Sumber: tempo.co

Tidak semua orang seberuntung kita. Dalam berbagai hal termasuk pendidikan atau mungkin kehidupan. Yang harus kita lakukan adalah merangkul mereka untuk bersama-sama bangkit dari keterpurukan. Namun, semua itu perlu berangkat dari keperdulian.

Bagaimana kita tidak egois hanya memikirkan diri kita sendiri. Namun juga orang lain yang ada di sekitar kita. Berangkat dari kepedulian jugalah komunitas ini dibentuk. Komunitas Satoe Atap merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dan mahasiswi Semarang atas kehidupan anak-anak yang kurang beruntung termasuk anak jalanan.

Mungkin banyak yang memandang dengan sebelah mata menilai bahwa komunitas seperti ini hanya lalu lalang saja. Namun, komunitas Satoe Atap berhasil mempertahankan konsistensi mereka untuk berkontribusi selama 9 tahun.

Satoe Atap sendiri singkatan dari Sayang Itoe Asli Tanpa Pamrih. Sepertinya filosofi ini sudah melekat pada komunitas Satoe Atap sendiri. Yang awalnya hanya keprihatinan mahasiswa akan anak-anak yang pada jam sekolah malah melakukan hal yang tidak semestinya menjadi sesuatu yang besar dan tentunya bermanfaat untuk sekitar. Sekarang ini Komunitas Satoe Atap mempunyai beberapa kegiatan.

Yang pertama kegiatan belajar dan bermain yang diadakan di dua tempat yang berbeda yaitu spot suroja dan spot tanggul. Yang kedua adalah kegiatan keliling Indonesia. Keliling Indonesia disini bukan benar-benar keliling Indonesia namun mengenalkan budaya yang tersebar di Indonesia. Sangat menarik bukan? Konsepnya sendiri akan mengikuti provinsi yang dituju tiap minggu. Sehingga, anak-anak tidak hanya belajar materi yang ada namun juga belajar kebudayaan.

Kegiatan selanjutnya adalah Bazaar for Kids, seusai namanya acara  yang diadakan setahun sekali ini berupanya untuk memberikan sesuatu seperti alat tulis dan lain sebagainya yang biasanya dari donator kepada adik-adik. Namun, juga dengan memberikan edukasi dengan konsep “berbelanja” kebutuhan mereka dengan token atau koin untuk dapat ditukarkan. Sehingga, mereka dapat belajar berhitung dan menentukan prioritas mereka. Selain itu ada beberapa kegiatan lain seperti Ulang Tahun dan Hompipah.

Nah, Inspirator, semoga komunitas ini dapat memberikan inspirasi kepada kalian ya. Untuk selalu perduli dengan sekitar. Dimulai dari hal yang kecil. Karena, keperdulian adalah awal untuk mendalami sesuatu. Jadi, dimanapun kita berada kita harus bisa membuka mata dan hati kita untuk dapat melihat serta merasakan apa yang orang lain lihat dan rasakan.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis : Noviyanti

Editor   : Dylan Aprialdo Rachman

Inspirator Freak

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY