mahasiswa hongkong
Joshua Wong, suara pemuda hongkong

Halo Inspirator! Membaca judul di atas, pasti Inspirator penasaran dengan apa yang telah dilakukan oleh salah seorang mahasiswa asal Hongkong ini. Eeiits….siapa sangka, dibalik penampilannya yang tergolong sederhana layaknya mahasiswa pada umumnya, pencapaian mahasiswa Hongkong yang satu ini terbilang fenomenal. Joshua Wong Chi-fung atau yang dikenal sebagai Joshua Wong merupakan sosok muda yang dikenal luas sebagai aktivis politik di Hongkong. Terlahir pada 13 Oktober 1996, putra dari pasangan Roger dan Grace Wong ini dibesarkan di keluarga sederhana namun tumbuh menjadi sosok berpengaruh. Pada berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, banyak di antaranya yang ditentang masyarakatnya karena dianggap merugikan. Dari sini, sosok Joshua Wong tergerak untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang menentang kebijakan-kebijakan tersebut.

Belum genap berusia 15 tahun, sudah terjun menjadi aktivis

Joshua Wong, menjadi aktivis sejak usia belia | Source: en.wikipedia.org
Joshua Wong, menjadi aktivis sejak usia belia | Sumber: en.wikipedia.org
Joshua Wong mengasah skill kepemimpinan serta public speaking-nya berkat keterlibatan aktifnya pada kegiatan keagamaan. Mulai dari sana ia tertarik dan terlibat dalam dunia politik. Aksi demonstrasi pertama yang diikutinya adalah tahun 2010, memprotes rencana pembangunan jalur kereta cepat antara Ghuangzhou-Shenzhen-Hongkong. Rencana tersebut ditentang masyarakat Hongkong karena biaya yang tinggi, polusi suara, serta kemungkinan peliknya kontrol di daerah perbatasan (karena menghubungkan Hongkong dan Tiongkok). Meski Joshua bukan aktor utama dalam aksi ini, protes tersebut merupakan langkah awalnya terjun dalam dunia politik.

Pendiri Kelompok Aktivis Mahasiswa, Scholarism

Mahasiswa Hongkong Joshua Wong
Bersama rekan-rekannya Joshua Wong menyuarakan kritik terhadap pemerintah | Sumber: theguardian.com
Tepatnya 29 Mei 2011, Joshua bersama kawannya yaitu Ivan Lam mendirikan Scholarism, sebuah kelompok aktivis mahasiswa. Scholarism, pada awalnya bermula dari protes terhadap kebijakan perubahan kurikulum sekolah di Hongkong. Kementerian Pendidikan Hongkong kala itu mengajukan satu revisi kurikulum yang dianggap kontroversial, dikenal sebagai Moral and national education (MNE). Mungkin Inspirator bertanya, kenapa revisi tersebut ditentang? MNE dinilai memuja-muja ideologi komunis dan nasionalis pemerintah Tiongkok. Tak hanya itu, MNE juga dianggap merendahkan demokrasi serta republikanisme yang membuatnya ditentang luas oleh masyarakat Hongkong.

Joshua Wong menjadi ‘tokoh utama’ protes pro-demokrasi Hongkong tahun 2014

Mahasiswa Hongkong
Joshua Wong, menjadi tokoh utama “Umbrella Movement” tahun 2014 | Sumber: aljazeera.com
Semakin rendahnya kepercayaan publik terhadap Perdana Menteri Hongkong, Leung Chun-ying memicu aksi demonstrasi besar-besaran. Berawal dari berdirinya Scholarism, Joshua Wong dan kawan-kawan berhasil mengumpulkan 100 ribu orang untuk protes besar-besaran menentang sang perdana menteri akibat revisi kurikulum MNE. Puncak dari demonstrasi terhadap Leung Chun-ying ada di dalam gerakan yang dikenal sebagai “Umbrella Movement“.  Mulai dari 26 September hingga 15 Desember 2014, aksi protes besar-besaran bergulir, dan sempat menjadi sorotan dunia internasional. Dalam aksi ini, Joshua Wong dan kawan-kawan mahasiswa menyuarakan agar pada 2017, pemilihan umum hongkong dapat diikuti oleh calon yang merupakan nominasi dari masyarakat sipil (civil nomination) sehingga pemerintahan tidak didominasi oleh calon dari partai tertentu saja.

Dari kelompok gerakan mahasiswa, bertransformasi jadi partai

mahasiswa hongkong
10 April 2016, Demosisto resmi berdiri. Nathan Law dan Joshua Wong berpose saat konferensi pers | Sumber: bbc.com
Scholarism resmi dibubarkan 10 Maret 2016. Akan tetapi, bukan berarti usaha memperjuangkan demokrasi di Hongkong selesai.  Joshua Wong bersama rekan-rekannya yaitu Agnes Chow, Nathan Law, dan Oscar Lai mendirikan partai politik penerus Scholarism yaitu Demosisto. 10 April 2016, Demosisto resmi berdiri. Sebagai sebuah partai, fokus mereka mendukung terwujudnya Hongkong yang demokratis.

Mahasiswa Hongkong ini telah mendapatkan sejumlah penghargaan internasional

Joshua Wong, mendapat sorotan internasional hingga menjadi cover majalah TIME | Source: twitter.com
Joshua Wong, mendapat sorotan internasional hingga menjadi cover majalah TIME | Source: twitter.com
Joshua Wong, telah mendapatkan beragam penghargaan tingkat internasional. salah satu dari TIME’s Most Influential Teens of 2014, masuk nominasi TIME’s Person of the Year 2014, serta masuk sebagai salah satu pemimpin terhebat di dunia tahun 2015 oleh Fortune. Mungkin bagi kita, di usia yang sebaya dengan Joshua Wong yang terpenting adalah bagaimana melanjutkan pendidikan kita dan mendapatkan nilai atau IPK yang memuaskan.  Namun, mahasiswa Hongkong tersebut sudah memiliki pencapaian yang jauh melebihi pemuda-pemudi di usia sebaya dengannya. Itulah Inspirator, sosok muda yang telah menjadi seorang penggerak demokrasi di negaranya. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi kita, bahwa tidak selamanya usia menjadi halangan untuk menegakkan hak dan kebenaran. Yang terpenting adalah bagaimana mewujudkan perubahan di lingkungan sekitar kita, meskipun bermula dari langkah-langkah kecil. Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Agung Tyanto Editor   : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

 

LEAVE A REPLY