KTT IORA 2017, Indonesia Perkuat Kerjasama Pesisir Samudera Hindia

IORA 2017
Konferensi Tingkat Tinggi IORA 2017 digelar di Jakarta | Source: dhakatribune.com

Asosiasi Negara-Negara Pesisir Samudera Hindia, atau Indian Ocean Rim Association (IORA) menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada tanggal 5-7 Maret 2017 di Jakarta. Pertemuan ini dihadiri delegasi dari 21 negara anggota asosiasi se-pesisir Samudera Hindia, serta 7 negara mitra wicara yaitu Inggris, Perancis, Jerman, Mesir, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat.

IORA yang telah berdiri dari tahun 1997 beranggotakan negara-negara yang terletak di pesisir Samudera Hindia. Dari benua Afrika, terdapat Afrika Selatan, Kenya, Komoro, Madagaskar, Mauritius, Mozambik, Seychelles, Somalia, dan Tanzania sebagai negara peserta. Sementara Bangladesh, India, Indonesia, Iran, Malaysia, Oman, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Yaman menjadi peserta dari Asia. Adapun Australia juga merupakan anggota IORA, yang juga memang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Bagi Indonesia sendiri, keberadaan IORA dilihat sebagai sebuah potensi yang besar. Pasalnya, kebijakan pemanfaatan poros maritim Indonesia dapat dikembangkan lebih baik lagi melalui kerjasama dengan negara-negara anggota IORA. Presiden Joko Widodo sendiri, sebagaimana yang telah banyak diekspos di media nasional, sangat menekankan pemanfaatan poros maritim guna meningkatkan pendapatan nasional.

Konferensi Tingkat Tinggi ini berhasil menelurkan kesepakatan yang disebut sebagai ‘Jakarta Concord‘. Adapun isi dari ‘Jakarta Concord’ melingkupi enam poin. Terkait bidang maritim, para negara peserta berkomitmen mewujudkan peningkatan keamanan dan keselamatan maritim, serta pengembangan dan pemanfaatan sumber daya laut secara bertanggungjawab dan berkelanjutan. Kerjasama untuk bidang ekonomi juga terlampir, dengan komitmen peningkatan kerjasama investasi dan perdagangan, serta penguatan kerjasama di bidang turisme dan budaya disepakati peserta KTT. Selain itu, penguatan manajemen resiko bencana, serta kerjasama akademis dan saintifik turut menjadi kesepakatan.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Enggartiasto Lukita turut hadir dalam KTT ini, dan menyebutkan potensi untuk ekspor produk-produk tersebut dapat semakin ditingkatkan. Pangsa pasar ekspor ke Afrika memiliki potensi nilai sebesar USD 550 Milyar di tahun 2016. Akan tetapi, realisasi ekspor tersebut baru dapat diwujudkan sebesar USD 4,2 Milyar. Begitu pun halnya dengan potensi ekspor di Timur Tengah. Potensi ekspor sebesar USD 975 Milyar, baru dapat dicapai sebesar USD 5 Milyar saja. Melihat potensi tersebut, diharapkan IORA dapat menjadi sarana yang tepat bagi kemajuan ekspor impor Indonesia, khususnya untuk produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here