Ali Sastroamidjojo, tokoh Indonesia pelopor Konferensi Asia-Afrika

Halo Inspirator! Senang sekali hari ini kita memperingati Konferensi Asia-Afrika (KAA). Tau nggak Inspirator, bahwa KAA merupakan satu konferensi yang sifatnya penting? Pada tahun 1955, pada masa itu situasi politik dunia terbagi ke dalam dua blok atau kubu besar, Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat dipimpin Amerika Serikat dan Blok Timur digawangi Uni Soviet. Kedua blok ini terlibat dalam ketegangan yang kala itu dikenal luas sebagai Perang Dingin. Sementara, timbul keinginan dari bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk tidak memihak keduanya. Kehendak untuk tetap netral serta perasaan senasib sepenanggungan bangsa-bangsa ini yang masih berjuang untuk merdeka membuat KAA terlaksana di Bandung, tahun 1955.

  1. Sir John Kotelawala

    Sir John Lionel Kotelawala, Perdana Menteri Srilanka pelopor KAA | Source: npg.org.uk
    Sir John Lionel Kotelawala, Perdana Menteri Srilanka pelopor KAA | Source: npg.org.uk
    Negara dari Asia Selatan, Sri Lanka, mengirimkan delegasi yang menjadi pelopor KAA, Perdana Menteri Sri Lanka yang Ketiga, yaitu Sir John Kotelawala. Ia merupakan orang yang vital perannya di dalam terciptanya KAA. Sir John Kotelawala mengirimkan surat kepada Ali Sastroamidjojo di tahun 1954. Isi surat tersebut adalah undangan kepada Ali Sastroamidjojo dan beberapa tokoh pemimpin negara-negara Asia (yang akhirnya menjadi pelopor KAA).
  2. Ali Sastroamidjojo

    Ali Sastroamidjojo, tokoh Indonesia pelopor Konferensi Asia-Afrika | Source: ilmusosial.info
    Ali Sastroamidjojo, tokoh Indonesia pelopor Konferensi Asia-Afrika | Source: ilmusosial.info
    Indonesia juga memiliki perwakilan penggagas KAA. Saat itu, pemerintah Indonesia masih memiliki jabatan Perdana Menteri, yang bertugas memimpin kabinet. Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri Indonesia kedelapan menerima surat dari Sir John Kotelawala yang mengusulkan pertemuan para Perdana Menteri di Kolombo, Srilanka.  Ali Sastroamidjojo juga memperjuangkan agar pertemuan tersebut dapat berujung kepada konferensi yang dihadiri perwakilan negara-negara Asia dan Afrika.
  3. Muhammad Ali Bogra

    Muhammad Ali Bogra | Sumber: hdnux.com
    Muhammad Ali Bogra adalah Perdana Menteri Pakistan di tahun 1953 hingga 1955. Ia turut mempelopori KAA, dan turut menyuarakan pendapatnya saat konferensi berlangsung. Ia menekankan pentingnya perdamaian antarnegara, terkait dengan konflik perebutan Indocina (Vietnam) oleh Amerika Serikat dan Cina. Selain itu, ia juga lantang bersuara melawan kolonialisme yang saat itu masih dialami oleh negara-negara Asia dan Afrika.
  4. Jawaharlal Nehru

    Perdana Menteri Pertama India ini juga turut berpengaruh di kancah politik Internasional | Source: livemint.com
    Perdana Menteri Pertama India ini juga turut berpengaruh di kancah politik Internasional | Sumber: livemint.com
    Sosok yang satu ini dapat dikatakan cukup dikenal luas di Indonesia. Nehru merupakan figur sentral di dalam sejarah politik India, menjadi bagian dinasti politik Nehru-Gandhi. Menjabat sebagai Perdana Menteri India yang pertama, Nehru menaruh kepercayaan kepada pemerintah Indonesia yang ingin mengadakan KAA. Nehru setuju dengan Indonesia bahwa KAA tak hanya dihadiri oleh perwakilan negara para pelopor saja melainkan juga negara-negara Asia lain dan Afrika yang masih berjuang melawan penjajahan.
  5. U Nu, Perdana Menteri Burma

    Perdana Menteri pertama Myanmar , U Nu selain berpolitik juga aktif sebagai novelis | Source: wikimedia.org
    Perdana Menteri pertama Myanmar, U Nu selain berpolitik juga aktif sebagai novelis | Source: wikimedia.org
    Merupakan Perdana Menteri pertama Burma (Myanmar). Ia juga menduduki kembali jabatan Perdana Menteri, menjadi Perdana Menteri Myanmar ke-3 dan ke-5. Tokoh pelopor lahirnya KAA ini selain dikenal sebagai politisi, juga dikenal sebagai seorang novelis. Karya-karyanya diantaranya adalah The People Win Through (1951), Burma under the Japanese (1954), dan An Asian Speaks (1955).

Nah itu dia Inspirator, lima orang pelopor KAA. Semoga dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan Inspirator ya 🙂 Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis: Agung Tyanto Editor  : Dylan Aprialdo Rachman

Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY