Dunia pangan yang sesungguhnya bukanlah sekadar masak-memasak ala koki maupun estetika penyajian makanan. Kimia, biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa proses turut mengambil bagian besar dalam dunia pangan sesungguhnya. Lantas, bagaimana siswa/i SMA dapat memahami dunia pangan seperti layaknya para mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan?

92 Tim SMA dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Kampus IPB Dramaga pada Sabtu, 7 November 2015 untuk melanjutkan kompetisi di Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan XXIII (LCTIP XXIII) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB (Himitepa). Bertemakan Beyond the Dairy Factory, LCTIP XXIII kembali menyediakan hadiah utama berupa golden ticket untuk masuk Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB tanpa tes. 92 Tim tersebut merupakan tim yang berhasil lolos ke babak preliminary berdasarkan online test yang telah dilaksanakan sebelumnya. Hari itu para peserta mengikuti tes tertulis di babak preliminary untuk menentukan 27 tim yang akan lolos untuk lanjut ke babak perempat final. 27 Tim tersebut kembali berlomba di babak perempat final dengan sistem cepat-tepat dengan materi IPA dan ilmu pangan. Sebanyak 12 tim dengan nilai tertinggi babak ini akhirnya terpilih untuk melanjutkan perlombaan di hari selanjutnya.

edutour di SEAFAST IPB

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini panitia mengadakan edutour untuk para peserta dan guru pendamping berkaitan dengan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) IPB dan dunia pangan secara keseluruhan. Dalam Edutour, peserta diajak berkeliling mulai dari Pilot Plant, SEAFAST, Techno Park, hingga Bread Unit, yang akrab dengan Departemen ITP di IPB dan pengembangan ilmu pangan pada umumnya. Tak hanya itu, guru pendamping diberikan seminar oleh dosen-dosen ITP IPB mengenai fakta dan mitos pangan, yang tentunya sangat menarik dan membuka wawasan. Dengan demikian, tak hanya memperoleh pengalaman berlomba, peserta mendapan pengetahuan tambahan terkait dengan dunia pangan.

babak semifinal

Minggu, 8 November 2015 telah menjadi hari yang menentukan bagi ke-12 tim yang berhasil lolos ke babak semi final LCTIP XXIII. Babak semi final dilakukan dengan sistem soal ketok, dimana tiap individu mengerjakan soal yang disediakan dari satu pos ke pos lain dengan waktu yang terbatas. Soal yang disajikan terdiri dari soal IPA, ilmu pangan , serta praktikum sederhana. Menunggu pengumuman 3 besar tim yang lolos ke babak final, peserta diajak mengikuti seminar bertemakan Get Profit from Dairy Product, yang dibawakan oleh dua narasumber alumi ITP IPB yang bergerak di bidang dairy, baik wirausaha maupun profesional. Tak disangka, para peserta yang masih duduk di bangku SMA tersebut cukup antusias bertanya tentang dunia pangan yang digeluti para narasumber.

final

3 Tim akhirnya terpilih untuk lanjut ke babak final LCTIP XXIII. Ketiga tim tersebut adalah SMAKBO Tim D, SMAN 2 Bandar Lampung, dan SMKN 13 Bandung. Dilaksanakan di Auditorium Abdul Muis Nasution, Fateta, IPB, final LCTIP XXIII dengan lima dewan juri yang merupakan dosen ITP IPB berlangsung dengan seru diiringi decak kagum penonton akan luasnya pengetahuan peserta terkait ilmu pangan. Semua soal cepat tepat babak final merupakan soal ilmu pangan, mulai dari presentasi, soal benar-salah, soal rebutan, hingga soal uji sensori. Pada awalnya, ketiga tim bersaing dengan ketat dan saling susul skor. Akhirnya SMAN 2 Bandar Lampung berhasil mebawa pulang golden ticket, piala bergilir rektor, serta uang tunai, sebagai juara pertama LCTIP XXIII. SMAKBO Tim D berhasil menduduki juara dua dan SMKN 13 Bandung memperoleh juara 3. Selamat kepada para pemenang dan selamat mendalami dunia pangan.(cfes)

Keep Breathing, Keep Inspiring! @InspiratorFreak

LEAVE A REPLY