Kolaborasi Seniman Korea-Indonesia Dalam Pameran Dialogue With The Senses

Pameran Dialogue With The Senses
Jeong-ok Jeong bersama para seniman dalam acara temu media di Galeri Fatahillah

Hidup di era media digital tidak hanya mempengaruhi seluruh aspek indrawi, tetapi juga membuka pintu sensasi baru. Gagasan inilah yang diangkat oleh Korea-Indonesia dalam pameran seni media instalasi bertajuk Dialogue with the Senses.

Pameran Seni Media Instalasi Korea-Indonesia pertama kali dilaksanakan pada tahun 2013 sebagai perayaan 40 tahun hubungan diplomatik antara Korea dan Indonesia. Sebagai program pertukaran budaya tahunan melalui seni media baru dan instalasi, tahun ini merupakan kali ke-4, dengan memperkenalkan seni kontemporer terbaru dari para seniman muda dan berbakat dari kedua negara.

Menampilkan karya seni kontemporer dari 9 seniman muda Korea dan Indonesia, pameran ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman sensorik dan signifikasinya dalam perjalanan hidup.

“pengalaman kita dengan karya seni menjadi penting karena bersifat personal dan karenanya istimewa. Ketika kita mengapresiasi karya dan bagaimana kita melakukannya, memberikan banyak perbedaaan. Dalam situasi ini, ragam indra kita membentuk sebuah media komunikasi dan melaluinya, kita menyadari bahwa takkan pernah ada kebenaran mutlak.” ujar Jeong-ok Jeong, kurator pameran.

Pameran Dialogue With The Senses

Pameran Dialogue With The Senses

Pameran seni Dialogue with the Senses tahun ini terbilang unik. Seniman Indonesia, Elia Nurvista, memamerkan penafsiran ulangnya atas sejarah kolonial yang terkait dengan ‘gula’ ke dalam bentuk instalasi patung. Manis dan juga pahit, karyanya dapat dikecap oleh pengunjung, sebagai satu langkah untuk mengenal sejarah yang tidak mereka ketahui. Seniman Korea, Park Seung Soon menghadirkan seni media bagi para pengunjung untuk bermain berbagai instrumen tradisional Indonesia melalui interaksi dengan air dalam mangkuk kaca.

Bertempat di Galeria Fatahillah, Kota Tua, Jakarta pada tanggal 21 Oktober hingga 3 November, pameran ini akan menyuguhkan ragam seni dua negara yang menggabungkan teknologi mutakhir. Selain itu, pameran ini juga akan menjadi kesempatan baik untuk mempertimbangkan kembali peran penting ‘indra’ dalam mengalami dan mengenang budaya Korea dan Indonesia.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis : Ifa Ikah

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here