Kantong Plastik Singkong, Solusi Baru Untuk Mengurangi Sampah Di Bali

Kantong Plastik Singkong, Solusi Baru Untuk Mengurangi Sampah Di Bali
Foto: Avani.com

Siapa yang tak mengenal Pulau Bali. Keindahan pulau para dewata ini tersohor ke penjuru dunia. Namun sayangnya permasalahan sampah di Bali seolah merusak wajah indah pulau dewata. Sampah yang berserakan di pantai dan luasnya lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi ancaman bagi pariwisata Bali.

Menanggapi krisis sampah ini, Kevin Kumala, seorang peselancar dan Co-founder dari Avani Eco, menemukan solusi baru untuk mengatasi sampah di Bali. Bersama temannya, Kevin membuat plastik yang ramah lingkungan dan mudah  terurai. Bioplastik ini terbuat daribahan dasar singkong dan tepung jagung. 100% menggunakan bahan alami Kumala mengklaim bahwa bioplastik tidak meninggalkan jejak residu beracun.

Untuk membuktikannya, Kevin menyobek sebagian kantong tersebut dan memasukannya dalam satu gelas air hangat. Air tersebut kemudian diaduk hingga kantong terurai. Untuk membuktikan keamanan kantong tersebut Kevin pun meminum air tersebut di videonya.

Kantong Plastik Singkong, Solusi Baru Untuk Mengurangi Sampah Di Bali
Bioplastik berbahan dasar singkong karya Avani Aco (Foto: Avani.com)

Melalui inovasi ini Kevin bertujuan untuk mempromosikan penggunaan tas bioplastik dalam mengalahkan plastik konvensional yang memiliki begitu banyak dampak terhadap alam.

Avani Eco merupakan social enterprise yang diluncurkan pada tahun 2014 di Bali. Untuk mengatasi masalah sampah plastik yang tak mudah terurai, Avani Eco terus melakukan berbagai inovasi produk berbahan dasar ramah lingkungan. Produk Avani Eco diantaranya jas hujan, sedotan, cangkir kopi, tempat makan, dan alat makan dari kayu.

Penasaran dengan produk hasil inovasi Avani Eco, Inspirator bisa langsung cek video dibawah ini atau mengunjungi situs Avani Eco

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here