Kegiatan sosialisasi komunitas #untukpapua di Jakarta (foto: Ifa)

Pesona keindahan alam Papua tersohor ke mana-mana. Beberapa tahun terakhir pariwisata Papua menyita perhatian para wisatawan dalam maupun luar negeri dan menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Kenyataan ini berbanding terbalik dengan permasalahan sosial yang ada di Papua yang luput dari perhatian banyak orang.

Sebuah komunitas yang berasal dari Universitas Gajah Mada (UGM) menggagas gerakan #UntukPapua yang bertujuan untuk membantu setiap anak di Papua agar bisa mendapatkan pendidikan tanpa terhambat keterbatasan. Kemudian terbentuklah batch pertama yang beranggotakan 30 orang mahasiswa dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mewujudkan impian masyarakat Papua dengan sentuhan pendidikan.

“Masyarakat Papua kurang mengenal pendidikan sehingga tidak tahu harus melakukan apa. Kita mau membantu mereka bersama pemerintah setempat melalui pendidikan,” ungkap Rasi Sadra Rausanfikri, anggota komunitas #UntukPapua ketika ditemui Inspirator Freak dalam sebuah acara.

Dalam perjalanannya sejak berdiri pada 2013, komunitas yang didirikan sekaligus diketuai oleh Fajar Surya ini berhasil mendirikan Rumah Belajar pertama di Kampung Manyaifun, Distrik Waigeo Barat, Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Rumah Belajar ini bertujuan sebagai rumah kedua untuk bersosialisasi dan melakukan berbagai aktivitas kreatif yang berhubungan dengan pendidikan.

Selain mewujudkan Rumah Belajar, komunitas #UntukPapua memberikan program pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan agro (pertanian). Pada tahun 2015, #UntukPapua melakukan kegiatan dengan fokus program tiga hal di antaranya dari segi pendidikan, pengembangan wilayah, dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Untuk tahun ini kita fokus ke Supiori, salah satu kota di Provinsi Papua. Kita akan membangun daerah wisata yang mempunyai perekonomian sendiri dengan didasari pendidikan. Kita juga akan mengedukasi mayarakat untuk membangun desa wisata dan memiliki oleh-oleh sendiri yaitu keripik tempe sagu karena di Papua itu banyak sagu dan kita akan memanfaatkan apa yang ada di sana hingga menjadi oleh-oleh khas Supiori,” ujar mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan UGM ini.

Kegiatan sosialisasi komunitas #UntukPapua di Jakarta (foto: Ifa)
Kegiatan sosialisasi komunitas #UntukPapua di Jakarta (foto: Ifa)

Untuk merealisasikan program-programnya, komunitas #UntukPapua melakukan sosialisasi baik melalui media sosial maupun kegiatan roadshow ke beberapa sekolah di Yogyakarta dan Jakarta. Selain itu juga untuk memperkenalkan sebuah buku dokumentasi perjalanan selama mengabdi di Papua berjudul “Jejak Kaki di Timur Negeri” dan memperkenalkan Papua melalui lagu “Papuaku Papuamu” yang dibawakan oleh Papua’s Voice.

Komunitas #UntukPapua tentu berharap upayanya ini dapat meningkatkan kesadaran dan dukungan secara real untuk membantu mewujudkan impian dan harapan dari adik-adik di Papua dalam bentuk Rumah Belajar dan Rumah Produksi di Papua Barat dan Papua.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis: Ifa Ikah

Editor  : Siti Ayu Handayani

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY