Mengenal Virus Nipah (NiV)–Gejala dan Pencegahannya

Photo credit: https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/health-news/nipah-virus-everything-you-need-to-know/articleshow/64255261.cms

Tiga anggota satu keluarga di India diberitakan tewas bulan ini karena memakan mangga bekas gigitan kelelawar. Sejak itu, wabah virus Nipah merebak di negara itu dan sejauh ini mengakibatkan enam orang meninggal dunia karena positif terinfeksi, 94 orang dikarantina untuk mencegah penularan.

Badan Kesehatan Dunia, WHO, menyebutkan, virus Nipah masuk sepuluh besar penyakit yang diidentifikasi sebagai potensi wabah selanjutnya. Apalagi, vaksin untuk virus ini belum ditemukan. Virus Nipah menyebar dengan cepat dan tingkat kematiannya mencapai 70 persen. Pasien yang terinfeksi saat ini bergantung pada sistem pendukung kesehatan.

Apa itu virus Nipah?

Virus Nipah (NiV) adalah virus zoonosis (penyakit pada hewan yang dapat menular ke manusia) mematikan bagi ternak babi dan manusia. NiV pertama kali teridentifikasi di Kampung Sungai Nipah, Malaysia, pada 1998. Selama kurun 1998-1999 virus ini mengakibatkan kematian 265 orang di Malaysia saja.

Menurut WHO, inang alamiah NiV adalah kelelawar buah dari family Pteropodidae, genus Pteropus. Transmisi virus terjadi melalui kontak langsung dengan kelelawar dan babi yang terinfeksi virus ini, dari orang yang memiliki NiV ke orang lain, dan memakan buah dengan bekas gigitan hewan yang membawa virus Nipah.

Gejala infeksi NiV

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit WHO, infeksi virus Nipah diasosiasikan dengan terjadinya peradangan di otak. Orang yang terinfeksi NiV menunjukkan gejala demam dan sakit kepala selama 3-14 hari sejak terpapar virus ini dengan masa inkubasi 5-14 hari.

Tanda-tanda klinis antara lain demam, sakit kepala, pening dan muntah-muntah, diikuti rasa kantuk, disorientasi, dan kekacauan mental. Lebih dari 50 persen pasien mengalami penurunan tingkat kesadaran dan disfungsi batang otak secara mencolok. Beberapa pasien menderita penyakit pernapasan selama tahap awal infeksi mereka, dan setengah dari jumlah pasien yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan saraf yang hebat juga menunjukkan tanda-tanda gangguan paru.

Pencegahannya?

Jangan mengonsumsi buah-buahan yang jatuh dari pohonnya ke tanah, apalagi jika di buah itu terdapat bekas gigitan serangga. Jangan melakukan kontak langsung dengan orang yang positif terinfeksi virus Nipah.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here