Para Kepala Negara ASEAN dalam ASEAN Summit 2016

Inisiatif 10 negara ASEAN dalam melakukan proses integrasi selama dua dekade terakhir dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN mampu membawa beragam dampak positif terhadap kondisi di kawasan regional ASEAN itu sendiri khususnya dalam bidang ekonomi. Yose Rizal Damuri, Head of Department of Economics, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) sebagaimana dikutip dari Jakarta Post mengatakan kalau pangsa perdagangan regional ASEAN telah meningkat sebesar 5 persen. Produk yang dihasilkan oleh negara-negara ASEAN pun sudah semakin beragam dan semakin baik kualitasnya. Masing-masing negara juga menggali potensi-potensi yang dimilikinya untuk berkembang dengan baik, seperti menggali beragam potensi yang dimiliki oleh setiap daerahnya sendiri.

Kepala Negara ASEAN saling memegang erat satu sama lainnya sebagai simbol persatuan dan kesatuan ASEAN untuk menjadi kawasan regional yang aktif dan efektif di kancah global | Sumber: businesstimes.com.sg
Kini MEA sudah di depan mata, untuk menjadikan ASEAN sebagai komunitas regional yang efektif, negara-negara ASEAN perlu lebih mendorong usaha integrasi ke arah yang semakin kuat. negara-negara ASEAN memiliki kewajiban agar proses integrasi Masyarakat Ekonomi Asean makin mempersempit jurang kesenjangan bukan memperlebarnya. ASEAN juga harus mampu menjalin kerjasama sebagai bentuk konektivitas melalui beragam jalur kerjasama antar negara.
Tari Kecak sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia | Sumber: 2.bp.blogspot.com
Anggota ASEAN perlu memiliki pemimpin yang mampu menjaga momentum menuju integrasi efektif. Mengharapkan Indonesia menjadi pemimpin ASEAN dalam menghadapi persaingan global merupakan impian bersama kita semua khususnya anak muda. Bagaimana tidak?, Indonesia sebagai negara terbesar di kawasan ini berpotensi untuk berperan lebih aktif. Apalagi dengan pemerintahan di bawah Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang sedang gencar-gencarnya kerja, kerja dan kerja untuk melakukan perubahan yang lebih baik lagi. Wakil Presiden Jusuf Kalla pun sebagaimana dikutip dari Antara juga menegaskan bahwa Indonesia menyatakan SIAP menghadapi MEA. Bagi Jusuf Kalla Indonesia adalah negara yang dipandang hebat oleh dunia.
Komoditi ikan sebagai salah satu potensi kekayaan laut Indonesia | Sumber: id.static.z-dn.net
Pernyataan Jusuf Kalla enggak bisa dibantah gitu aja. Kita tau kalau Indonesia begitu menyimpan banyak potensi yang bisa digali di tengah keberagamannya dan kekayaannya. Sumber daya alam yang begitu melimpah di darat dan laut, sumber daya manusia yang begitu banyak, keberagaman bahasa, suku, budaya dan agama membuat negara yang kita cintai bersama ini menjadi negeri yang memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh negara ASEAN lainnya bahkan negara-negara di luar ASEAN. Semakin ASEAN lebih terintegrasi secara efektif akan memungkinkan Indonesia menjadi lebih terintegrasi ke dalam pasar global. Indonesia juga bisa mendapatkan kesempatan untuk lebih memposisikan diri secara strategis dalam skala global, dengan berpartisipasi dan terlibat lebih banyak kerjasama dengan negara-negara ASEAN lainnya. Sebuah wilayah ASEAN yang lebih terintegrasi akan membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pimpinan regional yang penting dalam rantai persaingan global. Strategi ke Dalam Setidaknya strategi yang harus dilakukan negeri ini dari dalam jika mau memetik keuntungan dengan adanya MEA adalah menggenjot upaya-upaya yang dilakukan di dalam negeri guna menghadapi MEA, seperti penggunaan produk dalam negeri, perbaikan infrastruktur dan perbaikan sistem pengelolaan sumber daya alam nasional, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, dan menggencarkan pembangunan industri khususnya industri kreatif.
Ilustrasi | Sumber: blog.umy.ac.id
Anak muda Indonesia sebagai garda depan sekaligus generasi penerus bangsa harus mendukung strategi-strategi yang ada. Generasi muda Indonesia udah enggak bisa lagi terus-terusan jadi generasi yang serba menye-menye dan tenggelam dalam kegalauan akut.  Generasi muda perlu membuat berbagai kegiatan diantaranya menciptakan usaha sendiri selagi masih muda, mensosialisasikan MEA dan mengajak anak muda lainnya untuk meningkatkan daya wirausaha sehingga usaha-usaha baru akan muncul dan bisa mempertahankan perekonomian negara. Generasi muda merupakan salah satu penentu keberhasilan tujuan negara. Anak muda Indonesia harus memanfaatkan kemudahan terhadap akses teknologi informasi dan komunikasi untuk memperoleh informasi yang berkualitas, positif sekaligus inspiratif bagi dirinya.
Ilustrasi | Sumber: Kompasiana.com
Menanamkan nilai-nilai positif seperti karakter simpati, empati, kerja keras, kreatif, inovatif serta menyusun rencana dan target strategis dalam menjalani kehidupan dapat menjadi salah satu cara dalam menghadapi persaingan secara sehat nantinya ketika terjun dan berperan langsung di dalam masyarakat. (Baca: 5 Cara Ampuh Atasi Kegalauanmu dalam Waktu 24 Jam). Presiden Jokowi pernah mengatakan, “anak-anak adalah pewaris pertiwi”. Sebutan itu dapat kita tarik kesimpulan begitu besar harapan Presiden kepada generasi muda untuk membawa Indonesia sebagai pemimpin di negerinya sendiri, di ASEAN, di dunia internasional.
Presiden Jokowi bersama dengan anak-anak | Sumber: Setkab.go.id
Jika kita gagal mengambil peran, kita akan lebih mengarah pada kemerosotan daya saing Indonesia, yang tidak akan sejalan dengan agenda Indonesia di bawah Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai negeri yang berdikari dan mandiri. Inspirator Freak Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Dylan Aprialdo Rachman Editor   : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY