Isabella Nicola, Violinist Cilik Gunakan Lengan Palsu Dengan Bantuan Mesin Cetak 3D

Foto: Washingtonpost.com

Isabella bukanlah pemain biola biasa. Siswa kelas lima dari Virginia, Amerika Serikat  ini lahir tanpa tangan kiri dan bagian lengan bawahnya. Namun hal itu rupanya tak menghentikan kecintaannya pada alat musik biola. Terlebih Ibunya, Andrea Cabrera, selalu menginstruksikannya untuk tidak mengatakan “Saya tidak bisa,” tapi mengatakan “Saya belum bisa melakukannya.”

Meskipun memiliki keterbatasan, Isabella dikenal mandiri dan mampu melakukan hal lain dengan satu tangan, bahkan belajar mengikat sepatunya sendirian di usia yang lebih muda daripada tiga saudara laki-lakinya.

Proyek ini dimulai tahun lalu ketika Isabella, yang saat itu kelas empat, memutuskan ingin memainkan instrumen senar. Guru musiknya di SD Creek di Fairfax County telah berusaha untuk membuat lengan palsu untuknya yang memungkinkan gadis itu untuk menggerakkan alat gesek dengan tangan kirinya dan senar biola dengan tangan kanannya – berlawanan dengan cara permainan biola yang biasa diajarkan. Namun lengan palsunya terasa berat dan guru musiknya berpikir mungkin ada pilihan yang lebih baik. Ia menghubungi Georeg Mason University, almamaternya.

Kebetulan, Gouda dan empat teman satu timnya di jurusan bioteknik sedang melaksanakan proyek yang sama. Dimana para mahasiswa diwajibkan untuk menyelesaikan proyek akhir di tahun terakhir mereka di universitas, dan gagasan awal mereka telah menemui kegagalan.

Foto: Washingtonpost.com

Tim yang terdiri dari Gouda, Mona Elkholy, Ella Novoselsky, Racha Salha dan Yasser Alhindi pun mengembangkan berbagai prototype sepanjang ahun. Berbagai literatur dari proyek-proyek serupa membantu mereka untuk mengawali proyek dengan baik. Tim tersebut pun merangkul seorang profesor musik di Mason, Elizabeth Adams, untuk memberi masukan apa yang akan dibutuhkan oleh Isabella agar dapat memainkan biola dengan mulus.

Setelah hampir satu tahun, akhirnya Isabella menerima versi akhir lengan palsunya, yang dibuat dengan bantuan mesin cetak 3D dengan warna merah muda menyala. Saat penyerahan, Isabella menjajalnya dengan memainkan beberapa nada musik.

“Bukan main, rasanya jauh lebih nyaman. Saya merasa mendapat berkah dengan mengenal kelompok orang yang mengagumkan ini” ujar Isabella saat ia mencoba lengan palsunya, seperti dikutip dari VOA Indonesia.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here