Ilustrasi

Memasuki bulan ketiga sejak diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun 2015 lalu, sejumlah upaya untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia mulai dilakukan untuk meningkatkan daya saing, menyediakan pendidikan dan kesehatan yang memadai, dan memberikan edukasi terhadap pentingnya MEA. Karena arus persaingan dalam mendapatkan pekerjaan semakin deras, baik di dalam maupun luar negeri (negara-negara ASEAN selain Indonesia), tidak ada salahnya untuk antisipasi beberapa kesalahan yang tanpa kita sadari ternyata sering menjadi hambatan dalam mendapatkan peluang di lapangan pekerjaan. Bisa jadi, masalah tingginya pengangguran di Indonesia tidak saja berasal dari kurangnya kualitas tetapi juga buruknya strategi dalam melamar posisi di suatu perusahaan. Berikut IF paparkan 10 kesalahan dalam melamar pekerjaan. 1.Terlalu Membanggakan IPK

Ilustrasi | sumber: davidson.k12.nc.us
Stephanie Kinkaid, seorang program director di Wackerle Career and Leadership, mengatakan, terlalu percaya bahwa nilai akademik yang tinggi adalah faktor terpenting diterimanya lamaran adalah kesalahan besar. “Lulusan baru juga memerlukan kualitas kepemimpinan dan memiliki kemampuan,” imbuhnya. 2.No Research  
Ilustrasi | sumber: onlinespellchecknow.net
Seorang professional resume writer and certified career coach, Debra Ann Matthews, berujar bahwa belajar bagaimana melakukan pekerjaan, pergi ke perpustakaan dan membaca berbagai hal tentang alat-alat dalam bekerja dapat membantu pelamar kerja fresh graduate dengan mudah beradaptasi dengan suasana kerja baru. Jadi riset yang cukup mengenai pekerjaan yang kita minati penting untuk dilakukan untuk menambah kapasitas kita sebagai calon pekerja. 3.Kurang Update Tren Terbaru
Ilustrasi | sumber: genhq.com
Tren yang dimaksud adalah perkembangan ilmu dan teknologi yang dapat memudahkan dalam melakukan bidang pekerjaan yang diincar. Menurut Stephanie Kinkaid, misalnya, jika melamar di perusahaan medis, pelamar harus mengetahui tentang alat-alat atau hal teknis untuk memudahkan pekerjaan dan ilmu yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Hal ini akan menjadi nilai tambah bagi pelamar. 4.Hanya Fokus pada Bidang Yang Sesuai Jurusan
Ilustrasi | sumber: healthandlovepage.com
Seringkali, pelamar hanya berpikir mereka hanya dapat melakukan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang mereka ambil ketika duduk di bangku perguruan tinggi. Padahal, apabila terdapat tekad dan minat yang kuat dalam bidang lain ditambah bakat alami kita, kita bisa saja melakukan pekerjaan di luar jurusan yang kita ambil. Explore your other skill is very suggested. 5.Full Time Bukan Segalanya
Ilustrasi | sumber: biggerpockets.com
Ilustrasi | sumber: biggerpockets.com
Kebanyakan pelamar berfokus pada keuntungan dan fasilitas yang akan didapatkan dalam bekerja, khususnya pekerjaan full time. In fact, kalau kita menekuni pekerjaan yang sesuai dengan passion, keuntungan akan mengalir dengan sendirinya, kok. 6.Terlalu Self-centered    
Ilustrasi | sumber: bubblespan.com
Pelamar yang overconfident biasanya terlalu banyak bercerita tentang diri sendiri ketika pertama kali diwawancarai oleh pihak HRD, plus, mereka juga membahas perihal gaji yang diinginkan. Lebih baik, pelamar mengutarakan strategi dan planning yang dapat mereka lakukan untuk mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. 7.Penampilan Kurang Sesuai
Ilustrasi | sumber: fashionbits.co.uk
Pakaian yang dikenakan menjadi salah satu penentu kesan pertama ketika bertemu dengan pihak yang akan mewawancari. Kenakanlah pakaian yang sopan dan formal agar terlihat professional. 8.Antusiasme Kurang
Ilustrasi | sumber: interestingthings.info
Tunjukkan wajah yang gembira dan tidak membosankan saat sesi wawancara dengan HRD. Dengan begitu, HRD akan mengetahui bahwa pelamar sangat tertarik dengan posisi yang sedang dilamarnya. 9.Gaji Jadi Fokus Utama
Ilustrasi | sumber: newsngr.com
Pelamar cenderung mengincar gaji yang akan diterimanya tanpa melihat sebenarnya posisi pekerjaan yang dilamarnya apakah penting dalam perusahaan atau tidak. Fresh graduate sebaiknya mencari pengalaman kerja dulu sebelum memikirkan besar gaji yang diterima. 10.Menerima Pekerjaan Yang Salah
Ilustrasi | sumber: parade.com
Ilustrasi | sumber: parade.com
Segera cari pekerjaan yang baru begitu sadar bahwa pekerjaan yang kamu lakukan sekarang terasa tidak sesuai dengan temperamen dan passion kamu. Dari pada stres berkecimpung di dunia yang salah? Don’t sweat over unnecessary things!   Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis: Lisa Angelia Editor: Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)
SHARE
Previous articleKENDOS – Komunitas Lari Ter-Aktif di Surabaya
Next articleKenalan dengan MOOC, Amunisi Generasi Muda Indonesia Hadapi MEA

LEAVE A REPLY