Ilustrasi

Kesibukan membuat kita merasa bahwa 24 jam dalam satu hari tidaklah cukup untuk beraktivitas. Sebagian besar orang lebih memilih untuk menunda waktu tidur alias begadang agar dapat mengerjakan beberapa pekerjaan yang masih belum selesai dan menganggap bahwa mereka akan lebih produktif dengan tetap terjaga. Namun, kurangnya waktu tidur justru akan membuat kemampuan kepemimpinan (leadership ability) seseorang menjadi lemah. Nick van Dam dan Els van der Helm yang bekerja untuk McKinsey, perusahaan konsultan yang selama 3 tahun berturut-turut dinobatkan oleh Business Insider sebagai perusahaan dengan tingkat kesulitan wawancara kerja tertinggi (3.9/5), meneliti waktu tidur 180 pemimpin di dunia bisnis. Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 43% memiliki waktu tidur yang sangat kurang.

Nick van Dam | sumber : www.mckinsey.com
Para pakar ilmu saraf dari Fakultas Kedokteran University of Pennsylvania menyatakan bahwa waktu tidur yang kurang dapat memengaruhi kemampuan otak untuk mencapai fungsi eksekutifnya, sehingga menyebabkan hilangnya kemampuan kognitif otak, lemahnya kemampuan menyelesaikan masalah, mengorganisir, merencanakan dan membuat keputusan. McKinsey juga pernah meneliti 1890.000 orang yang bekerja di 81 organisasi dan menemukan bahwa para pekerja dengan kemampuan kepemimpinan yang baik adalah mereka yang otaknya memiliki fungsi eksekutif yang berjalan dengan baik. Kita dapat melihat langsung contoh konkret bahwa penelitian tersebut benar adanya. Bill Gates sebagai salah satu orang terkaya di dunia, yang hingga 18-2-2016 memiliki total kekayaan 76.1 USD (dikutip dari artikel The Richest Person IN America’s 50 Largest Cities yang dimuat di majalah Forbes), adalah sosok dengan kemampuan kempemimpinan yang baik. Pecinta olahraga Bridge yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya di dunia bisnis ini memiliki waktu tidur 7-9 jam setiap harinya.
​Bill Gates | sumber : www.express.co.uk
Selain itu, waktu tidur yang kurang juga berdampak buruk bagi kesehatan, khususnya bagi darah manusia. Hasil studi yang dilakukan A M Williamsona dan Anne-Marie Feyerb yang dipublikasikan dalam situs Occupational & Environmental Medicine, menunjukkan fakta bahwa darah manusia yang terjaga 17-19 jam dalam sehari sama dengan darah orang yang meminum dua gelas alkohol, kadar alkoholnya mencapai 0.5%. Sementara itu, orang yang terjaga 20 jam sehari memiliki kadar alkohol 0.1% di dalam darahnya, yang berarti sama dengan kadar alkohol di dalam darah orang yang mabuk. Keep Breathing Keep Inspiring Penulis : Lulu Fakhriyah Editor   : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY