Jelang Asian Games 2018: Pahami dan Hargai Bendera Nasional Negara Peserta Supaya Tidak Mempermalukan Bangsa Sendiri (2/3 Tulisan)

Asian Games 2018, yang digelar di Jakarta dan Palembang, dibuka pada 18 Agustus 2018 dan ditutup pada 2 September 2018. Ini kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah setelah Asian Games Jakarta 1962. Asian Games 2018 yang diikuti 11 ribu atlet menjadi yang terbanyak dalam sejarah.

Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) mengonfirmasi jumlah atlet dan ofisial peserta Asian Games 2018 sebanyak 16 ribu orang menyusul penutupan pendaftaran peserta pada 30 Juni 2018. Ini merupakan jumlah peserta terbanyak dalam sejarah Asian Games. Jumlah ini meningkat 20 persen dibanding peserta pada Asian Games Incheon 2014. Cabang olahraga yang dipertandingkan sebanyak 40 dengan 465 nomor pertandingan.

Berikut bagian dua rangkuman tentang bendera nasional negara peserta Asian Games 2018 dan maknanya.

Kazakhstan

Bendera nasional Kazakhstan/Foto: Wikipedia Indonesia

Setiap simbol di bendera Kazakhstan mewakili hal berbeda. Simbol burung di bawah matahari terkenal dengan sebutan burung berkut (bahasa Sirilik: Беркут) atau elang stepa. Burung berkut yang berarti elang emas melambangkan kebebasan bagi orang-orang Kazakhstan. Warna biru yang menjadi latar bendera Kazakhstan melambangkan langit. Di atas elang stepa ada matahari berwarna emas dengan 32 sinar.

Di dekat kerekan bendera terdapat garis vertikal dengan ornamen nasional negara Kazakhstan. Garis, ornamen nasional Kazakhstan, burung elang stepa, dan matahari di bendera Kazakhstan semuanya berwarna emas.

Korea Selatan

Bendera nasional Korea Selatan/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera nasional Republik Korea Selatan disebut Taegukgi (kadang-kadang diromanisasi menjadi Taegeukgi). Bendera ini memiliki tiga bagian: latar belakang putih, Taeguk merah dan biru di tengah, dan empat trigram hitam, yang dipilih dari yang semula ada delapan, di setiap sudut bendera. Versi yang dipakai saat ini adalah rancangan yang dibuat pada 12 Juli 1948.

Latar belakang putih adalah warna tradisional Korea. Putih melambangkan kedamaian dan kemurnian. Lingkaran di tengah berasal dari filosofi yin dan yang, perlambang keseimbangan alam semesta. Bagian biru melambangkan kekuatan kosmik negatif, dan bagian merah melambangkan kekuatan kosmik positif. Trigram bersama-sama melambangkan prinsip gerakan dan harmonis. Setiap trigram (hangul: Kwae) melambangkan satu dari empat elemen klasik.

Korea Utara

Bendera nasional Korea Utara/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Korea Utara ditetapkan sebagai lambang dan bendera nasional pada 8 September 1948. Bintang merah, lambang komunis yang terkenal, dipaparkan di dalam cakra putih. Lambang ini mungkin ada kaitannya dengan simbol yin dan yang dalam budaya Korea. Warna merah melambangkan semangat patriotisme yang bersifat revolusi. Biru menandakan “aspirasi rakyat Korea untuk bersatu dengan masyarakat revolusioner sedunia dan berjuang untuk ide kemerdekaan, persahabatan dan keamanan”.

Kuwait

Bendera nasional Kuwait/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Kuwait (Arab: علم الكويت‎) diadopsi pada 7 September 1961. Sebelum itu, bendera Kuwait, sama seperti negara-negara teluk lainnya, berwarna merah dan putih. Bendera triwarna ini terdiri dari bidang horizontal hijau, putih, dan merah dengan segi tiga sama sisi hitam yang dipotong ujungnya (sehingga menjadi trapesium) di bagian tiang bendera. Warna yang digunakan sekarang merupakan warna Pan-Arab. Desain ini mirip bendera Irak sebelum tahun 1950. Arti warna bendera ini berasal dari puisi Safie Al-Deen Al-Hali:
– Putih untuk perbuatan kita
– Hitam untuk pertempuran kita
– Hijau untuk tanah kita
– Merah untuk pedang kita

Kirgizstan

Bendera nasional Kirgizstan/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Kirgizstan diperkenalkan pada 3 Maret 1992 setelah Kirgizstan menjadi negara merdeka. Bendera dengan warna latar merah ini bergambar matahari kuning di tengah dengan 40 sinar yang melambangkan 40 suku bangsa Kirgiz. Di tengah matahari terdapat cincin merah campuran dari dua sisiran dari tiga garis.

Laos

Bendera nasional Laos/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Laos terdiri dari tiga garis horizontal. Lebar bidang biru di tengah dua kali lebar bidang merah di atas dan bawah. Di tengah terdapat lingkaran putih yang letaknya tepat di tengah bidang biru. Ini satu dari sedikit bendera negara komunis saat ini (selain Kuba) yang tidak menggunakan simbol komunis apa pun. Laos menjadi satu-satunya negara komunis saat ini yang tidak menggunakan bintang bersudut lima di benderanya sebagai lambang. Bendera saat ini diadopsi pada tanggal 2 Desember 1975 ketika Laos menjadi negara sosialis.

Menurut pencipta asli bendera Laos saat ini, Maha Sila Viravong, lingkaran putih di tengah melambangkan kesatuan masyarakat Laos (dan penyatuan kembali masa depan dua wilayah Laos di Laos dan Thailand Timur Laut yang dipisahkan Sungai Mekong) di bawah satu negara. Konon, lingkaran ini juga melambangkan bulan purnama di atas Sungai Mekong. Bidang merah melambangkan tumpahnya darah rakyat Laos di dua tepi Sungai Mekong (penduduk multietnis Laos dan penduduk Isan di timur laut Thailand) dalam perjuangan mereka untuk mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan dari Prancis. Biru melambangkan Sungai Mekong itu sendiri, yang merupakan simbol kemakmuran bangsa.

Lebanon

Bendera nasional Lebanon/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera nasional Lebanon terdiri dari bidang merah di atas dan bawah, dan bidang putih di tengah dengan gambar pohon cedar (aras). Putih melambangkan perdamaian, merah melambangkan darah dan perjuangan.

Gambar pohon cedar hijau di tengah bendera melambangkan keabadian. Pohon ini banyak ditemukan di wilayah Lebanon. Alasan lain pohon cedar digunakan adalah karena pohon cedar sempat disebut di Alkitab.

Makau

Bendera Daerah Administratif Khusus Makau /Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Daerah Administratif Khusus Makau Republik Rakyat Tiongkok (Tradisional: 中華人民共和國澳門特別行政區區旗; bahasa Portugis: Bandeira regional da Região Administrativa Especial de Macau da República Popular da China) berwarna hijau muda dengan bunga seroja putih di atas Jembatan Governador Nobre de Carvalho. Bunga yang menjadi lambang flora Makau ini berada di bawah naungan lima bintang emas yang disusun melengkung. Satu bintang berukuran besar di tengah diapit dua bintang berukuran lebih kecil di kiri-kanannya.

Jembatan Governor Nobre de Carvalho yang menghubungkan Semenanjung Makau dan Pulau Taipa merupakan salah satu penanda penting di daerah ini. Air di bawah bunga seroja dan jembatan melambangkan peran Makau sebagai kota pelabuhan dan peran kunci di daerah ini. Lima bintang mengikuti desain bendera Republik Rakyat Tiongkok, melambangkan hubungan Makau dengan negara tersebut.

Maladewa

Bendera nasional Maladewa/Foto: Wikipedia Indonesia

Nama resmi Maladewa adalah Republik Maladewa. Tetapi, nama panjang lokal yang resmi adalah Dhivehi Raajjeyge Jumhooriyyaa. Bendera nasional Maladewa yang diadopsi pada 25 Juli 1965 ini menampilkan warna latar belakang merah dengan motif persegi panjang hijau dengan bulan sabit putih di tengahnya. Warna hijau dan bulan sabit putih menyimbolkan kemakmuran dan perdamaian. Dari aspek kultural, warna hijau dan bulan sabit juga melambangkan Islam, agama mayoritas rakyat Maladewa. Latar belakang merah melambangkan darah yang ditumpahkan para pahlawan Maladewa.

Malaysia

Bendera nasional Malaysia/Foto: Wikipedia Indonesia

Jalur Gemilang adalah sebutan bagi bendera nasional Malaysia. Bendera ini bercorak 14 pita merah dan putih (melintang) berukuran sama lebar. Corak garis yang diawali dengan pita merah di sebelah atas dan diakhiri dengan pita putih di bawah ini melambangkan jumlah anggota dalam persekutuan 13 negara bagian plus Kerajaan Persekutuan. Tiga belas negara bagian atau persekutuan itu adalah: Johor, Kedah, Kelantan, Melaka, Negeri Sembilan, Pahang, Pulau Pinang, Perak, Perlis, Sabah, Sarawak, Selangor, dan Terengganu.

Bidang biru tua di kiri atas yang lebarnya hingga sisi atas pita merah kelima melambangkan perpaduan rakyat Malaysia. Bidang ini memuat gambar bulan sabit yang melambangkan agama Islam–agama resmi Malaysia.

Bintang bersudut 14 melambangkan perpaduan 13 negeri dan satu Kerajaan Persekutuan. Warna kuning pada bulan dan bintang adalah warna Diraja bagi Duli-duli Yang Maha Mulia Raja-raja. Merah melambangkan keberanian dan putih melambangkan kesucian.

Mongolia

Bendera nasional Mongolia/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Mongolia terdiri dari warna merah, biru, dan merah. Lambangnya api, matahari, bulan, Bumi, air, dan yin-yang. Bendera Mongolia dulu memiliki satu bintang di atasnya, yang sekarang tidak ada karena Mongolia tidak lagi menganut sistem komunisme.

Myanmar

Bendera nasional Myanmar/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Myanmar yang baru diperkenalkan pada tanggal 21 Oktober 2010 ini terdiri dari tiga bidang warna horizontal: kuning, hijau, merah, dengan bintang putih bersudut lima di tengah. Sejauh ini, belum ditemukan penjelasan resmi tentang arti desain bendera Myanmar.

Nepal

Bendera nasional Nepal/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Nepal adalah satu-satunya bendera negara di dunia yang tidak berbentuk segi empat (kuadrilateral). Bendera ini merupakan kombinasi dari dua bendera Hindu dari dua cabang yang berbeda dari penguasa Nepal sebelumnya, Dinasti Rana. Merah adalah warna rhododendron, bunga nasional Nepal. Biru melambangkan perdamaian. Bendera ini diadopsi pada 16 Desember 1962.

Arti simbol dua segi tiga bendera Laos memiliki banyak teori. Ada yang mengatakan ini lambang Pegunungan Himalaya. Ada juga yang mengatakan ini lambang dua agama resmi di Nepal–Buddha dan Hindu. Bahkan dapat juga diartikan sebagai lambang dua keluarga yang memerintah Nepal, yakni Shah dan Rana.

Oman

Bendera nasional Oman/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Oman terdiri dari tiga bidang mendatar (putih, merah, dan hijau) berukuran sama lebar. Lambang negara berwarna putih (sebilah belati khanjar diapit dua pedang bersilang) terletak di kiri atas bendera. Putih melambangkan perdamaian dan kemakmuran. Bidang merah vertikal di sisi tiang untuk mengenang perang rakyat Oman melawan serbuan negara asing. Hijau menjadi simbol Jebel Akhdar dan kesuburan.

Pakistan

Bendera nasional Pakistan/Foto: Wikipedia Indonesia

Bendera Pakistan dirancang oleh Ameer-ud-Din Khidwai dan diresmikan saat Pakistan merdeka pada 14 Agustus 1947. Bagian hijau melambangkan rakyat beragama Islam dan putih melambangkan kaum minoritas non-Islam. Bulan sabit melambangkan kemajuan dan bintang melambangkan cahaya dan ilmu. Sebutan rakyat setempat untuk bendera ini adalah subz hilali parcham (bahasa Urdu), artinya “bendera hijau dan bulan sabit”.

Artikel ini disusun dengan sumber rujukan utama tulisan dan gambar bendera dari Wikipedia Indonesia. Bagian pertama artikel Jelang Asian Games 2018: Pahami dan Hargai Bendera Nasional Negara Peserta Supaya Tidak Mempermalukan Bangsa Sendiri terbit kemarin di laman InspiratorFreak. Bagian ketiga sekaligus terakhir dari rangkaian tulisan ini sedang disusun.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here