Foto: Takaitu.com

Stigma negatif orang bertato belum sepenuhnya hilang. Orang bertato dianggap nakal, berandal dan sejumlah stigma negatif lainnya. Padahal di beberapa suku di dunia, adanya tato justru melambangkan kebudayaan dan prestisius sebuah suku.

Beberapa suku ini menggunakan tubuh mereka sebagai kanvas seni untuk mencerminkan status, ideologi, cerita, dan sebagainya. Salah satunya ada suku dari Indonesia, loh. Nah, biar gak beranggapan negatif mulu, yuk cek lima suku yang terkenal dengan kebudayaan mentato tubuhnya dan tentunya, keren banget!

Suku Tharu- Nepal

Foto: Peacebenwilliams.com

Bagi suku Tharu di Chitwan, tato di setiap tubuh seorang wanita  memiliki tiga cerita yang berbeda. Selama era Kerajaan Nepal, keluarga kerajaan biasa menghabiskan musim panas mereka di daerah Chitwan. Mereka biasa membawa gadis-gadis cantik dari suku tersebut sebagai budak seks. Untuk menghentikan penculikan ini, tren tato dimulai. Anak-anak perempuan suku ini menato tubuhnya agar terlihat jelek bagi pria kerajaan.

Yang kedua, tato menjadi kewajiban bagi seorang gadis selama fase remaja, atau dia akan terasing dari keluarga dan masyarakatnya. Yang ketiga adalah tentang keindahan dan alam baka. Begitu seorang wanita meninggal, dia akan bangkit di surga dalam bentuknya yang paling indah.

Suku Mentawai – Indonesia

Foto: Takaitu.com

Suku Mentawai mulai menato tubuhnya sejak kedatangannya ke Pulau Sumatera sekitar tahun 1500 – 500 SM.  Bagi mereka tato merupakan ungkapan seni dan lambang keseimbangan alam.  Tato juga merupakan identitas diri bagi Suku Mentawai atau perbedaan status sosial. Misalnya seorang sikerei atau dukun akan berbeda tatonya dengan seorang pemburu.

Suku Dayak –Indonesia

Foto: Getborneo.com

Tato pada suku dayak di sebut “tutang”.  Menurut kepercayaan suku Dayak, tato berwarna hitam akan berubah menjadi warna emas dan menjadi penerang jalan menuju keabadian setelah mereka meninggal dan telah melalui upacara Tiwah.

Motif  tato suku Dayak cukup beragam dan memiliki arti berbeda-beda. Pembuatan dan peletakan tato juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Makna dari tato dari suku ini diantaranya penanda bahwa pemilik tato adalah keturunan asli suku dayak, menjaga pemilik tato dari pengaruh roh-roh jahat, sebagai penanda bahwa pemiliknya telah lulus Kinyah (seni bela diri menggunakan Mandau) dan bagi wanita sebagai tanda bahwa wanita tersebut sudah siap menikah.

Suku Maori –Selandia Baru

Foto: Repubblica.it

Suku pribumi Polinesia yang dapat dijumpai di Selandia Baru ini juga dikenal dengan seni merajah tubuh. Tato khas Maori dikenal dengan nama Moko. Suku Maori menganggap kepala adalah bagian tubuh yang paling suci sehingga tato lebih populer diaplikasikan di wajah. Motif Moko terdiri dari bentuk melengkung dan pola spiral. Seringkali Moko menutupi seluruh wajah, dan merupakan simbol pangkat, kekuasaan dalam status sosial, dan gengsi.

Suku Hawai- Kepulauan Hawai

Foto: Crbimg.com

Jika Inspirator udah nonton film Moana, tentu udah tau kan dengan tato hidup dari tokoh Maui. Yap, tato di tubuh Maui ini terinspirasi dari tato suku Hawai. Tato suku Hawai dianggap sebagai karya seni yang paling hebat. Tato tersebut dibuat dengan presisi yang sempurna dan membutuhkan keahlian seorang pembuat tato untuk membuatnya. Desain tato suku Hawai melambangkan dewa dan dewi suku mereka.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY