Kepedulian Kita Pada Penderita Depresi Bisa Menyelamatkan Nyawa

Man hugging knees on beach at sunset

Beberapa bulan terakhir ini dunia maya berulang kali dipenuhi cerita tragis tentang kasus bunuh diri yang (setelah dipelajari penyebabnya) bersumber dari depresi. Penderita depresi bisa dari rentang umur berapa saja, dan kondisi kejiwaan ini bukan hanya menghinggapi orang biasa, selebriti internasional pun tidak kebal dari serangannya. Masih segar di ingatan kita tentang kematian mengejutkan Chester Bennington, vokalis utama Linkin Park, pada tanggal 20 Juli 2017, yang diyakini akibat depresi berlarut.

Banyak sumber tertulis di dunia maya menyebutkan penyebab spesifik depresi tidak diketahui dan faktor pemicunya berbeda-beda. Depresi bisa terjadi karena faktor tunggal atau kombinasi dari berbagai faktor (genetik, biologis, psikologis, ekonomi, lingkungan). Penderita depresi merasakan antara lain sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak memiliki motivasi untuk beraktivitas, kehilangan minat untuk melakukan apa pun.

Dari luar sulit membedakan antara depresi dan sekadar sedih, ini salah satu sebab kasus depresi sering tidak disadari sampai semuanya terlambat. Tetapi, ada beberapa gejala psikologis umum yang dialami penderita depresi, misalnya:

– Selalu merasa cemas dan bersalah
– Selalu merasa khawatir berlebihan
– Suasana hati buruk yang berkelanjutan
– Mudah marah dan menangis
– Menunjukkan kecenderungan bunuh diri, misalnya dengan tiba-tiba sering bicara tentang keinginan bunuh diri

Dari banyak pendapat tentang cara mencegah bunuh diri karena depresi, satu yang perlu kita renungkan adalah tentang kepekaan dan kepedulian. Kisah nyata berikut ini adalah terjemahan bebas dari artikel dari laman Bored Panda, yang menunjukkan betapa kepedulian kita pada orang lain kadang-kadang seharga satu nyawa.

Apa kesamaan antara Into the Wild, Schindler’s List, dan October Sky?

Film-film ini dibuat berdasarkan kehidupan nyata. Tetapi, kisah yang akan Anda masuki tidak diadopsi ke layar lebar. Belum. Seseorang di Quora bertanya, “Apa satu momen dalam hidup Anda yang hanya bisa terjadi di film?” Dan jawabannya menakjubkan.

Kevin Walsh menjawab:

Saya tidak bisa menjawab ini.
Suatu waktu, saya berusia 13 tahun ketika mengikuti perkemahan musim panas dan gadis paling cantik yang pernah saya lihat berjalan langsung mendatangi saya dan berkata, “Warna hitam bagus untukmu.” Entah mengapa. Kami mengobrol dan berteman, saling bertukar nama layar AIM (pada masa itu) dan tetap saling mengontak sampai beberapa lama.

Kami menghilang dari radar satu sama lain pada suatu masa di SMA, tapi saya bisa menyakinkan Anda tidak sehari pun berlalu tanpa saya memikirkan gadis itu. Bahkan sekarang pun saya tidak yakin saya bisa mengatakan alasannya–sesuatu tentang gadis itu tetap tinggal bersama saya.

Pada tahun senior saya, saya mengalami kejadian bodoh khas anak SMA yang saat itu sepertinya meluluhlantakkan dunia, dan terbanting dengan keras ke kondisi depresi. Saya membulatkan tekad untuk mengakhiri hidup, menulis surat, dan pergi ke tempat saya berencana mengakhiri semuanya.

Pada rentang waktu antara lima sampai sepuluh detik sebelum saya melakukan bunuh diri, telepon saya berbunyi. Saya mengecek identitas pemanggil–saya tidak bisa mati tanpa mengetahuinya. Nomor itu tidak saya kenal, jadi saya menjawab, dan ternyata gadis itu.

Saya bertanya ada apa, dan dia menjawab dia hanya merasa seolah harus menelepon saya. Saat itu sudah setahun sejak kami berbicara, dan pada momen itu dia bilang harus menelepon. Singkat cerita, dia mengorek cerita, saya pun menjawab terus terang, dan dia membujuk saya supaya membatalkannya. Maksud saya, dia benar-benar berkata, “Apa? Jangan lakukan itu.” Begitu saja.

Dia membuat saya berjanji untuk meneleponnya keesokan harinya, dan kami menyudahi percakapan. Malam itu saya mulai menulis kata-kata yang, sepuluh tahun kemudian, saya pakai untuk melamarnya.

“Gebetan pertama saya menelepon tiba-tiba tepat pada waktunya untuk mencegah saya bunuh diri, dan saya menikahi dia sepuluh tahun kemudian.”

Kepekaan dan kepedulian kita pada orang-orang di sekitar kita bisa menyelamatkan nyawa. Mari lebih “boros” berbagi hati dan kasih.

Sumber: Boredpanda

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here