Lima Keahlian Ini Tetap Dibutuhkan Seiring Perkembangan Zaman

Photo credit: Google Internet

Dunia kerja saat ini sangat berbeda dengan sepuluh, bahkan lima tahun lalu. Seiring berkembang pesatnya teknologi digital, perubahan tidak terelakkan terjadi di banyak bidang. Meskipun dunia kerja mengalami banyak pergeseran–antara lain dalam hal jenis pekerjaan, tempat kerja, dan lama bekerja–ada lima keahlian yang tetap dibutuhkan untuk menjadi profesional di tempat kerja sehingga kamu selalu siap menghadapi perubahan.

Menurut Panel Place, ini lima keahlian yang tetap dibutuhkan seiring perkembangan zaman:

1. Memimpin secara efektif

Photo credit: giphy

Keahlian memimpin secara efektif diperlihatkan melalui kemampuan berinisiatif, berinovasi untuk membuat perubahan, dan proaktif. Inisiatif dibutuhkan karena pemimpin cenderung lebih berpikir maju dan lebih siap untuk menyelesaikan masalah daripada orang lain. Lebih jauh lagi, pemimpin memiliki kemampuan untuk mengubah praktik dan proses yang sudah umum, sehingga akan menguntungkan perusahaan. Pemimpin yang efektif tidak hanya “memimpin”, mereka juga “melakukan” apa yang dibutuhkan anggota tim lain. Ini memungkinkan pemimpin diidentifikasi sebagai anggota tim yang paling produktif dan bisa diandalkan, yang menunjukkan mereka bisa mengendalikan situasi.

2. Menghadapi orang lain

Photo credit: Google Internet

Manusia adalah makhluk sosial. Keahlian menghadapi orang lain didefinisikan sebagai kemampuan mendengarkan dan berkomunikasi pada tingkat personal. Keahlian ini harus dibina dan dikembangkan sejak dini melalui berbagai kesempatan seperti menjalin pertemanan, melakukan pekerjaan dalam bentuk proyek, dan bekerja paruh waktu.

Keahlian menghadapi orang lain menentukan bagaimana kamu menjaga relasimu dengan orang lain dan menampilkan dirimu. Keahlian ini sangat penting karena perusahaan, atau dirimu sendiri, bergantung pada kemampuan ini untuk sukses. Keahlian menghadapi orang lain membangun relasi yang berlandaskan kepercayaan dan interaksi produktif, yang memastikan organisasi berfungsi dengan mulus.

Kemampuan menghadapi orang lain membantu menyelesaikan nasalah di tempat kerja dan memampukan setiap individu untuk berkomunikasi secara efektif dan saling memahami. Jadi, meskipun kamu memiliki tipe kepribadian introvert, itu bukan alasan bagimu untuk tidak menguasai kemampuan bergaul dengan orang lain.

3. Keahlian bersosialisasi

Photo credit: giphy

Mirip dengan ponsel yang butuh koneksi supaya bisa berfungsi, koneksi manusia juga seperti itu. Dalam konteks ini, koneksi manusia merujuk pada kemampuan membangun jejaring profesional dengan orang lain. Jejaring yang dimaksud jauh lebih luas daripada daftar teman Facebook atau pengikut di Instagram, melainkan menekankan pada terbentuknya hubungan baik dengan mereka.

Jejaring bisa diciptakan melalui berbagai kesempatan formal seperti event yang diadakan jejaring, pertemuan sosial, seminar, dan acara liputan. Meskipun membentuk jejaring kedengarannya mudah, harap diingat ini lebih dari sekadar saling menyapa dan bertukar kartu nama. Kamu membangun koneksi yang mungkin saja menambahkan nilai pada perusahaanmu.

Intinya, kemampuan bersosialisasi tingkat tinggi bisa meningkatkan nilai yang bisa ditambahkan seseorang untuk perusahaan mereka. Bagi profesional tingkat tinggi yang memegang peran mengembangkan bisnis, menguasai kemampuan ini bisa berarti mendapatkan lebih banyak klien.

4. Ulet

Photo credit: Google Internet

Kegagalan adalah bagian dari hidup. (Kalau kamu baru menghadapi kegagalan, baca inspirasi dari beberapa tokoh dunia tentang kegagalan.) Kegagalan merupakan sesuatu yang umum terjadi, makanya kamu tidak perlu merasa dirimu tidak cakap atau berkualitas rendah. Keuletan merujuk pada kemampuan seseorang untuk merespons tuntutan dan tekanan di tempat kerja. Sikap ulet memungkinkan seseorang bangkit lagi setelah mengalami kejatuhan. Ketika kamu merasa ingin menyerah, keuletan berperan untuk mempertahankan keseimbangan dalam hidupmu. Lebih jauh lagi, sikap ulet menjadi komponen penting dalam kepemimpinan yang efektif.

Pekerja yang baik bukan yang tahu cara berkembang pada masa bagus, melainkan bagaimana meteka menunjukkan keuletan, keberanian, dan profesionalisme selana masa sulit. Alih-alih menyerah, sambut tantangan yang datang dan gunakan untuk memperkokoh kemampuanmu memimpin dan keuletanmu. Orang-orang ulet kemungkinan menghadapi tuntutan pekerjaan yang mensyaratkan mereka untuk senantiasa beradaptasi untuk mengubah prioritas dan beban kerja yang berat. Sikap ulet memungkinkan individu menunjukkan performa bagus meskipun di bawah tekanan.

5. Kreativitas

Photo credit: giphy

Seiring semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi teknologi baru, sangat penting untuk tetap kreatif. Kreativitas tidak terbatas hanya pada desain seni yang indah, melainkan cara berpikir kreatif dan penyelesaian masalah secara kreatif. Orang-orang kreatif akan dicari untuk menerapkan teknologi baru yang akan dipakai untuk mengimplementasikan produk baru, layanan, dan proses di tempat kerja.

Pemikir kreatif menyodorkan konsep yang unik dan inovatif. Individu bisa menggunakan sel-sel kreatif otak untuk mengembangkan cara-cara baru untuk menginterpretasikan dan menyelesaikan masalah. Individu kreatif memiliki kemampuan untuk melihat sisi lain sebuah masalah, yang memungkinkan mereka memberikan solusi yang inovatif. Perusahaan pun akan mendapatkan manfaat dari penyelesaian masalah secara kreatif karena itu menggiring perusahaan ke arah yang baru. Kreativitas sangat dibutuhkan di semua industri, termasuk yang “membosankan” seperti akunting.

Lima keahlian ini pada dasarnya dimiliki setiap orang dan bisa dipelajari atau terus dikembangkan. Apa pun bidang pekerjaanmu, Inspirator, lima keahlian ini akan sangat membantu untuk meningkatkan karier atau bisnismu. Jika kamu sudah menguasai lima keahlian ini, selamat, karena kesuksesan menantimu.

Jangan lupa juga untuk bahagia, karena hati yang bahagia adalah magnet bagi mukjizat.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here