Mengenal sosok Dewi Sartika, pahlawan pendidikan Indonesia
Dewi Sartika, salh satu tokoh pahlawan pendidikan Indonesia

Memperingati Hari Pendidikan Nasional tak lengkap rasanya jika belum membahas Dewi Sartika, pejuang pendidik dari Cicalengka. Ya, selain Raden Ajeng Kartini yang dikenal sangat peduli akan pendidikan kaum perempuan dan kalangan tidak mampu, Dewi Sartika juga merupakan seorang pejuang pendidikan. Yuk, lebih mengenal dengan tokoh pahlawan dan perintis pendidikan bagi kaum perempuan ini.

Dewi Sartika dilahirkan dari keluarga priyayi Sunda, Nyi Raden Rajapermas dengan Raden Somanagara. Sang ayah adalah patih di Bandung yang getol melawan penjajahan Belanda. Meskipun bertentangan dengan adat waktu itu, ayah-ibunya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika di sekolah Belanda. Namun karena sang ayah melawan pemerintahan Belanda dan dibuang ke Ternate, Dewi pun dikeluarkan dari sekolah Belanda karena dianggap anak pemberontak.

Dewi Sartika tak patah semangat. Ia bertekad mendirikan sekolah perempuan. Niat itu kesampaian setelah ia menamatkan sekolah pada usia 15 tahun. Atas bantuan kakeknya, R.A.A. Martanegara, Bupati Bandung, Dewi Sartika membuka “Sakola Istri” pada 16 Januari 1904. Murid pertamanya hanya 20 siswi, diajar berhitung, membaca, menulis, jahit-menjahit, dan agama.

Tahun-tahun berikutnya di beberapa wilayah Pasundan bermunculan beberapa Sakola Istri, terutama yang dikelola oleh perempuan-perempuan Sunda yang memiliki cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika. Pada 1906 Dewi menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata. Sang suami mendukung kegiatan Dewi dan pada 1910 Dewi mengubah Sakola Istri menjadi Sakola Keoetamaan Istri.

Prof. Dr. Viviane Sukanda-Tessier, peneliti Prancis yang pernah membuat monografi tentang Dewi Sartika, mengatakan Dewi Sartika memiliki peran yang besar membuat para perempuan melek pengetahuan. Bukan cuma pengetahuan keterampilan, juga pengetahuan politik dan umum. Dewi Sartika, menurut Viviane, merupakan lambang ibu dan pelopor emansipasi perempuan. Sampai akhir hayatnya, Dewi Sartika berpesan agar kaum perempuan terus menuntut ilmu karena tanpa pendidikan, kaum perempuan akan terbelenggu kebodohan yang akan menurunkan derajatnya.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY