Khmer New Year

Setiap negara tentunya punya cara tersendiri dalam merayakan tahun baru, begitupun dengan Kamboja. Negara ini memiliki sebuah festival tradisional menarik bernama Sus`Dei Chnam Thmei yang berlangsung selama 3 hari yang biasanya diadakan sekitar tanggal 13 atau 14 April. Semua orang baik warga lokal maupun turis asing tumpah ruah di jalan-jalan kota Kamboja. Bagi masyarakat Kamboja festival tradisional ini menjadi ajang untuk mengucapkan syukur atas kebahagiaan, kedamaian dan keberhasilan yang telah mereka capai selama setahun. Festival ini terdiri dari 3 hari yang masing-masing diberi nama Moha Songkran, Wanabat dan Tanai Lieang Saka. 1.Hari Pertama, Moha Songkran File:Khmer New Year GA2010-146.jpg Hari pertama tahun baru Khmer disebut Moha Songkran. Masyarakat setempat memiliki kepercayaan bahwa pada hari itu muncul kehadiran dewa dan malaikat-malaikat baru yang ditugaskan untuk melindungi dunia selama satu tahun ke depan. Untuk menyambut hari ini, biasanya masyarakat lokal membersihkan dan menghias diri mereka sendiri. Mereka juga berlomba-lomba untuk membersihkan rumah sendiri dan menghias rumah mereka masing-masing. Masyarakat di sana berlomba-lomba menghias rumah mereka sendiri semenarik mungkin untuk menyambut dewa dan malaikat baru. Bagi mereka kegiatan itu merupakan upaya untuk memulai tahun baru tidak diawali dengan nasib buruk. Kegiatan tersebut merupakan wujud harapan mereka agar tahun depan bisa membawa kebahagiaan dan kedamaian. Selain menghias rumah sendiri, setiap keluarga juga menyiapkan sajian makanan-makanan seperti buah-buahan, kue, hingga dupa yang dihiasi dengan bunga-bunga sebagai tanda harapan rumah dan orang-orang di dalamnya dilindungi hingga akhir tahun. You must know, kalangan anak muda di Kamboja pada hari itu lagi gencar-gencarnya mencari jodoh loh. Karena hari itu merupakan hari yang dinilai berkah untuk mendapatkan calon pengantin. Wow!. 2.Hari Kedua, Wanabat

Masyarakat Kamboja biasanya menyiapkan makanan untuk disantap bersama | Sumber: guidodingemans.photoshelter.com
Hari kedua ini disebut juga “Hari Memberi”. Pada hari inilah setiap anggota keluarga saling berbagi kebahagiaan. Anak-anak memberikan hadiah kepada orang tua dan kakek-nenek mereka. Sementara itu anak-anak biasanya akan memperoleh baju baru dari keluarganya. Masyarakat Kamboja juga memberikan bantuan uang dan pakaian kepada orang-orang yang membutuhkan. 3.Hari Ketiga, Tanai Lieang Saka Hari ini disebut “Awal Baru” setelah menjalani dua hari festival tersebut. Masyarakat setempat berpergian mencari berkah dari para biarawan pada pagi hari. Di jalan-jalan dan di tempat umum, orang saling melemparkan air, bedak hingga tepung kepada satu sama lain sebagai bentuk keceriaan dan suka cita mereka. Bagi mereka yang jauh dari keluarga, biasanya hari ini dimanfaatkan untuk mudik pulang kampung bertemu kembali dengan sanak keluarga. Yap selama tiga hari itu masyarakat Kamboja bersuka-cita mereka bertemu dengan keluarga, reuni dengan sahabat atau teman-teman lama, bertukar kabar tentang kehidupan mereka sekaligus menjadikan festival ini sebagai ajang nostalgila bukan nostalgia loh. Selama festival ini juga ada beragam macam seni pertunjukan tradisional. Setelah festival ini selesai masyarakat Kamboja kembali beraktivitas semula sembari membawa harapan bahwa mereka bisa memperoleh kebahagiaan kembali selama satu tahun ke depan. Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis: Dylan Aprialdo Rachman Editor: Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

 

LEAVE A REPLY