Kenaikan Berat Badan Kamu Mulai Mengganggu? Mungkin Masalah Hormon Pemicunya

Overweight woman eating hamburger. Isolated.

Selama jangka waktu yang lama masih banyak perdebatan tentang apa yang menyebabkan seseorang mengalami kenaikan berat badan atau kegemukan. Makan terlalu banyak, faktor genetis, dan masalah ketidakseimbangan hormon menjadi tiga penyebab yang paling banyak disebut. Dua yang pertama merupakan faktor eksternal yang biasa “disiasati” dan/atau dihindari, tapi masalah hormon bersifat unik dan khas karena seratus persen masalah yang terjadi di dalam tubuh seseorang.

Ada beberapa hormon yang berpotensi menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan di tubuh seseorang yang, jika tidak segera diatasi, berakibat pada kenaikan berat badan. Mari mengenal lebih banyak tentang tubuhmu.

TIROID

Kelenjar tiroid terletak di pangkal leher manusia, tugasnya memproduksi hormon T3, T4, dan calcitonin yang bertanggung jawab menjaga metabolisme tubuh. Kurangnya produksi hormon ini mengarah pada terjadinya hipotiroid, yang sering diasosiasikan dengan kenaikan berat badan, kebanyakan akibat penumpukan air (bukan lemak) di tubuh sehingga membuat seseorang kelihatan tembam.

Doctor examining a female patients neck in the hospital

Cara mencegah hipotiroid: mengonsumsi garam beryodium, makan makanan yang dimasak hingga matang, hindari makan sayuran mentah, mengonsumsi suplemen vitamin D dan makanan kaya zat besi (misalnya oyster, biji labu).

INSULIN

Hormon insulin dikeluarkan oleh pankreas. Fungsinya membantu membawa glukosa ke sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi atau disimpan sebagai lemak, dan oleh karena itu insulin berfungsi mempertahankan kadar glukosa dalam darah. Terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan, cemilan tidak sehat, alkohol, dan minuman yang mengandung pemanis buatan bisa mengarahkan tubuh untuk menciptakan resistensi terhadap insulin.

medicine, diabetes, glycemia, health care and people concept – close up of man checking blood sugar level by glucometer at home

Kondisi ini mengakibatkan sel-sel otot tidak bisa mengenali insulin pengikat glukosa, yang berakibat glukosa tetap ada di aliran darah. Ini membuat kadar gula darah meningkat sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan dan diabetes tipe dua.

Pencegahan yang disarankan: mengonsumsi sayuran hijau serta buah dan sayuran musiman. Untuk meningkatkan kadar asam lemak omega 3, konsumsi ikan berlemak, kacang tanah, dan minyak zaitun. Minum air paling sedikit empat liter sehari. Mulai berolahraga paling sedikit empat jam seminggu. Hindari alkohol dan minuman yang mengandung pemanis buatan.

KORTISOL

Hormon kortisol dihasilkan kelenjar adrenalin ketika kamu mengalami depresi, kecemasan, stres, gugup, marah, atau fisikmu terluka. Fungsi utamanya adalah menurunkan kadar stres dengan menekan kadar gula darah, menekan sistem kekebalan tubuh, membantu metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Tetapi, karena pilihan gaya hidup orang sekarang cenderung buruk, tubuh kita bisa mengalami stres terus menerus, yang mengarah pada dihasilkannya kortisol yang merusak kesehatan kita secara keseluruhan dengan membantu terbentuknya timbunan lemak perut dan menstimulasi menuanya sel-sel lemak.

Photo credit: Depositphotos

Hindari terbentuknya hormon kortisol dengan tidur paling sedikit delapan jam setiap malam, menghindari makanan olahan dan yang dimasak dengan metode deep fry, menghindari alkohol, berlatih deep breathing dan yoga minimal sejam sehari untuk menurunkan kadar stres, luangkan waktu untuk bercengkerama bersama keluarga dan teman-teman dekat.

PROGESTERONE

Kadar progesterone dan estrogen di tubuh seseorang idealnya seimbang supaya bisa berfungsi dengan benar. Kadar progesterone bisa menurun tergantung beragam alasan seperti stres, penggunaan pil kontrasepsi, menopause, dll–yang berakibat pada kenaikan berat badan dan depresi.

Photo credit: Depositphotos

Bagaimana cara mencegahnya? Berolahraga secara teratur, coba lakukan meditasi, hindari stres.

ESTROGEN

Estrogen merupakan hormon utama perempuan. Ketidakseimbangan estrogen dalam kadar apa pun bisa mengarah pada kenaikan berat badan. Kadar estrogen yang tinggi di dalam tubuh bisa karena produksi estrogen secara berlebihan atau diet kaya kandungan estrogen.

Photo credit: Depositphotos

Ketika kadar estrogen meningkat, sel-sel yang memproduksi insulin menjadi stres; ini membuat tubuh seseorang menjadi resisten terhadap insulin, menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah dan mengarah pada kenaikan gula darah.

Jaga keseimbangan kadar estrogen kamu dengan cara mengonsumsi biji-bijian utuh, sayuran dan buah segar, hindari alkohol, berolahraga secara teratur, hindari daging olahan.

GHRELIN

Hormon yang terutama diproduksi di perut ini dikenal sebagai “hormon lapar”. Ghrelin merangsang nafsu makan dan meningkatkan timbunan lemak. Kadar ghrelin juga tinggi ketika orang mengikuti diet ketat dan ketika berpuasa.

Overweight woman eating hamburger

Kendalikan hormon laparmu dengan berolahraga secara teratur, makan 2-3 jam sekali, minum 1.5 gelas air 20 menit sebelum makan, konsumsi sayur dan buah segar serta makanan kaya protein.

Semoga info ini berguna untuk kamu bisa mengendalikan kenaikan berat badan yang berpotensi menimbulkan penyakit serius ya, Inspirator. Sakit itu mahal pake banget, jadi lebih baik kamu berdisiplin untuk menjaga tubuh dan pikiranmu tetap sehat. Dan jangan lupa untuk tetap bahagia.

(Sumber: Bright Side)

Keep Breathing, Keep Breathing!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here