat, Noor Tagouri, dan balerina Michaela DePrince dan Misty Copeland yang tetap berkarya meski mereka warga keturunan Afrika-Amerika. Masalah kembali muncul karena tidak ada studio balet yang mau menerimanya karena dirinya berhijab. Karena itulah, ibunya membuka studio Australian Nasheed & Arts Academy pada tahun 2012.

Di sana diajarkan balet, seni bela diri dan seni aborigin bagi siapa saja, tanpa memandang penampilan orang tersebut. Stephanie pun kembali menari balet dan pada tahun tersebut, Stephanie meraih juara pertama dalam ajang pencarian bakat Muslim. Ia juga dianugerahi Most Inspirational Young Star di Sydney’s Youth Talent Smash yang berlangsung tahun 2013, saat menari mengenakan hijab.

Hingga kini, Stephanie terus berlatih balet dan telah menginspirasi banyak orang. Ia tidak ingin orang-orang yang diskriminatif menahan siapa pun mencapai impian mereka dan bercita-cita melakukan pemberdayaan perempuan. Karena itulah ia telah meluncurkan halaman penggalangan dana di LaunchGood.com untuk membuka sekolah seni pertunjukan di Sydney.

Ia percaya bahwa suatu hari semua anak dan orang muda akan memiliki kesempatan untuk melakukan dan menciptakan sesuatu, tanpa mengorbankan nilai-nilai, kepercayaan atau penampilan mereka. (II)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here