Kolaborasi Bekraf Dengan 6 Desainer IFW, Ini Tampilan Tenun Masa Kini

kolaborasi-bekraf-dengan-6-desainer-ifw-ini-tampilan-tenun-masa-kini
Para perancang Tenoen Etnik bersama perwakilan Bekraf

Bertajuk Tenoen Etnik, Bekraf bersama enam desainer ternama menampilkan rancangan tenun masa kini pada pagelaran Indonesia Fashion Week 2017. Adalah Ida Royani, Jenahara, Torang Sitorus, Jeny Tjahyawati, Anne Rufaidah dan Nieta Handayani.

Keenam desainer pilihan ini menampilkan 16 koleksi busana tenun dari seluruh nusantara. Empat diantaranya (Ida Royani, Jenahara, Jeny Tjahyawati, dan Torang Sitorus) berkolaborasi menampilkan kreasi dari Ulos, kain tenun khas adat Batak.

Hinauli- Jenahara

kolaborasi-bekraf-dengan-6-desainer-ifw-ini-tampilan-tenun-masa-kini

Hinauli merupakan bahasa Batak yang berarti keindahan. Jenahara dengan lini Jenahara Black Label menampilkan rancangan Ulos dengan sentuhan edgy yang minimalis. Jenahara memadukan motif tegas kain Ulos dengan warna monotone yang selam ini menjadi ciri khas rancangannya.

The Passamot- Torang Sitorus

kolaborasi-bekraf-dengan-6-desainer-ifw-ini-tampilan-tenun-masa-kini

Koleksi bertema The Passamot adalah bentuk tribute Torang Sitorus pada kesederhanaan dan kesakralan bagi kekayaan budaya, warna dan tekstil Batak. Ulos Passamot terinspirasi dari cerita haru dalam ritus perkawinan adat Batak. Koleksi The Passamot bermotif artistic dan didominasi oelh warna-warna lembut dan tegas yang diaplikasikan dalam sentuhan urban lifestyle berbahan katun.

Nagaya Donggala – Nieta Handayani

kolaborasi-bekraf-dengan-6-desainer-ifw-ini-tampilan-tenun-masa-kini

Menggunakan tenun khas Sulawesi Tenggara, Nieta Handayani mengusung Nagaya Donggala sebagai tema busana pada IFW 2017. Tenun Donggala yang digunakan adalah tenun Bomba yang memiliki motif bunga-bunga dengan warna-warna lembut. Nieta mengaku ingin mempromosikan tenun Donggala yang saat ini masih jarang dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Tenun Ikat NTT- Anne Rufaidah

kolaborasi-bekraf-dengan-6-desainer-ifw-ini-tampilan-tenun-masa-kini

Dalam pagelaran tahun ini, Anne Rufaidah menampilkan 16 busana etnik dari kekayaan alam Nusa Tenggara Timur (NTT). Tenun Ikat NTT yang memiliki ciri khas warna terang ini dikombinasikan dengan tenun Toraja karena kecocokan warna dari dua kain tersebut.

Rarigami Reconstruction- Jeny Tjahyawati

kolaborasi-bekraf-dengan-6-desainer-ifw-ini-tampilan-tenun-masa-kini

Terinspirasi dari Origami dan Ulos Radigub, Jeny menggabungkan keduanya dan menciptakan rancangan bergaya feminin elegan dengan siluet H-Line. Ulos Radigub merupakan salah satu jenis Ulos dari Batak Toba yang memiliki derajat paling tinggi dalam tradisi Batak Toba.

Ulos Pinuncaan – Ida Royani

kolaborasi-bekraf-dengan-6-desainer-ifw-ini-tampilan-tenun-masa-kini

Hampir 15 tahun mempromosikan kain khas NTT, tahun ini Ida Royani membuat terobosan baru dengan menggunakan kain khas Sumatera Utara, Ulos. Dalam pagelaran kali ini, Ida membagi tema kedalam dua jenis kain Ulos yang berbeda, yaitu Pinuncaan dan Sadum. Ida mengolah Ulos Pinuncaan dengan pilihan warna hitam putih. Tak hanya mengolah Ulos menjadi baju, Ida pun mengolah Ulos menjadi sepatu dan tas.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here