Keren, Pelajar Meksiko Ciptakan Bra Pendeteksi Kanker Payudara

Terinspirasi dari perjuangan ibunya melawan kanker payudara, pelajar usia 18 tahun, Julian Rios Cantu menciptakan bra yang dapat mendeteksi kanker payudara. Berkat rancangannya, remaja asal Meksiko ini berhasil mengalahkan 13 pelajar dari seluruh dunia dan mendapatkan penghargaan dari Global Student Enterpreneur Awards (GSEA).

Bra yang diberi nama EVA ini dilengkapi sekitar 200 biosensor yang berfungsi untuk menentukan konduktivitas termal berdasarkan zona tertentu. Tujuannya, untuk memantau perubahan suhu, bentuk dan berat payudara.

“Kenapa bra? Karena karena payudara memiliki posisi yang sama dan pemakaiannya tidak lebih dari satu jam selama seminggu,” ujarnya saat diwawancarai El Universal, seperti dikutip dari CNN.com.

Dia melanjutkan, panas yang dihasilkan dari biosensor tersebut dapat mengindikasikan lebih banyak aliran darah. Hal tersebut dapat memberikan asupan untuk aliran darah dalam melawan beberapa jenis sel kanker.

“Begitu banyak mal-informasi di payudara atau tumor, maka akan banyak vaskularisasi. Semakin tinggi suhu maka aliran darah akan semakin banyak,” tuturnya.

Informasi yang terdapat dari bra tersebut dapat disalurkan ke saluran gadget dengan menggunakan bluetooth. Dari sana, seseorang dapat mengetahui informasi soal kesehatan payudaranya.

Hingga saat ini, kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan utama bagi wanita di seluruh dunia. Data International Agency for Research on cancer (IARC) GLOBOCAN tahun 2012 mencatat bahwa 1,7 juta wanita terdiagnosis (insidensi)  kanker payudara atau sekitar 11,9 persen dari seluruh insidensi kanker. Sedangkan data WHO menunjukkan prevalensi kanker payudara di seluruh dunia mencapai 6,3 juta di akhir tahun 2012 yang tersebar di 140 negara.

Semoga dengan adanya penemuan ini dapat menurunkan prevalensi kanker payudara di dunia, khususnya di Indonesia.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here