Profil Luis Milla, Penakluk Eropa yang Kini Tangani Tim Nasional Indonesia

Luis Milla, pelatih baru tim nasional Indonesia | Source: alchetron.com

Segenap bangsa Indonesia tentunya berharap agar negara ini dapat maju dalam berbagai hal. Tak luput di bidang olahraga, dunia persepakbolaan Indonesia yang sempat mengalami kemunduran kini mulai menyongsong era baru. Kabar mengenai seleksi pelatih baru tim nasional Indonesia dipastikan berlanjut setelah kontrak Alfred Riedl sebagai juru taktik tim nasional tidak lagi diperpanjang oleh PSSI.

Publik sepakbola tanah air kini boleh optimis. Pasalnya, seorang pelatih asal Spanyol yaitu Luis Milla telah ditunjuk PSSI untuk menjadi juru taktik tim nasional Indonesia dengan kontrak selama 2 tahun. Siapa sih Luis Milla? Masih asing dengan pelatih baru tim nasional kita? Berikut tim Inspirator Freak hadirkan profil singkatnya.

Luis Milla, Pesepakbola Sukses di Generasinya

Source: lavanguardia.com
Luis Milla saat membela Barcelona sebagai pemain | Source: lavanguardia.com

Pria kelahiran Teruel, 12 Maret 1966 ini merupakan mantan pesepakbola dengan torehan 3 caps tim nasional senior Spanyol. Ia memulai karir di tim muda klub kampung halamannya, CD Teruel tahun 1982. Hanya semusim, talenta Luis Milla terendus Barcelona yang meminangnya masuk tim usia muda mereka di tahun 1983. Total 54 caps liga domestik ditorehkan bersama La Blaugrana, dengan turut berkontribusi meraih trofi UEFA Cup Winners’ Cup, La Liga, dan Copa del Rey.

Dari Barcelona, “Nyebrang” ke Real Madrid

source: pesstatsdatabase.com copyright by real madrid
Luis Milla saat pertandingan Real Madrid kontra Boca Juniors tahun 1994 | Source: pesstatsdatabase.com (Copyright by Real Madrid)

Meskipun di awal karirnya ia sempat membela Barcelona, kepindahan Milla ke Real Madrid tak terhindarkan di tahun 1990. Barcelona yang saat itu dilatih legenda asal Belanda, Johan Cruyff memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Milla. Rival bebuyutan Barcelona, Real Madrid datang dan menggaetnya dengan status bebas transfer. Bersama Los Galacticos, 165 penampilan di liga domestik ia catatkan. Tak hanya itu, seluruh trofi tertinggi domestik termasuk Supercopa de España juga berhasil diraih pria pemilik nama lengkap Luis Milla Aspas.

Valencia menjadi klub profesional ketiga dalam karirnya, memutuskan bergabung dengan El Che di tahun 1997. Bersama klub yang bermarkas di Estadio Mestalla inilah ia kembali merasakan juara di kancah Eropa, yang tidak didapatkannya kala berkostum Real Madrid. Juara Piala Intertoto di tahun 1998 dilengkapi kembali dengan juara Copa del Rey dan Supercopa de España di musim setelahnya.

Kurang Bersinar di Kepelatihan Level Klub

Peruntungan Milla di level klub tidak sebagus di kancah internasional | Source: losotros18.com
Peruntungan Milla di level klub tidak sebagus di kancah internasional | Source: losotros18.com

Usai gantung sepatu di tahun 2001, karir kepelatihan Luis Milla di level klub memang kurang mulus. Petualangan Luis Milla sebagai pelatih kepala tim divisi teratas dimulai di Al Jazira Club, Uni Emirat Arab. Tanpa torehan gelar, hanya di tahun 2013 saja ia menangani tim yang kini dibesut Henk ten Cate tersebut.

Karir Milla selanjutnya diisi dengan membesut sejumlah klub domestik Spanyol seperti CD Lugo dan Real Zaragoza. Setelah bergabung di awal musim 2015/2016, ketidakjelasan situasi klub membuatnya hengkang dari CD Lugo pada Februari 2016. Di awal musim ini, ia menerima pinangan Real Zaragoza, di mana ia diberhentikan bulan Oktober lalu karena gagal mengangkat performa klub.

 Kampiun Piala Eropa U-21, Bukti Prestasi di Kancah Internasional

Luis Milla dengan trofi Piala Eropa U-21 tahun 2011 | Source: zimbio.com
Luis Milla dengan trofi Piala Eropa U-21 tahun 2011 | Source: zimbio.com

Meski track record-nya di level klub kurang memuaskan, Luis Milla merupakan salah satu pelatih yang telah menoreh prestasi cemerlang di level internasional. Di rentang waktu tahun 2008 hingga 2012, tim nasional Spanyol kategori usia U-19 hingga U-23 sudah pernah ia bina. Dua tahun menangani tim nasional Spanyol U-19, skuad tersebut dibawanya menjadi runner-up Piala Eropa U-19 tahun 2010.

Tak hanya sampai di situ, di tahun berikutnya ia dipercaya menangani tim nasional Spanyol U-21 yang akan berkompetisi di Piala Eropa U-21. Dapat dikatakan bahwa keberhasilannya mengantar tim ini menjuarai Piala Eropa U-21 tahun 2011 sebagai puncak kesuksesan Luis Milla sebagai pelatih. Hal ini pula yang membuatnya dipercaya menangani tim nasional Spanyol U-23 di Olimpiade 2012 London, di mana akhirnya ia harus diberhentikan akibat Spanyol gagal lolos dari fase grup.

Luis Milla
Skuad Spanyol U-21 merayakan kesuksesan meraih Piala Eropa U-21 Tahun 2011 di Denmark, usai membungkam Swiss dengan skor 2-0 | Source: caughtoffside.com

Terlepas dari kekecewaan saat Olimpiade London 2012 tersebut, para pemain asuhannya kala Piala Eropa U-21 di Denmark telah step up menjadi pemain penting di tim nasional senior Spanyol. Sebut saja trio David De Gea, Ander Herrera, dan Juan Mata di Manchester United, Javi Martínez dan Thiago Alcantara yang kini membela Bayern Munich, hingga eks bomber Atletico Madrid yang kini bermain untuk FC Porto, Adrián López. Di bawah komando Milla, mereka berhasil berkontribusi membawa tim muda Matador menjadi juara. Tak heran jika nama-nama tersebut masuk ke team of the tournament Piala Eropa U-21 tahun 2011, dengan Adrián López meraih gelar top scorer melalui torehan 5 gol.

Target Besar Menanti Untuk Dicapai

Source: tempo.co (ANTARA/Sigid Kurniawan)
Luis Milla dikontrak 2 tahun oleh PSSI | Source: tempo.co (ANTARA/Sigid Kurniawan)

Terkait pemilihan pelatih tim nasional, terdapat juga kandidat lain yaitu Luis Fernandez yang kebetulan juga berdarah Spanyol. Eks pemain tim nasional Perancis yang menjuarai Piala Eropa 1984 tersebut telah memaparkan presentasi dua pekan sebelumnya. Namun, PSSI nampaknya lebih terkesan dengan presentasi yang dilakukan oleh Luis Milla. Hal ini dikarenakan prestasi yang telah diraihnya di level internasional, serta filosofi sepakbola Spanyol yang ingin diterapkannya untuk tim nasional Indonesia.

Dengan durasi kontrak 2 tahun untuk menangani tim nasional senior Indonesia dan tim nasional U-22 untuk SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Luis Milla dibebankan target yang terbilang berat. PSSI menargetkan Indonesia meraih medali emas di SEA Games 2017 Agustus nanti, dan juga finis 4 besar pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Opsi perpanjangan kontrak juga terbuka apabila Milla berhasil memenuhi capaian tersebut. Semoga tim nasional Indonesia semakin berprestasi di kancah internasional! (AT)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here