Mandi Malam Menyebabkan Rematik–Mitos atau Fakta?

Photo: gregetan.co.id

“Jangan mandi malam-malam, nanti rematik!”

Kamu pernah dengar kalimat seperti itu, Inspirator?

Kalimat itu ternyata selama ini cukup ampuh untuk “menakuti-nakuti” supaya orang tidak mandi pada malam hari. Banyak yang beranggapan orang menderita rematik karena mandi malam. Benarkah begitu?

Rematik disebabkan banyak faktor

Sebetulnya, rematik adalah penyakit radang sendi yang disebabkan beberapa faktor, seperti imunitas yang rendah, bakteri, jamur, dan asam urat. Karena penyebabnya berbeda-beda, mandi malam tidak bisa dituduh sebagai penyebab utamanya.

Tetapi, benar, mandi malam hari kurang baik untuk kesehatan karena suhu yang lebih dingin bisa mengecilkan kapsul yang melapisi sendi. Lambat laun, kapsul itu meluas ke lapisan sendi dan membuat sendi harus menahan beban lebih berat. Pada akhirnya, sendi mengalami peradangan–disebut rematik–yang bisa menyebabkan rasa nyeri.

Hal ini dipertegas oleh dr. Handono Kalim, spesialis penyakit dan konsultan reumatologi, yang mengatakan mandi malam dengan air dingin dapat menyebabkan otot kaku, tapi tidak lantas menyebabkan penyakit rematik. Penyakit rematik pun tidak hanya dialami orang berusia lanjut, lho. Anak muda pun bisa terserang penyakit ini. Biasanya, kamu mengalami gejala awal seperti kaku pada persendian dan menurunnya fleksibilitas gerak.

Mandi malam menyebabkan rematik hanya mitos

Photo: famous.id

Jadi, kamu harus tahu kalau kepercayaan mandi malam bisa menyebabkan rematik hanya mitos. Tidak ada hubungan antara mandi malam hari dengan munculnya rematik.

Menurut para ahli, penyebab utama rematik adalah kadar asam urat yang tinggi sehingga menyebabkan peradangan, rasa nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak pada sendi, tulang, tendon, ligamen, dan otot. Nah, asam urat ini berasal dari makanan yang kamu konsumsi. Terlalu sering makan seafood, jeroan, dan minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar asam urat. Selain itu, kerusakan alami yang terjadi pada sel tubuh juga bisa menghasilkan asam urat.

Karena faktor makanan ternyata berperan penting dalam memicu rematik, kamu perlu memperhatikan makanan yang kamu konsumsi. Hindari makanan yang mengandung purin seperti jeroan, seafood, daging dan beralihlah ke makanan yang mengandung karbohidrat kompleks–nasi, singkong, roti, dan ubi. Perbanyak juga mengonsumsi sayuran dan vitamin C. Selain itu, lakukan olahraga ringan supaya risiko terkena rematik berkurang.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here