Jangan Sepelekan! Literasi Ternyata Dapat Mengeksplorasi Dan Tingkatkan Konsentrasi

literasi
Ilustrasi: weheartit.com

Banyak orang beranggapan bahwa membaca itu membosankan dan tidak mengasyikan. Namun, siapa sangka ternyata manfaat membaca itu sangatlah banyak. Mulai dari meningkatkan fokus dan konsentrasi, hingga menurunkan dua setengah kali kecenderungan untuk terkena penyakit alzheimer.

Tapi sayangnya, tidak semua masyarakat Indonesia gemar membaca. Hal ini dibuktikan oleh data Kantor Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang mencatat bahwa 90% penduduk usia di atas 10 tahun lebih senang menonton televisi, dibanding dengan membaca buku.

Data itu pun diakui dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016 yang menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara untuk kategori minat baca.

Sebenarnya, buku yang dibaca tidak harus selalu buku Biologi, Sejarah, Geografi, atau buku yang berbobot berat lainnya. Buku fiksi bisa menjadi pilihan tepat untuk mengisi waktu luang dan mengusir kebosanan. Banyak informasi di dalamnya yang tidak kalah menarik dari buku non-fiksi.

“Kalau aku lebih suka buku fiksi karena untuk cari hiburan dan jadi pelajaran menulis cerita. Penulis favoritku Dewi Dee Lestari dengan series Supernova,” ujar Nala Alya Faradisa dari SMAN 60 Jakarta.

Di balik problematika yang dihadapi masyarakat Indonesia, pemerintah telah melaksakan program yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca, yaitu program literasi.

Program tersebut telah dijalankan oleh beberapa sekolah di Indonesia. Waktu yang disediakan untuk literasi sendiri berkisar 15-30 menit setiap harinya. Setelah sesi membaca selesai, biasanya siswa akan membuat resensi buku sebagai laporan literasi sekaligus membiasakan peserta didik dalam menulis.

Tidak hanya pemerintah, Direktur Kantor Pendidikan USAID (United States Agency for International Development) Indonesia yang dilansir dari Kompas.com pun ikut berkontribusi aktif dengan mendonasikan delapan juta buku berjenjang. Buku-buku tersebut disebarkan ke 13.000 SD dan SMP mitra USAID.

“Menurut aku program literasi sekolah bisa meningkatkan minat baca siswa, tapi tergantung dari jenis buku yang dibaca. Selain itu, program ini juga harus diaplikasikan sejak SD agar lebih efektif dan berlanjut hingga nantinya,” kata Navy Revina Marini dari SMAN 49 Jakarta.

Yap, tidak ada ruginya memanfaatkan waktu luang dengan membaca sejak dini. Dari gadget pun kita sudah bisa mengakses banyak artikel. Selain itu, e-book juga merupakan pilihan menarik kalau tidak ingin repot membawa buku. Banyak cerita orang sukses yang sejak kecilnya memiliki hobi membaca.

Jadi, apakah Inspirator ingin menjadi satu dari sekian orang sukses di luar sana? (II)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here