Konsep Smart City Bisa Menciptakan Kualitas Hidup yang Lebih Baik

Kota cerdas merupakan visi pengembangan perkotaan untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan teknologi Internet of Things (IoT) dengan cara yang aman untuk mengelola aset kota. Aset ini meliputi sistem informasi instansi pemerintahan lokal, sekolah, perpustakaan, sistem transportasi, rumah sakit, pembangkit listrik, jaringan penyediaan air, pengelolaan limbah, penegakan hukum, dan pelayanan masyarakat lainnya. Smart city ditujukan dalam hal penggunaan informatika dan teknologi perkotaan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. TIK memungkinkan para pejabat kota berinteraksi langsung dengan masyarakat dan infrastruktur kota serta memantau apa yang terjadi di kota, bagaimana kota berkembang, dan bagaimana menciptakan kualitas hidup yang lebih baik. Melalui penggunaan sensor yang terintegrasi dengan sistem monitoring real-time, data yang dikumpulkan dari warga dan perangkat kemudian diolah dan dianalisis. Informasi dan pengetahuan yang dikumpulkan adalah kunci untuk mengatasi inefisiensi. (Wikipedia)

Teknologi ini dapat memangkas waktu yang diperlukan petugas polisi, pemadam kebakaran, atau tenaga medis untuk memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

Di bidang kesehatan, misalnya, ketika ada seseorang membutuhkan pertolongan medis di suatu tempat, cukup menelepon ke nomor layanan terpadu kota. Pusat komando bisa langsung mengetahui lokasi penelepon lewat pemetaan digital, lingkungan sekitar pelapor lewat kamera CCTV, hingga lokasi petugas medis terdekat.

Contoh di bidang keamanan, misalnya, ada kasus pembunuhan tapi informasinya terbatas hanya pakaian pelaku dan mobil yang digunakan untuk melarikan diri. Pusat komando bisa mencari dan mencocokkan gambar pelaku yang terekam dari sekian banyak CCTV dengan ciri-ciri yang ada.

Smart city terutama diharapkan untuk membantu menemukan solusi atas masalah-masalah yang sering timbul di perkotaan. Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Pencetus konsep kota cerdas

Foto: Google Internet

Konsep smart city pertama kali digaungkan IBM, perusahaan komputer ternama di Amerika. IBM memperkenalkan konsep smart city untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Untuk menyukseskan konsep kota pintar ini, IBM menetapkan ada enam indikator yang harus dicapai. Enam indikator tersebut adalah masyarakat penghuni kota, lingkungan, prasarana, ekonomi, mobilitas, serta konsep smart living. Dengan mengoptimalkan enam indikator ini, konsep smart city bukan lagi sesuatu yang tidak bisa dicapai. Enam indikator ini bisa difokuskan semuanya atau dimaksimalkan salah satunya.

Kota Kopenhagen di Denmark, dianggap salah satu kota cerdas di dunia. Kopenhagen memfokuskan diri untuk melakukan usaha optimal di bidang lingkungan. Selain itu predikat smart city juga dipegang Seoul. Ibu kota Korea Selatan ini berfokus pada pelayanan publik di bidang teknologi informasi. Tidak mengherankan jika kota ini diakui memiliki jaringan Internet tercepat di dunia.

(Sumber: kominfo.go.id)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here