ilustrasi : Google.com

Jika Inspirator tengah membuka mesin pencarian Google, maka Inspirator akan menemukan doodle seorang lelaki bersama dua anak kecil yang sedang memainkan angklung. Siapa tokoh tersebut? Dia adalah Daeng Soetigna, seorang guru dan pencipta angklung diatonis. Daeng merupakan anak dari bangsawan sunda. Karya pria kelahiran Garut, 13 Mei 1908 inilah yang berhasil mendobrak tradisi, membuat alat musik tradisional Indonesia mampu memainkan musik-musik Internasional. Ia juga aktif dalam pementasan orkes angklung di berbagai wilayah di Indonesia. Ketika memutuskan untuk pensiun menjadi pegawai negeri sipil pada tahun 1964, Daeng mulai mengembangkan angklung, alat musik tradisional Jawa Barat yang menjadi salah satu kebanggaan negeri ini. Selain mengembangkan angklung ia juga aktif melatih berbagai kelompok angklung di sejumlah sekolah dasar di Jawa Barat. Karya terbesar Pak Daeng Soetigna adalah memodifikasi Angklung yang tadinya bernada pentatonis menjadi diatonis. Angklung ini kemudian diberi nama kehormatan sebagai Angklung Padaeng. Selain itu, Pak Daeng juga seorang komposer yang telah menulis puluhan aransemen lagu angklung.

Sumber: bintang.com
Dalam menciptakan angklung Padaeng, sosok berkacama ini berguru kepada beberapa orang, salah satunya Pengemis tua (tidak tercatat namanya) yang memainkan lagu “Cis kacang Buncis” dengan angklung tradisionil. Pak Daeng kemudian membeli peralatan angklung tersebut, dan mendapat inspirasi untuk memakai angklung sebagai alat mengajar seni musik, menggantikan alat seperti mandolin dan biola yang saat itu sangat mahal. Setelah pengabdiannya yang panjang dalam mengangkat musik angklung dari kelas pengemis ke kelas konser, Pak Daeng Soetigna wafat pada tanggal 8 April 1984, dan dikebumikan di Cikutra, Bandung. Inspirator Freak Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Ifa Ikah Editor   : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY