Mengantisipasi Risiko Keamanan Perangkat IoT Di Dunia yang Semakin Terkoneksi

Foto: Google Internet

Teknologi IoT (Internet of Things, atau Internet segala) mencakup segala sesuatu yang terkoneksi Internet serta bisa mengumpulkan dan meneruskan data. Ini bisa berupa perangkat yang dipakai di tubuh lengkap dengan sensor yang mengumpulkan data biometrik. Bisa berupa sistem rumah cerdas yang memampukan pengguna mengendalikan lampu dan termostat mereka. Bisa juga sikat gigi yang dirancang khusus untuk meningkatkan kebiasaan menyikat gigi. Perangkat-perangkat IoT ini biasanya hadir sebagai alat elektronik rakitan, software, dan sensor. Selain itu, pada perangkat-perangkat ini disematkan alamat IP unik yang memampukan mereka berkomunikasi dan bertukar data dengan mesin lain.

Perangkat IoT membuat hidup kita semakin mudah, ini sulit dibantah. Teknologi rumah cerdas, misalnya, bisa membantu pengguna meningkatkan efisiensi energi dengan memampukan pengguna menyalakan dan memadamkan lampu serta peralatan lain hanya dengan mengetukkan jemari di layar sentuh. Beberapa perangkat terkoneksi, misalnya peralatan medis cerdas dan sistem alarm, bahkan bisa membantu menyelamatkan nyawa.

Foto: online.csp.edu

Kendati demikian, ada risiko keamanan serius yang diasosiasikan dengan teknologi ini. Seiring meluasnya ekosistem IoT, semakin bertambah pula permukaan yang bisa diserang oleh penjahat siber. Dengan kata lain, semakin kita bergantung pada teknologi terkoneksi dalam kehidupan sehari-hari, semakin rentan pula kita pada ancaman siber yang semakin dirancang khusus untuk mengeksploitasi kerentanan itu dan menciptakan cacat di perangkat IoT.

Ini menghadirkan tantangan menakutkan bagi profesional keamanan siber. Para profesional ini tidak hanya harus bisa melindungi perangkat pribadi mereka, tapi juga harus bertahan dari ancaman yang menargetkan mesin-mesin eksternal yang mungkin terkoneksi dengan jejaring mereka.

Menghindari lubang keamanan perangkat IoT

Potensi terjadinya pembobolan data IoT, termasuk kehilangan informasi pribadi atau perusahaan yang sifatnya sensitif, terbilang besar. Ini bisa mengarah pada kerusakan finansial dan reputasi yang signifikan, serangan “kegagalan pelayanan” yang terdistribusi secara masif yang dirancang untuk melumpuhkan laman-laman besar, dan lain-lain. Kejadian ini sering berakar dari miskonfigurasi, kata sandi yang mudah ditebak, dan kerentanan bawaan di dalam perangkat IoT itu sendiri. Profesional teknologi informasi dan pemilik perangkat harus mampu menjaga sendiri keamanan data mereka dengan mematuhi praktik IoT dasar terbaik.

Di tingkat produsen, pembuat perangkat IoT wajib menguji keamanan pada setiap fase proses pengembangan. Jauh lebih mudah dan tidak mahal menebas isu keamanan di tahap awal, selama masa prarilis, daripada menghabiskan biaya untuk memperbaiki bug setelah peralatan itu diserap pasar. Begitu dikembangkan, perangkat IoT hendaknya melewati uji keamanan aplikasi dan uji kerentanan jaringan yang ketat.

Melindungi sendiri kerahasiaan data kita

Produsen perangkat cerdas pasti berkomitmen untuk terus mengembangkan produk dengan tingkat keamanan yang semakin lama semakin tinggi. Setiap negara juga pasti berusaha melindungi keamanan data warga negaranya dengan menyusun undang-undang perlindungan data. Tetapi, sebagai pribadi, kita juga harus secara sadar ikut aktif menjaga kerahasiaan data kita. Berikut ada beberapa contoh sederhana yang bisa kita terapkan setiap kali kita menggunakan teknologi Internet of Things:
– Jangan gunakan kata sandi yang mudah ditebak (misalnya tanggal lahir atau nama panggilan diri sendiri atau orang terdekat)
– Jangan menggunakan kata sandi yang sama untuk semua akun
– Bagi kamu yang suka mengikuti kuis kepribadian di media sosial, tinggalkan laman itu segera jika kamu diminta memasukkan data pribadi seperti alamat rumah dan/atau nama ibu kandung
– Jangan mudah tergiur iming-iming hadiah apa pun (voucher belanja, uang tunai, produk) ketika mendapatkan pesan yang memintamu mengeklik tautan tertentu
– Jaga kerahasiaan nomor kartu kreditmu
– Berhati-hati ketika mengunduh aplikasi di Google Play atau Apple Store. Pastikan aplikasi yang ingin kamu unduh sudah mendapatkan tanda terverifikasi
– Kehati-hatian yang tinggi juga harus diterapkan ketika melakukan pembayaran setelah kamu selesai berbelanja online

Ini hanya sedikit dari banyak sekali contoh aktivitas yang kita lakukan dengan menggunakan teknologi digital. Smart devices–perangkat cerdas–sangat membantu mempermudah hidup kita, tapi kita sebagai pengguna harus lebih smart mengendalikannya.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here