Hai Inspirator! Ditengah obrolan hangat mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Inspirator Freak mau berbagi wawasan mengenai anggota ASEAN yang satu ini. Yap, Singapura yang terkenal dengan singa laut akan menjadi bahasan kita kali ini. Yuk kita bahas Singapura lebih dalam! Profil Singapura Ibukota : Singapura Mata uang : Dolar Singapura Presiden : Tony Tan Keng Yam Perdana menteri : Lee Hsien Loong Lagu kebangsaan : Majulah Singapura Bahasa nasional : Bahasa Melayu, Inggris Agama mayoritas : Buddha Luas wilayah : 716 km2 Luas perairan (%) : 1,4 Bergabung dengan ASEAN : 8 Agustus 1967 (Deklarasi Bangkok)

Peta Singapura
Sumber: nationsonline.org
Letak Singapura Terletak di 1°15′-1°26′ Lintang Utara 103°40′-104° Bujur Timur, Singapura berdekatan dengan Malaysia dan Indonesia, sehingga iklim yang ada di Singapura pun tak jauh berbeda. Iklim tropis dengan suhu berkisar antara 22 to 34 °C (71.6 to 93.2 °F) akan berlangsung sepanjang tahun, diakhiri dengan musim penghujan di bulan November hingga Desember setelah melewati bulan paling panas di bulan Mei hingga Juni. Pemerintahan Singapura
Kabinet Singapura
Kabinet Singapura (Sumber: mediacorp.sg)
Pemerintahan Singapura berbentuk republik parlementer, dengan presiden sebagai kepala negara dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Penduduk Singapura
Singapura
Sumber: commons.wikimedia.org
Sebagai negara dengan warga asing terbanyak keenam di dunia, 5.3 juta penduduk Singapura (tahun 2015) terdiri dari berbagai etnis. Etnis Tionghoa yang merupakan mayoritas menjadikan agama Buddha memiliki persentase tertinggi dibandingkan agama lain. Selain etnis Tionghoa, terdapat pula etnis Melayu, India, Arab dan berbagai etnis lain. Penduduk Singapura menggunakan bahasa Inggris (bahasa pengajar di seluruh sekolah Singapura), Mandarin, dan Tamil selain bahasa Melayu. Pendidikan di Singapura tidak jauh berbeda dengan Indonesia, diawali dengan sekolah dasar, sekolah menengah, hingga menempuh tingkat perguruan tinggi/universitas. Universitas yang banyak diincar pelajar dari berbagai negara diantaranya National University of Singapura (NUS) dan Nanyang Technology University (NTU). Dalam hal transportasi, tersedia Mass Rapid Transit (MRT) dan bus yang biasa digunakan penduduk untuk beraktivitas sehari-hari, dengan tarif sesuai jarak yang ditempuh. MRT mempercepat perjalanan dengan biaya yang lebih mahal daripada bus. Sejarah Singapura Singapura modern banyak dipengaruhi oleh Sir Thomas Stamford Raffles, bermula pada abad 19, dengan politik dan ide perdagangannya. Raffles menyadari besarnya potensi Singapura sebagai perdagangan bebas dan berusaha menjadikan Singapura sebagai pos perdagangan. Tak lama, kota ini pun berkembang sebagai pusat perdagangan dan tempat penyaluran barang, menarik imigran dari Tiongkok, India, Kepulauan Malaysia, dan lainnya. Pada 1822, Raffles mencanangkan Raffles Town Plan, yang juga dikenal sebagai Jackson Plan, untuk mengatasi masalah ketidakteraturan yang makin parah di koloni. Daerah pemukiman etnis dipisahkan menjadi empat wilayah. European Town dihuni oleh pedagang Eropa, Eurasia, dan orang Asia yang kaya-raya, sedangkan etnis Tionghoa diletakkan di Chinatown dan disisi tenggara Singapura River. Etnis India bermukim di Kampong Chulia di utara Chinatown, dan Kampong Glam menampung warga Muslim, etnis Melayu, dan Arab yang bermigrasi ke Singapura. Pada 8 Desember 1941, Jepang menyerang Singapura dan berakhir dengan menyerahnya pasukan Sekutu kepada Jepang pada 15 Februari 1942. Ketika Jepang menyerah pada tahun 1945, pulau ini diserahkan kepada Pemerintahan Militer Inggris. Pada April 1946, Singapura menjadi negara Koloni Kerajaan Inggris hingga pada 1959, bertumbuhnya jiwa nasionalisme mengarah pada pemerintahan mandiri dan pemilihan umum pertama yang diadakan di Singapura. People’s Action Party (PAP) memenangkan sebagian besar dari 43 kursi dan Lee Kuan Yew menjadi perdana menteri pertama Singapura. Pada tahun 1963, Federasi Malaya, Singapura, Sarawak, dan Kalimatan Utara (sekarang Sabah) membentuk Malaysia untuk mendorong hubungan yang lebih dekat. Namun, penyatuan Singapura dengan negara lainnya terbukti gagal sehingga Singapura meninggalkan Malaysia untuk menjadi negara demokratis yang merdeka dan berdaulat. Singapura secara resmi memperoleh kedaulatan pada 9 Agustus 1965. Yusof bin Ishak disumpah sebagai presiden, dan Lee Kuan Yew menjadi perdana menteri pertama Republik Singapura. Dikutip dari yoursingapore.com. Nah Inspirator, ternyata Singapura memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia lho, jadi tetap optimis, kalau mereka bisa menjadi negara maju, mengapa kita tidak? Keep Breathing Keep Inspiring! Penulis : Timothy Wiradanny Editor : Nindya Kharisma Cahyaningtyas Inspirator Freak Twitter : @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY