Jelang Asian Games 2018: Pahami dan Hargai Bendera Nasional Negara Peserta Supaya Tidak Mempermalukan Bangsa Sendiri (1/3 Tulisan)

Bendera nasional sebuah negara menjadi identitas dan kebanggaan bagi negara itu, sehingga pastinya tidak dibuat secara asal-asalan. Umumnya bendera nasional mengandung makna khusus, misalnya melambangkan kisah perjuangan masyarakatnya, asal-usul berdirinya negara itu, nilai-nilai luhur (sosial, budaya, agama, kepercayaan) yang dianut masyarakatnya, dan lain-lain. Itu sebabnya penting sekali mengetahui dengan benar tentang bentuk dan desain bendera nasional sebuah negara jika ingin menggambarnya di mana pun, terutama di tempat umum, atau mengibarkannya sebagai tanda sambutan dan partisipasi mereka. Misalnya seperti di ajang Asian Games 2018 di Indonesia, yang diikuti 45 negara Asia. Alangkah memalukan jika, misalnya, bendera Korea Selatan dipasang dengan simbol merah dalam lingkaran berada di bawah dan simbol biru di atas, padahal seharusnya sebaliknya. Pemasangan bendera nasional negara peserta Asian Games dengan benar adalah tanda kita menghormati negara-negara itu dan menghargai partisipasi atletnya. Masyarakat Indonesia juga pasti tidak suka jika Sang Saka Merah Putih dikibarkan dengan warna putih di atas, merah di bawah.

Menganggap sepele pemasangan bendera nasional sebuah negara bisa dianggap penghinaan terhadap negara tersebut. Untuk menyadarkan Anda tentang betapa pentingnya memahami lambang nasional bendera bagi negaranya, InspiratorFreak merangkum informasi tentang bendera nasional negara 45 peserta Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang berikut maknanya.

Afganistan

Bendera nasional Afganistan/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera nasional Afganistan dipakai oleh pemerintahan transisi Negara Islam Afganistan pada tahun 2002-2004 dan secara resmi digunakan sejak 4 Januari 2004. Bendera ini terdiri dari tiga bidang vertikal sama lebar. Bidang di kiri berwarna hitam, bidang di tengah merah, dan bidang di kanan hijau. Simbol di tengah adalah simbol klasik yang menggambarkan masjid dengan mihrabnya menghadap Mekkah. Bendera ini hampir sama dengan yang digunakan tahun 1930-1973 dengan sedikit perbedaan, yaitu simbol berwarna emas. Simbol ini menunjukkan tahun 1298 Hijriah (sama dengan tahun 1919 M), yaitu tahun kemerdekaan Afganistan dari Britania Raya. Sejak kemerdekaannya, Afganistan telah mengalami perubahan bendera setidaknya lima belas kali, menjadikannya negara dengan bendera nasional terbanyak di dunia.

Arab Saudi

Bendera nasional Arab Saudi/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Arab Saudi (Arab: علم المملكة العربية السعودية‎) saat ini digunakan pemerintahnya sejak 15 Maret 1973. Bendera nasional Arab Saudi berwarna hijau dengan tampilan kalimat syahadat dan pedang putih. Warna hijau pada bendera ini mewakili agama Islam dan pedang menegaskan Wangsa Saud, dinasti pendiri negara, atau kekuatan militer dan kecakapan Arab Saudi.

Bendera ini dibuat dengan sisi depan dan belakang identik untuk memastikan kalimat syahadat dapat terbaca dengan benar, dari kanan ke kiri, juga dari kedua sisi. Bendera ini dikibarkan ke sebelah kiri tiang bendera saat dilihat di sisi depan (tiang bendera berada di kanan bendera).

Bahrain

Bendera nasional Bahrain/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Bahrain terdiri dari garis putih di sepertiga kiri bendera, dan sisanya merah. Dua warna ini dipisahkan lima segi tiga putih yang membentuk rupa gergaji. Merah adalah warna tradisional Teluk Persia. Lima ujung segi tiga melambangkan lima pilar Islam.

Bangladesh

Bendera nasional Bangladesh/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Bangladesh diperkenalkan pada 17 Januari 1972. Bendera yang serupa digunakan saat Perang Pembebasan Bangladesh, tapi dengan peta negara Bangladesh di atas matahari merah. Peta itu kemudian dihilangkan dari bendera untuk memudahkan bentuknya. Bendera nasional Bangladesh saat ini mirip bendera nasional Jepang, hanya warna latar belakangnya berbeda. Cakra merah melambangkan matahari terbit di atas tanah Bengal yang hijau. Cakra tersebut dimiringkan sedikit ke arah atas supaya tampak berada di tengah saat bendera berkibar. Warna merah melambangkan darah mereka yang berkorban untuk kemerdekaan Bangladesh. Latar belakang hijau melambangkan tanah Bangladesh yang subur.

Bhutan

Bendera nasional Bhutan/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Bhutan ini, dengan sedikit variasi, telah dipakai sejak abad ke-19, dan versi saat ini digunakan sejak 1960. Desainnya bergambar naga putih di tengah dengan latar belakang segi tiga kuning di kiri atas dan segi tiga merah di kanan bawah.

Naga melambangkan bunyi petir yang bergema karena kondisi geografis Bhutan yang bergunung-gunung. Di bagian kaki naga terdapat batu permata yang melambangkan kemakmuran dan kesempurnaan. Warna putih pada naga melambangkan kemurnian dan kesetiaan rakyat Bhutan pada negaranya. Warna kuning menyimbolkan kerajaan, sedangkan merah menyimbolkan agama Buddha, agama mayoritas rakyat Bhutan.

Brunei

Bendera nasional Brunei/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera nasional Brunei diperkenalkan pada 29 September 1959 ketika Brunei masih di bawah kepemimpinan Britania Raya, dan ditetapkan saat Brunei mencapai kemerdekaan pada 1 Januari 1984. Bendera ini terdiri dari lambang negara di bagian tengah dengan latar belakang warna kuning dan garis hitam dan putih di bidang bendera.

Lambang negara, yaitu bulan sabit (lambang Islam), dicantumkan dengan payung obor-obor (lambang pemerintahan di bawah kepemimpinan sultan). Di bawah payung terdapat sayap yang melambangkan keadilan, kedamaian, kemakmuran, dan keamanan. Di kiri dan kanan terdapat sepasang tangan yang menadah. Di bulan sabit terdapat motto dalam huruf Jawi, “Sentiasa berkhidmat dengan panduan Tuhan” dan di bawah bulan sabit tertulis “Negara Brunei Darussalam”, juga dalam tulisan Jawi.

China

Bendera nasional China/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Republik Rakyat Tiongkok, atau “bendera merah lima bintang” (五星红旗, pinyin: wǔ xīng hóng qí) diciptakan Zeng Liansong, seniman terkenal dari wilayah Ruian, Zhejiang. Bendera ini memiliki simbol-simbol komunisme yang terkenal, seperti bidang berwarna merah dan bintang berwarna kuning.

Bintang besar melambangkan kepemimpinan Partai Komunis di Tiongkok. Bintang-bintang kecil melambangkan empat kelas dalam masyarakat yang menganut paham komunis: pekerja, petani, golongan kaya, dan kapitalis patriotik. Ada pendapat lain mengatakan bintang besar melambangkan kaum mayoritas di negara Tiongkok, yaitu suku Han, dan bintang-bintang kecil melambangkan masyarakat minoritas Tibet, Manchu, Mongol, dan Uighur.

Filipina

Bendera nasional Filipina/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera nasional Filipina, dalam Bahasa Tagalog atau Bahasa Filipino dikenal sebagai Pambansang Watawat, diadopsi tanggal 12 Juni 1898. Bendera ini terdiri dari tiga warna: biru dan merah dengan segi tiga sama sisi warna putih di sisi tiang. Di tengah segi tiga terdapat simbol matahari kuning dengan delapan sinar, masing-masing terbagi menjadi tiga. Di sudut segi tiga terdapat bintang bersegi lima kuning.

Bendera Republik Filipina memiliki makna sebagai berikut:

– Segi tiga putih melambangkan kebebasan, persamaan, dan persaudaraan
– Warna merah di bagian bawah melambangkan patriotisme dan keberanian
– Warna biru di bagian atas melambangkan perdamaian, kejujuran, dan keadilan
– Matahari kuning melambangkan persatuan, kemerdekaan, demokrasi rakyat, dan kedaulatan
– Tiga bintang bersudut lima pada setiap sudut segi tiga melambangkan tiga kelompok kepulauan di Filipina, yaitu Luzon, Bisaya, dan Mindanao
– Delapan sinar matahari melambangkan delapan provinsi awal di Filipina: Metro Manila, Cavite, Pampanga, Bulacan, Nueva Ecija, Tarlac, Laguna, dan Batangas.

Hong Kong

Bendera nasional Hong Kong/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Hong Kong menampilkan anggrek Hong Kong (Bauhinia blakeana) putih, bercorak, dan berkelopak lima di tengah bidang berwarna merah. Rancangan bendera ini disetujui pada 4 April 1990 di sesi ketiga Kongres Rakyat Nasional Ketujuh. Bauhinia blakeana yang merupakan bunga asli Hong Kong ini juga menjadi lambang daerah Hong Kong.

Rancangan bendera hadir dengan makna kebudayaan, politis, dan kedaerahan. Bauhinia mewakili Hong Kong. Merah adalah warna kemeriahan orang Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mengungkapkan perasaan dalam perayaan dan nasionalisme. Kedudukan merah dan putih pada bendera melambangkan asas politik satu negara dua sistem yang diterapkan di daerah tersebut. Pemberian corak pada bunga Bauhinia blakeana memiliki makna sebagai lambang pengharmonis untuk perbedaan. Lima bintang pada bendera nasional Tiongkok yang mewakili Partai Komunis dan empat golongan Mao Zedong (pekerja proletar, petani, borjuis rendah, dan kapitalis) disalin pada lima kelopak bunga.

India

Bendera nasional India/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera nasional India dirancang Majelis Perlembagaan India pada 22 Juli 1947, 24 hari sebelum India menerima kemerdekaan dari Inggris. Di India, istilah “tiga warna” (Tirangā–तिरंगा) hampir selalu merujuk pada bendera India. Bendera ini terdiri dari tiga warna melintang: kuning cempaka, putih, dan hijau dengan Ashoka Chakra berwarna biru di tengah garis putih.

Setiap warna pada bendera nasional India memiliki makna berbeda. Oranye mewakili keberanian dan pengorbanan. Putih melambangkan kebenaran, kedamaian, dan kemurnian. Hijau mewakili kemakmuran. Ashoka Chakra melambangkan Hukum Dharma (Kebenaran). Ashoka Chakra harus memiliki dua puluh empat jari-jari di sekelilingnya.

Indonesia

Bendera nasional Indonesia/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Negara Republik Indonesia, yang secara singkat disebut Bendera Negara, juga dikenal dengan nama Sang Saka Merah Putih, Sang Merah Putih, Merah Putih, atau kadang disebut Sang Dwiwarna (dua warna). Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar dua per tiga dari panjang, dengan bagian atas berwarna merah dan bagian bawah putih. Kedua warna ini berukuran sama besar.

Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti keberanian, putih berarti kesucian. Merah melambangkan raga manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan jiwa dan raga manusia untuk membangun Indonesia.

Irak

Bendera nasional Irak/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera yang digunakan Irak saat ini merupakan versi dengan sedikit modifikasi pada bendera yang diadopsi pemerintah Saddam Hussein pada 1991. Bendera versi terbaru ini mulai digunakan pada 28 Juni 2004 dan perbedaannya terletak pada tulisan Arab yang sedikit berbeda dibandingkan dengan versi 1991.

Arti tiga bintang diubah dari lambang tiga daerah menjadi tiga prinsip partai Ba’ath–“Wihda, Hurriyyah, Ishtirrakiyyah” (Persatuan, Kebebasan, Sosialisme). Saddam Hussein memutuskan untuk menambah kalimat, “Allahu Akbar” di antara tiga bintang ini.

Iran

Bendera nasional Iran/Foto: Wikipedia Indonesia

Lambang bendera nasional Iran merupakan perpaduan dari berbagai unsur Islam: empat bulan sabit dan sebilah pedang membentuk monogram Allah yang tumpang-tindih membentuk bacaan syahadat: lā ʾilāha ʾillà l-Lāh (Tiada Tuhan Selain Allah). Dari kanan ke kiri, sabit pertama membentuk huruf alif, sabit kedua membentuk huruf lam pertama, bilah pedang membentuk huruf lam kedua, dan sabit ketiga dan keempat membentuk huruf ha. Terdapat juga sebuah tasydid di atas bilah pedang yang berbentuk menyerupai huruf W. Secara keseluruhan, lambang ini dirancang menyerupai bunga tulip untuk mengenang orang-orang yang gugur demi Iran dan melambangkan patriotisme, sesuai legenda kuno yang menyatakan bunga tulip merah akan tumbuh dari darah martir.

Jepang

Bendera nasional Jepang/Foto: Wikipedia Indonesia

Rancangan bendera nasional Jepang bergambar lingkaran merah di tengah bidang putih. Bendera ini secara resmi disebut Nisshōki (日章旗, “bendera simbol matahari”) dalam bahasa Jepang, tapi secara umum dikenal sebagai Hinomaru (日の丸, “lingkaran matahari”).

Warna putih pada bendera Jepang melambangkan kejujuran dan integritas yang sudah menjadi karakter masyarakat Jepang. Lingkaran merah di tengah bendera melambangkan ketulusan dan mewakili Dewi Amaterasu, Dewi Matahari dalam mitologi Jepang. Dewi ini sangat penting dalam agama Shinto (kepercayaan masyarakat Jepang). Konon, Dewi Amaterasu dianggap sebagai pendiri Jepang sekaligus nenek moyang kaisar-kaisar Jepang.

Kamboja

Bendera nasional Kamboja/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera nasional Kamboja menampilkan motif biru-merah-biru yang tersusun secara horizontal, dengan bidang berwarna merah berukuran lebih lebar daripada bidang berwarna biru. Di tengah bendera terdapat simbol berwarna putih yang aslinya merupakan ilustrasi mini bangunan-bangunan Angkor Wat. Biru menyimbolkan keluarga kerajaan. Merah melambangkan negara. Warna putih pada simbol Angkor Wat melambangkan agama. Kombinasi tiga warna ini memiliki makna negara Kamboja dan rakyatnya yang beragama berada di bawah naungan kerajaan.

Simpan tautan ini untuk menambah pengetahuanmu, sehingga kamu segera tahu jika ada bendera nasional sebuah negara dipasang terbalik atau digambar dengan urutan warna keliru. Nantikan bagian duanya segera.

(Sumber utama tulisan ini adalah Wikipedia Indonesia)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here