Foto: Act.id

Krisis pangan dan bencana kelaparan yang terus mendera wilayah Afrika, merupakan isu kemanusiaan besar yang patut kita perhatikan. Menurut laporan PBB, lebih dari 20 juta jiwa tengah di ambang jurang kematian akibat kelaparan yang disebabkan oleh kekeringan panjang serta konflik bersenjata. Krisis tersebut, tidak mungkin terselesaikan tanpa ikhtiar masif dan jangka panjang yang melibatkan seluruh elemen sebuah bangsa.

Di awal tahun 2017 ini, panggilan kemanusiaan tersebut kembali terdengar dari arah Afrika, dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyambut panggilan tersebut dengan aksi terbesarnya sepanjang 12 tahun ACT berdiri.

Melanjutkan pengiriman Tim Kemanusiaan untuk menanggulangi kelaparan dunia di Somalia, Yaman, Sudan Selatan dan Nigeria, ACT sedang menyiapkan “Kapal kemanusiaan”. Program ini sudah mulai digulirkan dengan target bisa diwujudkan pada Idul Fitri tahun ini.

“Kapal Kemanusiaan”, itulah nama sederhana yang menyimpan banyak harapan akan pembuktian kebesaran bangsa ini. Bentuk ikhtiar ini dipilih demi memaksimalkan partisipasi seluruh elemen bangsa, dimana melalui moda transportasi kapal, kapasitas bantuan yang disalurkan tentu dapat lebih masif. Bantuan yang terkumpul juga bisa disaksikan keterhimpunannya. Kapal Kemanusiaan ini, selaras dengan tiga pilar peradaban yang menjadi pusat perhatian ACT: kemanusiaan – kedermawanan – kerelawanan. Ketiganya dapat diaktivasi secara bersamaan melalui Kapal Kemanusiaan.

Sebagai target awal, sebelum Ramadhan tahun 2017 ini, ACT hendak menghimpun tak kurang dari 25.000 ton bantuan yang sebagian besar berupa beras. Mengapa beras? Karena sebagai negeri agraris, beras menjadi bahan pangan pokok yang hampir seluruh elemen bangsa ini memilikinya. Beras juga sangat aman dan mudah untuk disalurkan melalui kapal yang akan mengarungi lautan luas. Beras bisa dengan mudah didapat dan disumbangkan oleh seluruh elemen bangsa, serta bisa dibeli dari para petani Indonesia sendiri yang tentu juga akan membantu perputaran roda perekonomian bangsa.

Di tahapan awal, Kapal Kemanusiaan akan bergerak ke sejumlah pelabuhan di Indonesia, menerima amanah bantuan dari seluruh elemen bangsa, hingga kemudian diberangkatkan ke wilayah sasaran setelah kapal penuh dengan bantuan.

Selain logistik bantuan, sejumlah relawan juga akan berpartisipasi dalam misi kemanusiaan akbar ini. Tidak hanya para relawan ACT-MRI yang selama ini telah berlalu-lalang dalam misi-misi kemanusiaan ACT sebelumnya, ACT juga akan membuka kesempatan bagi relawan-relawan baru untuk turut menjadi bagian bersejarah dalam misi ini. Perjalanan kapal ini akan dipantau dunia, baik melalui kanal-kanal komunikasi ACT maupun media massa umum. Mereka lah para duta kemanusiaan yang didukung seluruh elemen bangsa, diaktivasi dan dikelola oleh lembaga kemanusiaan independen, demi secara nyata meringankan derita jutaan jiwa yang tengah memanggil-manggil kepedulian dunia.

Selengkapnya kunjungi laman act.id/kapal-kemanusiaan 

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY