Aan Mansyur tengah memberikan tanda tangan kepada para penggemar karyanya

Sebuah fenomena baru di dunia sastra, di mana buku puisi yang baru rilis, menjadi incaran anak-anak muda hingga rela antri membeli dan mencari karena stock buku habis. Ya, itulah buku Tidak Ada New York Hari ini karya M. Aan Mansyur yang tengah memikat penikmat puisi dan film. Bagaimana proses kreatif sang penyair, yang katanya sudah menjadi sosok Rangga sebelum Nicolas Saputra memerankan Rangga di AADC 2? Yuk, simak bocorannya. Buku Tidak Ada New York Hari ini merupakan kumpulan puisi yang ditulis Rangga selama 14 tahun perjalanan AADC 1 sampai AADC 2. Aan Mansyur, sang penulis mengungkapkan bahwa Ia sempat khawatir ketika menerima tawaran Mira Lesmana untuk menulis puisi-puisi Rangga. Menurutnya, pada film AADC 1 penonton sudah lebih mengenal sosok Chairil Anwar lewat puisi-puisi rangga. “Ketika mereka memutuskan untuk kembali menghidupkan peran rangga, mereka membayangkan setelah 14 tahun rangga menulis puisi, maka puisi-puisinya seperti puisi Aan Mansyur.” Ujar Aan Mansyur dalam sebuah talkshow.

Aan Mansyur (kanan) dalam sebuah diskusi di Taman Ismail Marzuki
Aan Mansyur (kanan) dalam sebuah diskusi di Taman Ismail Marzuki
Aan Mansyur melakukan riset selama 6 bulan. Ia menonton AADC 1 berulang kali, membuat timeline apa yang dibaca rangga selama 14 tahun dan membaca buku-buku yang dibaca rangga. Ia pun membayangkan penyair siapa saja yang dibaca rangga, seperti Chairil Anwar, Sapardi Djoko Daromono, dan sejumlah penyair lain. Karena Rangga berada di New York, dia pun membaca puisi-pusi modern dari amerika. “Enam bulan sebelum film itu diproduksi, untuk film AADC 2 saya lebih dulu menjadi Rangga daripada Nicholas Saputra. Kenapa demikian? Karena saya melakonkan Rangga dalam bentuk puisi, sementara Nicolas melakonkannya dalam film. Kami berdua berakting dalam peran yang berbeda.” kata penulis buku Melihat Api Bekerja ini. Fungsi buku ini, lanjutnya, sebenarnya adalah mengisi kekosongan yang tidak tampak di film selama 14 tahun. 31 kumpulan puisi ditulis untuk hidupnya Rangga selama 14 tahun sehingga ada puisi yang dibayangkan ditulis pada 2003, 2004 dan selama di New York. “Tantangan yang paling sulit adalah karena saya tidak pernah ke New York, jadi saya membaca buku-buku tentang New York, kisah imigran, dan kehidupan disana. Melihat instagram dimana street photographer yang mengcapture suasana New York, dan membaca blog mereka. Bagi saya itu tantangan yang menarik.” ujar Aan. Inspirator Freak Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Ifa Ikah Editor   : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY