Kerja Tetap vs Freelance, Mana yang Harus Dipilih Milenial?

Sumber: contentmart.com

Lebih baik kerja tetap atau freelance, ya?

Pernahkah pikiran itu terlintas di benakmu, Inspirator? Pertimbangannya, kalau bekerja sebagai karyawan tetap di perusahaan kamu dapat gaji, tunjangan, dan jam kerja yang jelas. Kamu pun merasa lebih aman secara finansial karena punya penghasilan setiap bulannya. Peluang untuk mendapatkan kenaikan jabatan pun terbuka.

Sumber: aliereadvisors.com

Keuangan aman sih, tapi…

Ingat, perusahaan pun punya aturan main. Kamu tidak bisa leluasa menentukan kehendak. Ada atasan yang harus dipatuhi dan memantau kinerjamu. Hal inilah yang membuat kamu kurang fleksibel dari segi waktu dan tindakan. Kamu punya jam kerja kaku yang tidak bisa diubah. Siap-siap juga untuk menghadapi macet karena harus ke kantor. Sering kali, kamu juga kesulitan untuk mengambil waktu liburan.

Sumber: fuseworkforce.com

Berarti, lebih enak jadi freelancer, dong?

Tunggu dulu, Inspirator! Memang, menjadi freelancer atau pekerja lepas artinya kamu punya waktu yang lebih fleksibel untuk mengerjakan pekerjaanmu. Tidak perlu ke kantor, tidak terikat kontrak kerja yang panjang, dan kamu sendiri yang jadi bosnya. Kamu bebas menentukan fee dan jam kerja, asalkan pekerjaanmu sesuai permintaan klien.

Sumber: dreamstime.com

Sebagai freelancer, kamu juga harus memikirkan profesionalitas. Setiap kali menerima proyek, buatlah SPK (Surat Perjanjian Kerja) yang meliputi apa yang harus kamu kerjakan, berapa lama waktu pengerjaannya, dan bagaimana pembayarannya. Jangan ragu untuk membicarakan tentang fee di awal, ya.

Wah, mending jadi freelancer, ah…

Kalau kamu sudah siap mental jadi freelancer, pastikan kamu punya keahlian di bidang tertentu karena yang dijual adalah keahlian. Tentu mengherankan kalau kamu ingin jadi freelancer tapi tidak punya keahlian apa-apa.

Bagi generasi milenial yang akrab dengan teknologi, menjadi freelancer memang menyenangkan karena bisa mendapatkan banyak job dalam waktu bersamaan dan dikerjakan secara remote. Tetapi, ingat, kamu harus bertanggung jawab untuk menyelesaikannya supaya mendapatkan reputasi baik.

Dan jangan kaget kalau nanti pendapatanmu tidak tetap. Kamu mungkin bisa dapat fee atau komisi melebihi gaji karyawan tetap, tapi harus siap juga kalau suatu waktu sepi job atau ada keterlambatan pembayaran dari klien.

Sumber: copywritercollective.com

Ikuti pilihan hatimu…

Ada orang yang senang bekerja dengan ritme konstan, ada juga yang tidak suka terikat waktu. Untuk kamu yang menginginkan waktu kerja yang lebih teratur dan minim risiko, menjadi karyawan tetap jawabannya. Tetapi, kalau kamu lebih nyaman bekerja tanpa aturan jam kerja, menjadi freelancer bisa kamu coba!

Kamu bosan menjadi karyawan tetap dan ingin resign untuk jadi freelancer, Inspirator? Ini tiga hal penting yang harus kamu persiapkan jika berencana resign.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here