http://www.sif.org.sg/

Sejatinya, era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) jangan disikapi pesimis. Sebaliknya, mesti dilihat sebagai potensi pasar yang potensial. Terutama bagi pertumbuhan dan perkembangan startup dan bisnis lokal di Indonesia.  Ditambah lagi dengan semakin tingginya populasi usia produktif di Indonesia yang tak berbanding lurus dengan ketersediaan jumlah lapangan pekerjaan, mendorong orang Indonesia berlomba-lomba menciptakan terobosan untuk meningkatkan daya saing demi memajukan perekonomian. Maka dari itu peran wirausaha muda sangat diperlukan dalam hal ini. Namun, bukan sesuatu yang bisa dipungkiri lagi bahwa membuat dan mengembangkan sebuah bisnis apalagi yang memiliki social impact bukanlah hal yang mudah, ada kriteria tertentu sebagai penyokong keberhasilannya. Menurut Alfi Irfan, Founder dan CEO AgriSocio, bisnis itu harus memberikan value berupa perhatian kepada konsumen.

http://www.sif.org.sg/
Sumber: http://www.sif.org.sg/
“Kalau kita lihat banyak orang dengan track record bisnis yang baik, rata-rata dari mereka memiliki bisnis yang melayani orang lain jadi, social impactnya tinggi sehingga secara enggak langsung kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kalau kita ingin memiliki bisnis yang besar maka, hal yang berkaitan dengan pelayanan dan social impact itu penting sekali untuk diperhatikan”. “Tapi sebenarnya, yang lebih berharga dari pada itu adalah social capital, kalau kita berbicara tentang social capital bertujuan untuk apa, ialah supaya efek domino atau efek bola saljunya sangat besar, seiring berjalannya waktu bisnis kita akan semakin besar dengan adanya perhatian-perhatian yang kita berikan terhadap sosial” tambah Alfi. So, pertanyaannya bagaimana cara memulai bisnis baru dari nol? Mudah sekali.

  1. Riset Pasar

Coba lihat kebutuhan-kebutuhan masyarakat, konsumen diluar sana sedang membutuhkan  apa. Konsumen sekarang enggak mau ribet, kita bisa buat hal-hal yang bersifat gak ngeribetin konsumen-konsumen tersebut, dalam artian kita berbicara tentang lokasi, teknologi dan efisiensi.

  1. Percantik Manufaktur dari Produk

Packaging dan daya tahan produk harus diperhatikan. Karena, kalau packaging dan kemasan produk yang digunakan cukup unik dan menarik, tentunya konsumen akan merasa senang.

  1. Pertahankan Capital atau Modal

Modal yang paling penting dari sebuah bisnis adalah sumber daya manusia. Sehingga kalau kita mau memulai bisnis, coba temukan tim yang serasi. Maksudnya, tim tersebut harus memiliki komitmen yang kuat, karakter yang sesuai dengan organisasi dan memiliki kompetensi sesuai. Kalau kita sudah menemukan SDM, modal berupa uang itu bisa dicari dengan mudahnya sekarang ini,  karena banyak sekali channel-channel yang mendukung kita untuk fundraising mulai dari investor, perlombaan atau crowdfunding. Selamat memulai bisnis, Inspirator! Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Rianda Rizky Permata Esmirhan Editor   : Nindya Kharisma Cahyaningtyas Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak Instagram : @inspiratorfreak web : www.inspiratorfreak.com LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY