Perempuan Inspiratif
Dea Valencia | Sumber : finansialku.com

Berpuluh-puluh tahun silam sebelum Indonesia merdeka, tepat pada tanggal 21 April 1879, lahir satu tokoh pahlawan perempuan yang sangat menginspirasi melalui pergerakannya membela kesetaraan hak-hak asasi perempuan. Raden Ajeng Kartini menjadi pelopor emansipasi wanita yang mendobrak adat serta tradisi yang mengatakan bahwa perempuan-perempuan pribumi kodratnya harus tinggal di rumah sehingga tidak bisa menempuh pendidikan, serta adanya adat yang mengekang kebebasan perempuan.

Melalui gagasan-gagasannya, sejak saat itu perempuan Indonesia hingga sekarang berhak memiliki kebebasan hak asasinya, seperti mendapatkan perlindungan dan pendidikan yang layak, serta memperoleh kesetaraan hukum. Perempuan Indonesia juga seharusnya bisa turut andil berkarya untuk memajukan bangsa Indonesia, seperti 5 tokoh perempuan inspiratif berikut ini.

  1. Rotua Valentina Sagala

Valentina Sagala | Sumber : womenunlimited.id

Valentina adalah perempuan Indonesia yang menjadi salah satu dari sejumlah aktivis di kawasan Asia Pasifik yang menerima penghargaan perdamaian PBB pada N-Peace Award tahun 2013 lalu, di Bangkok, Thailand. Penghargaan ini diberikan pada Valentina karena perjuangannya yang membela hak-hak asasi manusia, perdamaian, serta keadilan sosial khususnya bagi perempuan dengan mendirikan suatu lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bernama Institut perempuan yang kini telah menjadi suatu organisasi dengan salah satu misinya yaitu memberikan pelayanan langsung pada perempuan dan anak-anak korban kekerasan.

  1. Rita Erna Mayasari

Rita Erna Mayasari | Sumber : boombastis.com

Wanita ini adalah seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah mendedikasikan dirinya di bidang militer sejak tahun 1997. Ia juga merupakan salah satu prajurit yang terpilih untuk mengemban tugas sebagai wakil Indonesia dalam misi perdamaian PBB beberapa waktu lalu. Dikutip dari viva.co.id, Rita juga turut berpartisipasi dalam meraih medali emas untuk ganda putri, medali perak untuk ganda campuran, serta medali perunggu untuk tunggal bulu tangkis dalam pertandingan olah raga yang diselenggarakan disana. Hal ini membuktikan bahwa wanita juga mampu berjuang seperti halnya prajurit lelaki yang kuat.

  1. Butet Manurung

Butet Manurung | Sumber : liputan6.com

Butet dikenal sebagai seorang guru yang mengabdikan dirinya bagi Suku Anak Dalam di pedalaman Jambi. Dilansir dari ketahui.com, berbagai bentuk penolakan terhadap dirinya saat mulai mengajar pernah ia lalui karena pada saat itu, masyarakat rimba masih menganggap pendidikan merupakan budaya dari luar. Namun berkat kegigihanya meyakinkan masyarakat bahwa pendidikan itu penting, ia berhasil membangun Sokola Rimba dengan mengenalkan pengetahuan dunia luar, life skills, serta adanya organisasi agar mereka tidak mudah dieksploitasi lagi. Berbagai penghargaan telah ia terima berkat perjuangannya dalam memajukan bangsa ini, antara lain “Heroes of Asia Award” pada tahun 2004 oleh majalah TIME dan “The Man and Bisphere Award” dari LIPI-UNESCO.

  1. Dea Valencia

Dea Valencia | Sumber : finansialku.com

Dea Valencia adalah seorang pengusaha muda batik kultur yang memulai usahanya sejak berusia 17 tahun. Perempuan lulusan program studi Sistem Informasi Universitas Multimedia Nusantara ini memilih batik sebagai produk bisnisnya karena menganggap bahwa ini merupakan salah satu cara agar generasi muda bisa semakin mengenal dan menghargai budaya Indonesia. Hal menarik dalam proses pembuatan batiknya ialah sekitar 40 orang karyawan Batik Kultur merupakan penyandang difabel. Dikutip dari tribunnews.com, Dea merasa bahwa para penyandang difabel itu memberi contoh bahwa dengan kemauan dan kerja keras, semua bisa dijalani. Dan melalui ini, Dea juga turut terlibat dalam memperjuangkan hak-hak para difabel, yaitu mendapat pekerjaan yang setara dengan orang-orang lainnya.

  1. Alanda Kariza

Alanda Kariza | Sumber : hipwee.com

Alanda Kariza adalah seorang penulis muda dan juga public speaker.  Sejak usia 15 tahun, ia bersama teman-temannya pernah mendirikan suatu organisasi sosial bernama The Cure For Tomorrow, yang bertujuan untuk menghimpun anak-anak muda dalam membahas permasalahan lingkungan dan pendidikan. Selain itu, Alanda juga terpilih sebagai representasi Indonesia dalam Global Changemakers yang berpusat di Swiss. Dan dari situ pula, ia mencetuskan untuk mendirikan Sinergi Muda, suatu komunitas anak muda sebagai penggerak potensi positif bagi bangsa dengan salah satu programnya yaitu Indonesian Youth Conference (IYC) untuk berbagi ide dan solusi dalam mendiskusikan masalah-masalah terkini yang dihadapi generasi muda saat ini.

Keep Breathing, Keep Inspiring! 

Inspirator Freak 

LEAVE A REPLY