Sir Ken Robinson via Flickr.com

Dalam sebuah seminar, Sir Ken Robinson menyampaikan bahwa pengetahuan bukanlah sesuatu yang telah kita ketahui, tetapi sesuatu yang belum pernah kita tahu. Pengetahuan akan muncul ketika kita telah mencoba masuk ke dalam satu dunia yang baru. Di dunia pendidikan, tidak banyak terjadi perubahan yang signifikan. Satu-satunya perubahan besar yang ada di dunia pendidikan sejak 500 tahun terakhir adalah eksistensi buku pelajaran. Hidup di zaman yang sebagian besar aspek dikuasai oleh teknologi membuat Sir Ken Robinson menyadari bahwa dunia pendidikan harus berevolusi. Ia menyadari bahwa generasi millenial (generasi muda yang lahir dari era 1980-an hingga 2000-an dengan rentang usia 15-34 tahun -red.) sangat identik dengan gadget. Ia melihat bahwa saat ini sudah tidak banyak anak muda yang menggunakan jam tangan. Saat ia bertanya kepada anak perempuannya yang berusia 20 tahun mengapa ia tidak mengenakan jam tangan, sang anak menjawab “jam tangan hanya memiliki satu fungsi, untuk apa membawa ke mana-mana benda yang tidak multifungsi? Handphone memiliki banyak fungsi, saya bisa lihat jam dari handphone“. Dari sini ia menyadari bahwa teknologi dan pendidikan harus bekerjasma. Pendidikan menjadi fondasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Pendidikan juga menjadi salah satu fokus para pemimpin dunia yang menandatangani Global Goals. Kualitas Pendidikan (Quality education) berada di urutan ke-4 dari 17 tujuan yang disepakati oleh lebih dari 190 negara di dunia.

​Sustainable Development Goals | http://www.wri.org/
MOOC (Massive Open Online Course) adalah sebuah revolusi di bidang pendidikan. MOOC adalah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di luar kelas dan dengan jumlah peserta belajar yang tidak terbatas. Sistem belajar ini juga bekerjasama dengan beberapa universitas di dunia. Peserta belajar akan mendapatkan materi ajar berupa video dan jurnal. edX adalah salah satu contoh MOOC yang banyak diakses oleh mahasiswa dan berbagai kalangan dari seluruh dunia. Diusung oleh dua universitas ternama dunia, Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard University, edX menyediakan lebih dari 650 pelajaran dari  berbagai perguruan tinggi dunia, seperti  MIT, Harvard, Georgetown University, Columbia Universty, Kyoto University, Sorbonne University, McGill University dan masih banyak lagi.
Anant Agarwal | www.ted.com
Menurut Anant Agarwal, CEO edX, generasi millenial tidak pernah lepas dari teknologi digital. Anant menyadari hal tersebut pada saat ia berinteraksi dengan anak perempuannya. Ketika memasuki usia remaja, anaknya lebih banyak menghabiskan waku di depan laptop dan terhubung dengan internet. Teknologi digital telah membuat Anant semakin jarang berkomunikasi dengan sang anak. Putrinya tidak pernah menanggapi ketika Anant mengajaknya berbincang-bincang. Suatu hari Anant mengirim pesan singkat kepada anaknya dan langsung mendapatkan respon yang cepat. Sejak saat itu ia selalu mengirim pesan melalui smartphone untuk berkomunikasi dengan putrinya. Ia menyadari bahwa perkembangan zaman membuat kita harus menyesuaikan diri dengan generasi millenial. MOOC merupakan sebuah terobosan yang memadukan teknologi digital dengan pendidikan. Menurut Anant, forum diskusi yang disediakan oleh MOOC juga membuat adanya interaksi di antara peserta belajar. Mereka dapat saling mengajari satu sama lain dan memecahkan masalah dan menemukan jawaban dari pertanyaan secara bersama-sama. Learning by teaching adalah salah satu metode terbaik untuk memahami sesuatu yang kita pelajari.
​IndonesiaX | www.youtube.com
Di Indonesia, akademisi seperti Rhenald Kasali mulai memperkenalkan MOOC kepada para mahasiswa. Mengambil konsep yang sama dengan edX, IndonesiaX juga menyediakan kursus (course) yang dapat diambil oleh siapapun yang mendaftarkan diri mereka di situs tersebut. Meskipun jumlah kursus yang ditawarkan masih sedikit, IndonesiaX dapat membantu para mahasiswa untuk mengenal pelajaran lain yang tidak mereka dapatkan di kampus. Sebagai generasi yang senantiasa terhubung dengan internet, akan lebih baik bila generasi milenial memanfaatkan waktu-waktu senggang mereka dengan hal-hal yang lebih bermanfaat. Sering kali mahasiswa menghabiskan banyak waktu di kafe untuk mendapatkan koneksi internet. Kesempatan seperti ini dapat dimanfaatkan untuk belajar online.
http://assets.kompas.com/data/photo/2014/09/14/2034362Rhenald-Kasali780x390.jpg
Rhenald Kasali | kompas.com
Generasi millenial adalah generasi yang lahir mulai dari tahun 1981-1997. Generasi Millenial dianggap sebagai yang tidak pernah puas dengan pencapaiannya dan selalu berusaha untuk mengembangkan diri. Selalu dibandingkan dengan generasi sebelumnya menjadi pemicu generasi millenial untuk memberikan pembuktian bahwa mereka adalah generasi yang lebih baik.
​Masyarakat Ekonomi ASEAN | www.straitstimes.com
Sejak diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Indonesia akhir tahun 2015 kemarin, generasi millenial Indonesia akan bersaing ketat dengan generasi millenial dari negara-negara ASEAN lainnya. MOOC dapat menjadi salah satu cara bagi generasi millenial Indonesia untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya dan mengembangkan potensi diri. Hanya dengan koneksi internet, kita dapat mengikuti berbagai kelas dari berbagai universitas di dunia. Ilmu yang kita dapatkan dari MOOC dapat memperkaya diri baik secara akademis maupun soft skill. MOOC menjadi amunisi bagi kita agar dapat bersaing secara global. Tidak hanya mereka yang masih berstatus mahasiswa, siapapun dapat belajar dengan MOOC. Meskipun berasal dari latar belakang ilmu yang berbeda, semua orang dapat masuk dan belajar semua cakupan bidang ilmu. Saat ini kebanyakan MOOC diajarkan dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Oleh karena itu, mulai saat ini kita harus meningkatkan kemampuan bahasa asing khususnya bahasa Inggris. Jangan lupa inspirator, bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang wajib kita kuasai untuk mampu bersaing di MEA! Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis: Lulu Fakhriyah Editor: Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

 

LEAVE A REPLY