Merayakan Hari Bumi Bersama 3 Komunitas Pecinta Lingkungan Inspiratif

Selamat hari bumi para inspirator! Hari ini, tanggal 22 April diperingati oleh berbagai negara di dunia sebagai Hari Bumi. Apakah kalian sudah menunjukkan kepedulian terhadap bumi kita? Kalau belum, yuk kita bersama-sama mulai beraksi nyata menjaga bumi kita seperti yang dilakukan oleh 3 komunitas pecinta lingkungan berikut ini:

  1. Green Generation

(Foto: balikpapan.prolokal.co)

Green Generation hadir atas dasar kesadaran dan kepedulian sekelompok generasi muda untuk dapat terlibat aktif dalam mengembangkan generasi yang peduli dan berbudaya lingkungan. Komunitas ini dibentuk pada 22 Agustus 2009 oleh Pandu Wicaksono yang saat itu adalah ketua OSIS di SMPN 3 Balikpapan.

Sejak saat itu, Green Generation terus berkembang pesat tidak hanya di Balikpapan tapi juga kota-kota lainnya di indonesia. Terhitung kini terdapat 124 kota dan kabupaten di 29 provinsi yang terlibat aktif. Berbagai kegiatan yang telah diadakan diantaranya  adalah Green Generation Indonesia Awards dan Jambore Generasi Hijau Nasional (JGHN).

(Foto: imgrum.org)

Selain itu, Green Generation di tiap daerahnya juga aktif mengadakan kegiatan. Seperti misalnya membersihkan tempat-tempat umum di daerah masing-masing, kegiatan menanam pohon, membuat bank sampah, membersihkan sungai, dan masih banyak lagi.

Dalam memperingati hari bumi tahun ini, secara nasional Green Generation Indonesia akan melakukan gerakan sosial ‘Sampahmu untuk Bukuku’. “Jadi nanti di tiap-tiap daerah kami akan mengumpulkan buku-buku bekas dari sekolah-sekolah misalnya. Lalu, akan ada pembagiannya. Kalau layak akan langsung disumbangkan. Kalau yang kurang cocok akan kami jual lalu dananya baru digunakan untuk membeli buku baru atau peralatan sekolah”, jelas Rafli Rezatama selaku Sekretaris Jenderal Green Generation Indonesia.

  1. Bye Bye Plastic Bags

(Foto: byebyeplasticbags.org)

Ungkapan ‘age is just a number’ sepertinya tepat untuk menggambarkan Melati Wijsen dan Isabel Wijsen, kakak beradik yang berasal dari Bali. Pada tahun 2013 saat usia mereka masih 12 dan 10 tahun, mereka telah memelopori berdirinya Bye Bye Plastic Bags. Melalui komunitas ini, kedua siswa Green School Bali tersebut mengajak orang-orang dari berbagai penjuru Bali untuk mewujudkan pulau mereka bebas dari sampah, terutama sampah plastik.

Berbagai cara mereka lakukan untuk menjalankan misi mereka seperti membagikan kantong kertas ke kios-kios, memunguti sampah plastik di jalan dan di pantai, hingga terus berkoordinasi dengan pemerintah Bali agar bisa diterapkan aturan pelarangan penggunaan kantong plastik. Dalam perayaan Hari Bumi tahun 2017 ini, Bye Bye Plastic Bags akan melakukan sejumlah aksi, diantaranya adalah berpartisipasi di Sustainable Solutions Festival dan Malu Dong Buang Sampah Festival.

(Foto: byebyeplasticbags.org)

Gerakan yang mereka lakukan telah menarik perhatian banyak orang di tempat lain untuk melakukan gerakan serupa. Baru-baru ini, Melati dan Isabel bahkan masuk ke dalam daftar Forbes Indonesia sebagai ‘Top 10 Inspiring Women in the Country’. Wow!

Jadi, terbukti kan kalau umur bukan penghalang bagi kita untuk mulai melakukan suatu aksi? Seperti pesan dari Melati, “Don’t let your age or anyone stop you from doing what you love and what you are passionate about. Find that one thing that excites you! And go for it. If you have the pure intentions to create a better world, good things will come your way. You have a voice, use it! Us kids may only be 25% of the worlds population, but we are 100% of the future.” 

  1. Malu Dong Community

Nama komunitas yang satu ini memang cukup unik. Isinya bukan orang-orang yang pemalu, melainkan orang-orang yang sangat peduli dengan kebersihan lingkungan. Komunitas ini bermula dari sebuah gerakan “Malu Dong Buang Sampah Sembarangan” yang diinisiasi oleh Komang Sudiarta pada tanggal 29 April 2009. Kemudian bersama teman-temannya, mereka melakukan aksi nyata dengan mengedukasi masyarakat sekitar tempat tinggalnya dan juga sekolah-sekolah mengenai sampah. Di berbagai tempat yang mereka datangi, dengan ikhlas komunitas ini memunguti sampah yang ada tanpa menggurui orang yang membuang sampah sembarangan itu. Tujuannya adalah agar oknum-oknum tersebut merasa malu sendiri dengan perbuatan mereka.

Hingga kini mereka terus konsisten dengan aksi mereka. Total ada 179 volunteer yang terlibat dalam komunitas ini. Setiap hari Minggu pukul 5 sore, mereka mengadakan beach clean up di Pantai Metasari, Sanur, Bali.  Selain itu, di berbagai event seni dan musik di Bali, Malu Dong Community bekerjasama dengan panitia penyelenggara dengan membuka booth komunitas tersebut.

Dalam rangka Hari Bumi tahun 2017 ini sekaligus hari ulang tahun komunitas mereka, Malu Dong Community akan mengadakan Malu Dong Festival di Lapangan Puputan, Denpasar, Bali pada 22-23 April 2017. Tema yang diangkat adalah “Bersama Kita Bisa : Segara Gunung Bersih, Bali Bersih”.

“Acaranya sendiri ada banyak banget. Ada 22 komunitas seputar sampah dan lingkungan yang akan turut berpartisipasi juga, 18 band keren yang akan tampil, 21 workshop dan pertunjukkan dari seniman-seniman dan anak sekolah, berbagai kegiatan untuk anak sekolah dari TK hingga SMA, aneka booth, dan masih banyak lagi”, tutur Elzafani Ovina Lesmana selaku koordinator volunteer Malu Dong Community.

Keep Breathing, Keep Inspiring! 

Inspirator Freak 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here