​Abellia Anggi Wardani

Menjadi Doktor bukan lagi semata-mata tentang diri kita, tetapi apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat luas. Ini adalah pencapaian terbesar saya yang didukung dengan tanggung jawab yang juga sangat besar

Meski berada jauh di luar negeri dan di tengah kesibukannya melanjutkan studi, Abellia Anggi Wardani, mahasiswi Program Doktor di Tilburg University, Belanda tetap berkontribusi untuk dunia pendidikan Indonesia. Semua berawal saat Abel, sapaan akrab perempuan yang mencintai dunia pengajaran dan tetap menekuninya sebagai hobi hingga saat ini tengah menempuh studi S2 di Belanda. Ia menyadari bahwa teknologi berkembang begitu pesat dan menjadi semakin canggih. Selain itu, ia melihat semakin banyak orang yang merintis startup di bidang pengajaran. Hal ini lantas membuatnya tergerak untuk memadukan teknologi dan pendidikan dengan mendirikan startup yang diberi nama Kelas Bahasa. Proyek “dadakan” yang Berawal dari Hobi

Kelas Bahasa | sumber : kelasbahasa.com
Kelas Bahasa | sumber : kelasbahasa.com
Bersama dengan rekan-rekannya, Desi Ari Pratiwi (pengajar), Yeremia Yudha (desain), Destiya Dian (back-ends programmer) dan Ika Tri Yulianti Hutami (pengembang konten), Abel menyalurkan hobi dan kepiawaian di bidang mereka masing-masing melalui proyek “dadakan” demi mewujudkan misi pemerataan akses pendidikan di Indonesia, khususnya di bidang bahasa agar lebih terjangkau bagi para guru di kawasan 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal). Abel menjadi pengajar bahasa sejak berkuliah di jenjang S1 dan meyakini bahwa bahasa asing, khususnya bahasa Inggris memegang peranan yang sangat penting di era globalisasi menjadi motivasi bagi Abel untuk membantu para guru di pelosok Indonesia. Hanya dalam jangka waktu singkat, yakni sekitar satu bulan Abel bertukar pikiran, berbagi tugas, berkoordinasi dengan timnya, hingga akhirnya pada 19 Maret 2016 soft launching Kelas Bahasa berhasil terlaksana dan kelas pertama dimulai tiga hari setelahnya. Hutang Budi Pada Rakyat Indonesia Abel yang selama menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi menerima 10 beasiswa baik dalam maupun luar negeri mengaku bahwa segala bentuk kemudahan yang ia dapatkan dalam menimba ilmu, mulai dari akses teknologi, kualitas pengajaran, jaringan alumni, hingga  beasiswa membuatnya merasa berhutang pada rakyat Indonesia lain yang tidak mampu mendapatkan kesempatan yang sama. Oleh karena itu, Abel berusaha melihat sisi lain dunia pendidikan di Indonesia. Mendengar cerita tentang keadaan pendidikan di berbagai penjuru Indonesia dari para teman saat mengikuti persiapan keberangkatan Beasiswa LPDP semakin menguatkan niat Abel untuk membantu para guru di daerah 3T.
Potret pendidikan Indonesia di daerah 3T | sumber : bangkudepan.com
Potret pendidikan Indonesia di daerah 3T | sumber : bangkudepan.com
Saya merasa semakin tergerak untuk ikut berkontribusi agar Saudara-saudara kita di daerah 3T  Indonesia ikut merasakan kesempatan yang sama dengan apa yang saya dapatkan. Mungkin mimpi saya terlalu besar, tapi saya yakin, mimpi memang harus sangat besar. Menurut Abel, saat ini pendidikan di Indonesia sebenarnya sudah baik. Alih-alih mengeluh akan ketimpangan di dunia pendidikan, perempuan yang juga suka menulis dan mengobservasi ini melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk berkontribusi. Di luar sana, masih banyak rakyat Indonesia yang tidak mampu menerima pendidikan yang berkualitas. Berdasarkan pengalaman pribadinya, Abel menceritakan kepada Inspirator Freak dengan memberikan contoh kesenjangan pendidikan di Indonesia. Menurutnya, anak-anak muda yang bekerja sebagai Office Boy (OB) di kampus memperlihatkan adanya jarak antara masa depan mereka dengan anak muda lain yang berkuliah di kampus tersebut. Semua ini adalah karena ketidakmampuan mengakses pendidikan, padahal pendidikan adalah modal untuk bertarung di dunia pekerjaan dan dapat membantu meraih masa depan. Guru adalah Panutan dan Sumber Ilmu Bagi Murid
Para pengajar di daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal | sumber : http://img.antaranews.com/
Para pengajar di daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal | sumber : http://img.antaranews.com/
Proyek ini dilandasi oleh pemikiran bahwa dengan mendidik seorang guru, kita bisa memberi manfaat kepada ratusan hingga ribuan murid. Guru menjadi panutan murid dan menjadi sumber ilmu bagi murid-muridnya. Beasiswa pengajaran bahasa untuk guru di daerah 3T yang diberikan oleh Kelas Bahasa bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri para guru dalam belajar bahasa Inggris, membuka pikiran mereka terhadap banyaknya kesempatan untuk mengembangkan diri dengan memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, ungkap Abel yang tengah berada di Oslo, Norwegia saat diwawancarai oleh Inspirator Freak.  Abel yang saat ini berprofesi sebagai Konsultan di Organisasi Non Pemerintah Internasional dalam bidang mediasi konflik berharap agar Kelas Bahasa nantinya dapat memperluas jaringan di daerah sehingga setiap bulan dapat dengan mudah memberikan beasiswa, hingga nanti orang-orang di pelosok Indonesia dapat dengan mudah belajar bahasa asing dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Tidak hanya melalui Kelas Bahasa, perempuan yang sebelum tidur selalu menuliskan lima hal yang harus ia kerjakan esok hari ini juga berkontribusi untuk dunia pendidikan Indonesia melalui buku Meraih Mimpi dengan Beasiswa. Buku ini ia tulis agar anak-anak Indonesia tetap semangat untuk terus belajar dan melanjutkan studi dengan beasiswa. Saat ditanya perihal pemuda Indonesia dan Masyarakat Ekonomi ASEAN, Abel mengungkapkan bahwa untuk dapat bersaing dalam MEA, para pemuda Indonesia sejak dini sudah harus menanamkan jiwa pemimpin yang mau mendengarkan kritik dan masukan, serta melepaskan keegoisan diri untuk bersama-sama bekerja membangun Indonesia yang lebih baik. Jadilah pemimpin yang juga pendengar yang baik. Abel yang bercita-cita sebagai dosen mengajak anak muda Indonesia untuk terus berkarya dan berlomba-lomba mengembangkan diri di bidang apapun karena dari sana akan timbul kontribusi yang dapat kita berikan kepada Indonesia. Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Lulu Fakhriyah  Editor   : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter : @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY